Motor Kepedulian Kemenag Banyumas Menembus Terjalnya Jalan Pengabdian Guru Honorer

0
IMG-20260901-WA0139

RTNews. PURWOKERTO || Kepedulian tak selalu hadir dalam kemewahan. Kadang, ia datang dalam sebuah sepeda motor yang menjadi jalan baru bagi guru honorer untuk terus mengabdi. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ), Selasa (01/09/2026), menyalurkan bantuan satu unit sepeda motor kepada Guru Honorer MI Ma’arif NU 1 Babakan, Kecamatan Karanglewas.

Bantuan tersebut diserahkan Plt Kasubag TU Kemenag Banyumas Naufal Iskandar, mewakili Kepala Kantor Kemenag Banyumas, kepada Mukshon selaku Kepala MI Ma’arif NU 1 Babakan. Penyerahan turut didampingi Penyelenggara Zawa Saridin dan staf Gara Zawa.

Mukshon menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Kemenag Banyumas, ASN, serta UPZ atas bantuan yang dinilai sangat dibutuhkan untuk mendukung mobilitas dan operasional guru, terutama karena kondisi akses menuju madrasah cukup curam dan terjal.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kantor Kemenag Banyumas, ASN dan UPZ. Bantuan motor ini akan kami gunakan untuk operasional guru dikarenakan medan di sini sangat curam dan terjal,” ungkap Mukshon.

Sementara itu, Naufal Iskandar menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Kemenag Banyumas kepada guru honorer yang telah mengabdikan dirinya selama lebih dari 30 tahun. Menurutnya, perhatian terhadap para pendidik merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pendidikan.

“Kemenag Banyumas akan terus hadir menyapa masyarakat dan memberikan bantuan bagi mereka yang membutuhkan. Apalagi ini berhubungan dengan dunia pendidikan,” tegas Naufal Iskandar.

Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata, khususnya dalam memperlancar aktivitas guru serta proses belajar mengajar di MI Ma’arif NU 1 Babakan.

“Semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa memperlancar aktivitas belajar mengajar di MI Ma’arif NU 1 Babakan,” ujarnya.

Bantuan satu unit sepeda motor itu pun bukan sekadar kendaraan, melainkan simbol kepedulian terhadap panjangnya jalan pengabdian. Ketika medan terjal menghadang, perhatian dan uluran tangan menjadi penguat agar guru tetap melangkah, madrasah terus bergerak, dan cahaya pendidikan tidak pernah padam.

Terpisah, berdasarkan konfirmasi awak media kepada dua tokoh di wilayah Kecamatan Karanglewas dan Kecamatan Purwokerto Barat yang tidak berkenan dituliskan namanya, terkait kegiatan Kemenag Banyumas pada Selasa (01/09/2026), kepedulian semacam ini dinilai penting untuk terus dijaga dan diperluas. Kepekaan Kemenag Banyumas terhadap kebutuhan jajaran dan masyarakat diharapkan terus berjalan dari satu titik pengabdian ke titik lainnya.

Sebab perjuangan akan semakin kuat ketika kepedulian tidak berhenti sebagai perhatian, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata, menyapa, membantu, dan menguatkan mereka yang terus mengabdi.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *