Kemenag Banyumas Gerak Cepat, Kepedulian Menyapa Korban Kebakaran Pangebatan

0
IMG-20260902-WA0002

RTNews. BANYUMAS || Di tengah puing rumah yang terbakar, kepedulian kembali menghadirkan harapan. Keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Banyumas bergerak cepat menyambangi Djarwoto, korban kebakaran rumah di Desa Pangebatan, Kecamatan Karanglewas, Selasa Sore (01/09/2026).

Kehadiran Kemenag Banyumas tidak sekadar menjadi kunjungan silaturahmi, tetapi diwujudkan melalui doa dan bantuan nyata untuk membantu meringankan kebutuhan Djarwoto bersama istri dan anak-anaknya setelah rumah mereka dilanda kebakaran.

Bantuan diserahkan Plt. Kasubbag TU Kantor Kemenag Banyumas Naufal Iskandar, mewakili Kepala Kantor Kemenag Banyumas. Turut hadir Penyelenggara Zawa Saridin dan staf Gara Zawa.

Bantuan yang diberikan berupa sejumlah uang tunai untuk membantu kebutuhan operasional dan transportasi keluarga, termasuk uang saku anak bungsu Djarwoto yang masih bersekolah di SMP Negeri 4 Karanglewas, serta satu unit kompor gas lengkap dengan regulator dan selang.

Naufal menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Kemenag Banyumas kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Kemenag Banyumas kepada sohibul musibah. Semoga dapat meringankan kebutuhan keluarga dan menjadi penyemangat bagi Djarwoto bersama keluarga untuk segera bangkit setelah musibah kebakaran,” tegas Naufal.

Menurut Saridin kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah merupakan bagian dari ruh semangat kemanusiaan yang perlu terus dirawat bersama.

“Bantuan yang diberikan diharapkan dapat digunakan untuk kebutuhan yang paling mendesak selama proses pemulihan berlangsung dan semoga berkah bermanfaat.” ujarnya.

Kedatangan rombongan Kemenag Banyumas disambut haru oleh Djarwoto dan istrinya. Dengan mata berkaca-kaca, Djarwoto menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan.

“Alhamdulillahirabbil’alamin. Kami mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada Kepala Kantor Kemenag Banyumas beserta jajaranya dan semua pihak yang telah peduli serta membantu kami. Bantuan ini sangat berarti dan sangat kami butuhkan saat ini,” ungkap Djarwoto.

Djarwoto berharap kepedulian tersebut menjadi kekuatan bagi keluarganya untuk melewati masa sulit sekaligus kembali menata rumah yang sebagian bangunannya terbakar.

Musibah kebakaran yang terjadi Minggu (30/08/2026) sekitar pukul 13.00 WIB tersebut mengakibatkan kerugian materiil sekitar Rp50 juta. Tidak terdapat korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.

Bagi keluarga Djarwoto, bantuan Kemenag Banyumas bukan semata nilai materi. Kehadiran dan perhatian tersebut menjadi pesan bahwa di tengah musibah masih ada tangan-tangan yang bersedia menguatkan.

Kepedulian itu sederhana, hadir ketika dibutuhkan, membantu ketika ada yang kesulitan, dan menguatkan ketika seseorang hampir kehilangan harapan.

Semoga langkah Kemenag Banyumas menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk meringankan beban Djarwoto dan keluarga. Semoga Allah SWT membalas setiap kepedulian dengan keberkahan, melapangkan rezeki para pemberi bantuan, serta memberikan kekuatan kepada keluarga korban untuk bangkit dan kembali menata kehidupan.

Kehadiran rombongan Kemenag Banyumas juga mendapat apresiasi mendalam dari Nur Khasanah.

Ia mengaku terharu melihat cepatnya kepedulian Kemenag Banyumas hadir langsung memberikan doa, empati dan dukungan moral kepada Djarwoto beserta keluarganya.

“Saya sangat mengapresiasi dan terharu melihat kecepatan kepedulian Kemenag Banyumas. Mereka hadir memberikan doa kepada sohibul musibah, sekaligus memberikan support dan semangat agar keluarga ini tetap kuat menjalani kehidupan pascamusibah,” ujar Nur Khasanah.

Menurutnya, musibah tersebut bukan akhir dari segalanya. Ia meyakini akan banyak tangan dermawan yang tergerak membantu mencarikan solusi untuk membangun kembali rumah Djarwoto agar keluarga tersebut segera memiliki tempat tinggal yang layak.

“Saya yakin akan banyak para dermawan yang nantinya ikut membantu memberikan solusi untuk membenahi rumah ini. Karena itu, saya sangat berterima kasih kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas beserta seluruh staf dan jajarannya atas semua doa, kepedulian dan empati yang telah diberikan kepada juru parkir di Pangebatan ini,” tegasnya.

Api boleh menghanguskan sebagian rumah, tetapi kepedulian dan kasih sayang sesama manusia mampu menyalakan kembali harapan.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *