Penuh Kekeluargaan Dan Khidmat, Warga Stasi St. Modestus Setabar Gelar Pelayanan Doa Arwah Hari Ke-7.
RTNews. MANDOR, LANDAK (23/9/2026)– Umat Katolik di Stasi Santo Modestus Setabar, Desa Setabar, Kecamatan Mandor Kabupaten Landak Kalimantan Barat kembali menunjukkan kuatnya rasa persaudaraan dan kepedulian antarsesama. Pada hari Selasa 22 September 2026 pukul 19.00 wiba-selesai, warga setempat bersama pengurus stasi berkumpul untuk melaksanakan pelayanan Ibadat Doa Arwah Hari Ketujuh atas berpulangnya salah satu warga terkasih, Bapak Misai (Pak Tini) yang meninggal pada Selasa 17 September 2026 (82 tahun).
Ibadat dipimpin oleh Bapak Herkulanus(pak Tagas ) keponakan almarhum Misai yang juga sebagai Prodiakon Paroki Senakin, berlangsung di rumah duka berjalan dengan penuh khidmat, lancar, dan diselimuti suasana sakral. Kehadiran umat yang cukup ramai menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong-royong serta saling menguatkan dalam iman masih tertanam kuat di tengah masyarakat/umat Katolik Setabar.”Dalam tradisi Gereja Katolik, doa hari ketujuh ini memiliki makna penting untuk memohonkan belas kasihan Allah agar jiwa almarhum mendapatkan kedamaian abadi dan tempat terbaik di surga. Selain itu, ibadat ini juga menjadi momen penguatan iman bagi keluarga yang ditinggalkan agar tetap tabah dan penuh harapan”ungkap Pak Herkulanus yang juga pengurus DPP.
Pelayanan yang Menyentuh Hati Pihak keluarga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran serta pelayanan doa yang diberikan oleh pemimpin Ibadat,pengurus Stasi Santo Modestus Setabar beserta seluruh umat. Pelayanan yang tulus dari lingkungan stasi dinilai sangat membantu dan memberikan penghiburan nyata bagi keluarga yang sedang berduka.”Kami sangat bersyukur atas kebersamaan ini. Pelayanan doa dari umat stasi sangat luar biasa dan membuat kami merasa tidak sendirian dalam menghadapi masa-masa sulit ini,” ujar salah satu perwakilan keluarga.
Salah Satu Pelayanan Iman Katolik ,Bapak Binatus Bius(Pak Ivo) mengajak agar umat katolik terus rajin berdoa bersama dan saling menguatkan .lebih lanjut beliau menyelipkan pesan”Doa arwah adalah tradisi wajib umat katolik, terima kasih atas kebersamaannya dan bagi umat yang belum dibaptis dapat ikut di baptis pada Oktober 2026 di paroki Mandor serta diharapakan ikut aktif dalam program pelayanan Gereja seperti BPSE”.
Acara ditutup dengan ramah tamah sederhana yang dipimpin oleh Bapak Sudianto sebagai bentuk kebersamaan dan ucapan syukur atas kelancaran seluruh rangkaian doa dari hari pertama hingga hari ketujuh. Semangat pelayanan kasih seperti ini diharapkan dapat terus dipertahankan dan menjadi teladan hidup menggereja di Kabupaten Landak, khususnya di stasi st.Modestus setabar- Mandor.
(NKJTRNews.004)
