Pengurus Koperasi KSU Gagas Batuah melakukan monitoring lapangan di kebun plasma mitra PT Saban Sawit Subur.
RTNews. NGABANG,LANDAK (30 September 2026) Dalam melaksanakan Agenda Rutin Mingguan Pengurus dan Pengawas KSU Gagas Batuah kembali melakukan Kegiatan Monitoring Lapangan kebun Plasma Mitra PT.Saban Sawit Subur pada Hari Rabu,30 september 2026.Kegiatan ini untuk memastikan kondisi riil tanaman kelapa sawit di tingkat petani plasma.Tim Monitoring terdiri dari Pengurus (Adilim sebagai Ketua dan Ir.Sudianto sebagai Sekretaris),Pengawas (Seng Hua sebagai anggota Pengawas) sementara pihak Kebun saat kegiatan itu berlangsung tidak mendampingi walaupun sudah di minta ,apalagi ini agenda tetap yang telah diputuskan dalam Rapat Anggota dan Pengurus.
Monitoring bertujuan mengevaluasi perkembangan produktivitas kebun dan kelanjutan kemitraan, yang dilaksankan secara Rutin seminggu sekali setiap bulannya,pengurus meninjau langsung area blok kebun yang dikelola bersama perusahaan. Langkah ini menindaklanjuti dinamika dan proses mediasi hubungan kemitraan sebelumnya.
“ Koperasi berharap hasil peninjauan meningkatkan transparansi hasil kebun bagi anggota dan evaluasi juga mencakup pemeliharaan infrastruktur dan tata niaga hasil panen sawit”’ungkap Adilim selaku Ketua KSU Gagas Batuah yang juga adalah Kepala Dusun Sebua,Desa Amboyo Selatan.
Berdasarkan data monitoring terbaru yang dimiliki pihak Kebun, realisasi pembangunan kebun plasma yang produktif belum mencapai 70-an persen dari total kewajiban yang disepakati dalam MuO (Perjanjian Kerja Sama Kemitraan Inti Plasma Nomor :EXT-SSS-060-2025). Ketidakpastian sisa luasan plasma ini memperparah kekecewaan pengurus dan petani, di samping temuan lapangan berupa TBS yang membusuk tak terpanen,tidak terangkut ke PKS dan pruning yang kotor,untuk perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan khsusunya di kebun plasma Dusun Damar sudah berjalan baik dan berharap item pekerjaan lainnya yang belum optimal cepat dilakukan,demikiaan disampaikan oleh Ir.Sudianto selaku sekretaris KSU Gagas Batuah,yang juga sebagai salah satu Pengurus DAD Kabupaten landak yang membidangi Perkebunan.
Pengawas Koperasi meminta pihak perusahaan segera lebih serius dalam menyelesaikan ketimpangan realisasi lahan dan buruknya perawatan kebun. Jika tidak ada itikad baik dalam waktu dekat, pihak koperasi mesti terus memperjuangkan hak- hak petani secara formal dan profesional jika perlu tempuh jalur hukum, komentar Seng Hua selaku Badan Pengawas yang juga mantan Kepala Dusun Nahaya Desa Amboyo Selatan Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak.
Disisi lain sistem pengaman kebun yang dilaksnakan oleh Pihak Kebun perlu dievaluasi dan diperketat sistem TURJAWALI-nya, apalagi jika dilapangan diperparah jika disiplin dan kehadiran yang kurang. Hal ini berdampak pada kehilangan TBS plasma akibat pencurian dan lalainya dalam sistem transportasi TBS sampai ke PKS,sehingga sangat merugikan Koperasi dan petani plasma,ungkap Seng Hua yang juga Pensiunan Staf Kebun PT.Saban Sawit Subur .
Pengelolaan Kebun yang ditangani sistem satu atap ( 100 % dikelola perusahaan Inti) oleh PT.Saban Sawit Subur ini sangat berdampak pada petani yang bermitra di Dusun Damar,Tareng,Nahaya serta Dusun Sebua untuk Desa Amboyo Selatan,Dusun Pak Manyam untuk Desa Pak manyam,Dusun Kota Baru dan Dusun Sebirang untuk Desa Sebirang dan Dusun Lamantongon untuk Desa Balai Pluntan.
Pada tanggal 27 Agustus 2026 sudah dilakukan mediasi yang kesekiankalinya di Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat dalam upaya meminta pihak Perusahaan lebih serius menangani kebun yang belum terkelola dengan baik sesuai standar perkebunan ,apalagi kebun plasma belum dilakukan Penilaian Fisik Kebun oleh pihak Dinas perkebunan terkait sebagai salah satu tahapan syarat dalam Konversi,sesuai Permentan no.18 tahun 2021 Tentang Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar.
Untuk diketahui bahwa Perkebunan Kelapa Sawit PT.Saban Sawit Subur ini berada dalam pengawasan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat bersama Dinas Perkebunan Kabupaten Landak,berhubung kondisinya yang lintas Kabupaten.Hal ini juga menimbulkan dinamika tersendiri.
(SS-NKJTRNews.005)
