Ellya Prasetia Dewi Wafat Usia 65 Tahun, Ratusan Jamaah Mengantar dengan Doa, PKGS Tunjukkan Kepedulian

0
IMG-20261010-WA0101

Purwokerto. Radartelusurnews.com|| Inna lillahi wa inna illaihi raji’un Ellya Prasetia Dewi, istri Mindiyantoro, Ketua RT 001 RW 010 Bantarsoka periode 2023–2026, wafat pada Sabtu (10/10/2026), sekitar pukul 06.15 WIB, di rumah duka Griya Satria V Blok J-9 RT 001 RW 010 Bantarsoka, dalam usia 65 tahun.

Ratusan jamaah dan warga dari RW 009, 010, dan 011, keluarga serta saudara, sahabat, teman almarhum silih berganti datang menyampaikan belasungkawa.

Shalat jenazah dilaksanakan di Masjid Baiturrohim Griya Satria Bantarsoka, dipimpin Kayim Hilman. Setelah upacara pelepasan dan doa, jenazah diberangkatkan menuju TPU Makam Kemiri, Bantarsoka, sekitar pukul 15.30 WIB.

Kayim Hilman: Utang Orang yang Wafat Jangan Diabaikan.

Dalam sambutan pelepasan jenazah, Kayim Hilman menyampaikan nasihat tentang kematian, kewajiban memuliakan jenazah, serta pentingnya memperhatikan tanggungan orang yang telah meninggal dunia.

“Kematian adalah pengingat bagi kita semua bahwa setiap jiwa akan kembali kepada Allah SWT. Karena itu, muliakanlah saudara kita yang telah wafat: urus jenazahnya, salatkan, antarkan ke pemakaman, dan jangan abaikan tanggungan yang masih menjadi kewajibannya. Jika ada utang, upayakan penyelesaiannya dengan baik agar hak orang lain tetap dihormati.” tegas.

Kayim Hilman juga mengingatkan bahwa persoalan utang perlu mendapat perhatian serius dari keluarga dan ahli waris. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap orang yang wafat tidak berhenti pada prosesi pemakaman, tetapi juga mencakup ikhtiar menyelesaikan hak-hak yang masih tertinggal.

Sebagai suami almarhumah, Mindiyantoro menyatakan kesediaannya mengambil alih tanggung jawab penyelesaian utang apabila memang masih ada. Pihak yang memiliki piutang dipersilakan menghubungi keluarga untuk membicarakan penyelesaiannya.

“Atas nama keluarga, saya menyampaikan bahwa apabila almarhumah masih memiliki utang yang belum terselesaikan, saya bersedia bertanggung jawab untuk menyelesaikannya. Kami mempersilakan siapa pun yang memiliki piutang agar menghubungi keluarga, sehingga persoalan tersebut dapat dibicarakan secara terbuka dan diselesaikan dengan baik.” ungkap tegasnya.

Mindiyantoro juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua PKGS Bantarsoka H. Wartono beserta seluruh jajaran yang sejak pagi membantu berbagai keperluan kedukaan hingga proses pemakaman diserahterimakan kepada Kelompok Penggali Kuburan (KPK) BPM Kelurahan Bantarsoka.

“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua PKGS H. Wartono beserta seluruh jajaran, warga, dan semua pihak yang telah membantu, mendampingi, serta mendoakan almarhumah sejak di rumah duka hingga proses pemakaman. Kami juga memohon maaf apabila semasa hidup almarhumah terdapat kesalahan, kekhilafan, atau hal-hal yang kurang berkenan dalam pergaulan dan kehidupan bermasyarakat.” ungkapnya.

Ketua PKGS Bantarsoka, H. Wartono, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Ellya Prasetia Dewi, atas nama organisasi dan seluruh jajaran. Ia juga menegaskan kembali peran PKGS sebagai wadah kepedulian sosial warga, terutama ketika ada keluarga yang mengalami musibah kematian.

“Atas nama PKGS Bantarsoka beserta seluruh jajaran, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhumah Ellya Prasetia Dewi. Semoga almarhumah mendapat ampunan dan rahmat Allah SWT, sementara keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan.” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa PKGS hadir bukan sekadar untuk mengoordinasikan pemakaman, melainkan juga untuk membantu keluarga menghadapi masa-masa sulit.

“PKGS merupakan wadah gotong royong dan kepedulian sosial warga. Ketika ada warga yang berduka, kami berupaya membantu koordinasi pemakaman, kebutuhan perlengkapan jenazah, serta dukungan lain sesuai ketentuan organisasi. Tujuannya agar keluarga yang sedang berduka tidak merasa sendirian dan bebannya dapat diringankan bersama.” ungkapnya.

Sejak pagi, H. Wartono bersama jajaran PKGS turut membantu pengurusan berbagai keperluan hingga proses pemakaman diserahterimakan kepada KPK BPM Kelurahan Bantarsoka. Kehadiran tersebut menjadi wujud nyata semangat gotong royong di lingkungan Griya Satria.

Duka yang Menguatkan Solidaritas Warga

Warga dari berbagai lapisan masyarakat silih berganti hadir di rumah duka sejak pagi. Kehadiran mereka, bersama keterlibatan PKGS dan para petugas pemakaman, memperlihatkan bahwa kepedulian sosial tetap menjadi kekuatan penting ketika sebuah keluarga kehilangan orang tercinta.

Kepergian Ellya Prasetia Dewi menjadi pengingat bahwa setiap kehidupan memiliki batas, sementara kebaikan, tanggung jawab, dan kepedulian kepada sesama akan terus dikenang.

Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhumah, menerima amal ibadahnya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-NYA.

Semoga keluarga yang ditinggalkan memperoleh kesabaran, keikhlasan, dan kekuatan. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *