KBIHU Al-Wardah Kebut Biovisa Haji 2027, 298 Jemaah Ditargetkan Tuntas
Banyumas. Radartelusurnews.com || ‘Ikhtiar menuju Baitullah terus dimatangkan. KBIHU Al-Wardah Kabupaten Banyumas melaksanakan perekaman Saudi Bio Visa (SBV) bagi calon jemaah haji tahun 1448 H/2027 M selama dua hari, Selasa–Rabu, 20–21 Oktober 2026, bertempat di Gedung Al-Wardah.
Sebanyak 298 calon jemaah haji yang masuk dalam alokasi perekaman dijadwalkan mengikuti proses tersebut. Pada hari pertama, Selasa (20/10/2026), sebanyak 145 jemaah dijadwalkan menjalani perekaman, sedangkan 153 jemaah lainnya pada Rabu (21/10/2026).
Sekretaris Umum Tim Perekam Biovisa KBIHU Al-Wardah Purwokerto, Naufi Varchach, ST, menjelaskan bahwa perekaman SBV menjadi data awal untuk keperluan penerbitan visa sekaligus mendukung percepatan layanan fast track di bandara melalui perekaman iris mata dan sidik jari sejak di Tanah Air.
“Tujuan rekam Saudi Bio Visa untuk data awal pedoman pembuatan visa dan mempercepat fast track di bandara karena rekam iris mata dan sidik jari sudah dilaksanakan di Tanah Air,” jelas Naufi.
Wajib hadir, tidak dapat diwakilkan
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan hasil kesepakatan jadwal antara Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banyumas dengan KBIHU Al-Wardah. Perekaman di Gedung Al-Wardah tersebut khusus diperuntukkan bagi jemaah KBIHU Al-Wardah.
Naufi menegaskan bahwa jemaah wajib hadir sendiri sesuai jadwal karena proses biometrik tidak dapat diwakilkan. Apabila berhalangan selama dua hari pelaksanaan, jemaah dapat mengikuti perekaman susulan melalui koordinasi dengan petugas KBIHU atau Kementerian Haji dan Umrah.
“Tidak ikut SBV berarti tidak bisa mengurus visa,” tegasnya, mengingatkan pentingnya partisipasi seluruh calon jemaah.
Paspor menjadi syarat utama
Menurut Naufi, persyaratan utama perekaman adalah jemaah telah memiliki paspor. Adapun fotokopi BPIH, SPPH, KTP, kartu keluarga, serta dokumen pendukung seperti akta kelahiran, ijazah SD, atau surat nikah dianjurkan untuk dibawa guna membantu petugas apabila ditemukan kendala atau ketidaksesuaian data.
“Sebetulnya syaratnya hanya jemaah wajib memiliki paspor saja. Kelengkapan diminta dibawa supaya apabila terjadi kendala, jemaah membawa data untuk mencari solusi jika dibutuhkan,” terangnya.
Ia juga mengimbau jemaah mengetahui nomor porsi masing-masing, membawa dokumen yang diperlukan, datang tepat waktu, serta mengikuti setiap tahapan dengan sabar.

Pelayanan tertib, jemaah lansia tetap diperhatikan
Untuk menghindari penumpukan, jemaah diminta datang sesuai waktu yang telah ditentukan. Setibanya di lokasi, jemaah mengambil nomor antrean, menyerahkan paspor, kemudian menuju meja perekaman yang tersedia. Apabila seluruh meja sedang digunakan, jemaah dapat menunggu di ruang antrean yang disiapkan dan akan dipanggil sesuai nomor urut.
Naufi menyampaikan bahwa jemaah lanjut usia tetap mendapatkan pelayanan yang baik, baik dengan maupun tanpa pendamping.
Proses perekaman dilakukan melalui aplikasi SBV dengan tahapan pemindaian paspor, pemindaian wajah, dan perekaman sepuluh sidik jari. Proses dinyatakan berhasil setelah muncul laporan enrollment successful yang dikirimkan melalui email.
Tim perekam dan petugas Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banyumas berkoordinasi dalam proses verifikasi. Laporan hasil perekaman secara otomatis masuk ke email Kementerian Haji dan Umrah untuk diakses petugas terkait.
Kendala ditangani dengan kesabaran
Naufi mengakui bahwa salah satu kendala yang kerap dijumpai adalah sidik jari yang sulit terbaca akibat kondisi kulit jari terlalu halus atau adanya kelainan tertentu. Kondisi tersebut memerlukan waktu dan kesabaran agar proses dapat berjalan dengan baik.
Jika perekaman gagal pada hari pertama, proses akan diulang pada hari berikutnya. Apabila masih mengalami kegagalan, tersedia mekanisme penanganan melalui surat keterangan dari RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo untuk pengulangan biovisa tanpa perekaman sidik jari, dengan melampirkan data medis sesuai ketentuan aplikasi SBV.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banyumas, Dr. H. Afiffudin Idrus, S.Ag., M.Pd., Ketua KBIHU Al-Wardah, Dra. Hj. Laely Manshur, serta para calon jemaah haji tahun 2027 sebagai peserta perekaman.
Target 100 persen, ikhtiar menuju Baitullah
KBIHU Al-Wardah menargetkan seluruh 298 calon jemaah yang dijadwalkan dapat mengikuti proses perekaman SBV hingga tuntas. Bagi Naufi, kunci kelancaran kegiatan ini terletak pada kesiapan dokumen, kedisiplinan waktu, koordinasi petugas, dan kesabaran jemaah.
“Jemaah membawa data, datang sesuai jadwal, dan sabar mengikuti proses,” pesannya.
Perekaman biometrik ini menjadi salah satu tahapan penting dalam persiapan keberangkatan haji. Di balik pemindaian paspor, wajah, iris mata, dan sidik jari, tersimpan harapan besar para tamu Allah untuk menapaki perjalanan suci dengan lancar.
Semoga ikhtiar yang dilakukan di Tanah Air menjadi jalan kemudahan menuju Baitullah.
Dengan pelayanan yang tertib, kebersamaan yang tulus, serta doa yang tak putus dipanjatkan kepada Allah SWT, semoga seluruh calon jemaah haji Banyumas diberikan kesehatan, kelancaran administrasi, dan kesempatan menunaikan ibadah haji dengan aman, khusyuk, serta memperoleh predikat haji mabrur. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
(Redaksi)
