FEBI UIN Salatiga Gaspol Perkuat Mutu, Mahasiswa Jadi Prioritas

0
IMG-20261021-WA0117

Salatiga. Radartelusurnews.com || Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Salatiga menggelar Audit Mutu Internal (AMI) berbasis Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Aula FEBI, Rabu (21/10/2026). Langkah ini menjadi upaya memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas layanan akademik, dan membangun budaya mutu berkelanjutan.

Dekan FEBI UIN Salatiga, Prof. Dr. Agus Waluyo, M.Ag., menegaskan bahwa audit bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan komitmen nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang dirasakan mahasiswa.

“Setiap proses yang kita evaluasi, mulai dari kurikulum, pembelajaran, hingga layanan akademik, pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan yang dirasakan oleh mahasiswa. Karena itu, hasil audit harus menjadi dasar bagi perbaikan yang nyata dan berkelanjutan,” tegasnya.

Audit dilakukan melalui diskusi, verifikasi dokumen, dan pemeriksaan bukti pelaksanaan standar mutu oleh auditor internal UIN Salatiga bersama pengelola fakultas dan program studi. Evaluasi mencakup tata kelola, kurikulum, pembelajaran, serta layanan akademik untuk mengidentifikasi capaian dan peluang perbaikan.

Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Salatiga, Dr. Nafis Irkhami, M.Ag., M.A., menekankan pentingnya penerapan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) agar standar mutu benar-benar dijalankan dan ditindaklanjuti.

“Melalui SPMI, kita ingin memastikan bahwa setiap standar yang ditetapkan benar-benar dilaksanakan, dievaluasi, dan ditindaklanjuti. Dengan demikian, budaya mutu tidak berhenti sebagai komitmen tertulis, tetapi menjadi bagian dari praktik penyelenggaraan pendidikan sehari-hari,” jelasnya.

Hasil AMI diharapkan menjadi landasan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk memperbaiki kekurangan, memperkuat layanan, dan meningkatkan kualitas pendidikan secara terukur serta berkelanjutan.

Melalui langkah ini, FEBI UIN Salatiga menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, relevan, dan berdaya saing, sekaligus mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Mutu bukan sekadar dokumen, melainkan ikhtiar nyata agar mahasiswa memperoleh layanan pendidikan yang semakin baik.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *