Takziah Madrasah Al-Ittihaad 2, Menjaga Silaturahmi Ke Rumah  Duka

0

RTNews. Banyumas – Langit malam di wilayah Kelurahan Karanglewas Lor, Kecamatan Purwokerto Barat, Selasa malam (05/05/2026), seakan ikut berselimut haru. Di sebuah rumah sederhana yang tengah diselimuti suasana duka, langkah-langkah penuh kasih dari keluarga besar Madrasah Al-Ittihaad 2 Pasir Lor datang mengetuk pintu persaudaraan. Bukan membawa gemerlap dunia, melainkan membawa doa, empati, dan pelukan ukhuwah yang menenangkan hati.

Ketua pengurus, jajaran pengurus, kepala madrasah, guru, staf tata usaha, hingga perwakilan wali santri Madrasah Al-Ittihaad 2 Pasir Lor, karanglewas, hadir bersilaturahmi ke rumah Ust Salis Dhofir di wilayah Kelurahan Karanglewas Lor. Ust Salis Dhofir diketahui selama ini menjadi rekanan Madrasah Al-Ittihaad 2 Pasir Lor dalam seluruh urusan kelistrikan, mulai dari pemasangan jaringan listrik baru, perawatan, perbaikan, hingga penambahan instalasi listrik di lingkungan madrasah.

Kedatangan rombongan madrasah tersebut sebagai bentuk takziah dan bela sungkawa atas wafatnya almarhumah Mbah Rakem (89), ibunda kandung Ust Salis Dhofir, yang berpulang ke rahmatullah pada Ahad pagi (03/05/2026). Almarhumah telah dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat pada siang harinya ba’da Zuhur.

Di tengah sunyinya kehilangan, malam itu menjadi pengingat bahwa manusia tidak pernah benar-benar sendiri ketika tali silaturahmi dijaga dengan cinta dan ketulusan. Doa-doa yang melangit, lantunan tahlil yang menggema lirih, serta wajah-wajah yang datang dengan niat menguatkan, menjadi pelipur bagi keluarga yang sedang diuji kehilangan.

Sohibul musibah, Ust Salis Dhofir, dengan penuh haru menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran keluarga besar madrasah.

“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada keluarga besar Madrasah Al-Ittihaad 2 Pasir Lor yang malam ini hadir mendoakan ibunda kami. Kehadiran panjenengan semua menjadi kehormatan sekaligus penguat hati bagi keluarga kami,” ungkapnya lirih.

Ketua Pengurus Madrasah Al-Ittihaad 2 Pasir Lor, KH. M. Ali Sodikin atau Mbah Sod, menyampaikan bela sungkawa mendalam seraya mengingatkan bahwa setiap kehidupan pasti akan kembali kepada Sang Pemilik Kehidupan.

“Atas nama keluarga besar Madrasah Al-Ittihaad 2 Pasir Lor, kami turut berbela sungkawa atas wafatnya almarhumah Mbah Rakem (89), ibunda kandung Ust Salis Dhofir. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal baik beliau dan mengampuni segala khilafnya,” tutur Mbah Sod penuh keteduhan.

Beliau kemudian menukil firman Allah SWT dalam Surah Al-A’raf ayat 34:

“Setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Jika ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan sesaat pun dan tidak pula meminta percepatan.”

Kegiatan diawali dengan sambutan dari pihak madrasah dan keluarga sohibul musibah. Selanjutnya dilaksanakan tahlil singkat yang dipimpin langsung oleh KH. M. Ali Sodikin, kemudian dilanjutkan doa bersama untuk almarhumah Mbah Rakem. Suasana semakin khusyuk ketika doa-doa dipanjatkan bersama. Dalam hening malam, setiap lantunan istighfar seolah menjadi cahaya yang mengiringi perjalanan ruh almarhumah menuju kasih sayang Allah SWT.

Mbah Sod juga mengingatkan pentingnya saling mendoakan antar sesama mukmin, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Barang siapa memohon ampunan untuk kaum mukmin laki-laki dan perempuan, Allah akan mencatatkan baginya amal kebaikan untuk setiap mukmin laki-laki dan perempuan.”

Silaturahmi malam itu bukan sekadar kunjungan takziah. Ia menjelma menjadi pelajaran tentang indahnya persaudaraan, tentang pentingnya hadir dalam suka maupun duka, serta tentang manusia yang saling menguatkan dengan doa dan kepedulian.

Keramahan keluarga Ust Salis Dhofir yang tetap menyambut hangat para tamu, meski tengah dirundung kesedihan, turut menghadirkan suasana yang penuh keteladanan akhlak. Dari anak-anak hingga para sesepuh keluarga, semua menerima kedatangan rombongan madrasah dengan wajah teduh dan penuh penghormatan.

Gus Rahmat yang berada di lokasi menuturkan bahwa kegiatan tersebut menjadi bukti nyata kuatnya ikatan kekeluargaan di lingkungan Madrasah Al-Ittihaad 2 Pasir Lor.

“Silaturahmi seperti ini adalah kekuatan umat. Saat satu keluarga diuji kesedihan, keluarga lain datang membawa doa dan penghiburan. Inilah indahnya kebersamaan yang harus terus dijaga,” ujarnya.

Malam itu akhirnya ditutup dalam suasana hangat penuh kekeluargaan. Di antara air mata dan doa-doa yang terucap, terselip pesan mendalam bahwa hidup bukan hanya tentang seberapa lama manusia tinggal di dunia, melainkan seberapa besar kasih sayang, silaturahmi, dan doa yang ditinggalkan untuk sesama.

Karena sejatinya, tangan yang saling menggenggam dalam duka akan melahirkan kekuatan, dan hati yang saling mendoakan akan selalu dipertemukan Allah SWT dalam keberkahan.

(Warto //Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *