Menteri Agama: Kerukunan Antar Umat di Kalsel Kunci Pembuka Rezeki dan Kemajuan Daerah

0
IMG-20260810-WA0063

RTNews. KALSEL – MENTERI Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Selatan pada Minggu (9/8/2026) Dalam kunjungan tersebut, Menag membawa dua agenda utama untuk memperkuat kerukunan dan pembinaan umat di wilayah Kalimantan.
AGENDA pertama adalah pertemuan dengan tokoh lintas agama, para habaib, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, serta jajaran Kemenag kabupaten/kota se-Kalimantan. Pertemuan tersebut digelar di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin.

Agenda kedua, Menag melaksanakan Tabligh Akbar di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Pada kesempatan yang sama, beliau juga melantik pengurus Ikatan Alumni Al-Azhar Indonesia (IAEI) Kalimantan Selatan dan Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kalimantan Selatan.

Dalam silaturahmi bersama lintas agama, Menag menyampaikan apresiasinya terhadap kondisi Kalimantan Selatan.

Kalimantan terutama Kalimantan Selatan adalah provinsi yang multi etnis, tetapi persatuan antar etnis, antar umat beragama kompak, baik sesama pemerintah maupun masyarakat,” ujarnya.

Menag menekankan bahwa kerukunan menjadi fondasi penting bagi kemajuan daerah. Dengan demikian, maka langit akan membuka rezekinya. Itu keyakinan kita sebagai umat beragama,” katanya.

Ia juga menyoroti potensi besar Kalimantan ke depan. Dari pertemuan tadi, saya sangat berharap bahwa Kalimantan ke depan insyaAllah target – target akan tercapai. Sebab daerah Kalimantan ini sangat subur, baik itu melalui intensitas pertanian, perdagangan dan lainnya. Itu bisa terwujud kalau kerukunan antar sesama. Maka itu penting untuk meraih agar Kalsel membanggakan,” ujarnya.

Menag berpesan agar kerukunan yang selama ini terjaga terus dipelihara. Pesan saya dari hasil pertemuan tadi, di mana antar umat beragama ini adalah sesuatu yang harus dijaga dan harus kompak. Perbedaan pendapat pun tidak pernah terjadi dan sangat kuat. Tapi sebaliknya kalau ada gangguan lintas agama, puncak dari problem akan pecah,” tegasnya.

(Ed : Herman Soetiady)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *