Banyumas Bersatu, Kemerdekaan Menyala: Sadewo Kobarkan Gotong Royong

0
IMG-20260817-WA0139

RTNews. PURWOKERTO || Api kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia menyala khidmat di Alun-Alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (17/08/2026).

Tepat pukul 07.30 WIB, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan pesan kuat: persatuan, gotong royong, kepedulian, dan kerja nyata menjadi jalan menuju Banyumas yang produktif, adil, dan sejahtera.

Upacara berlangsung tertib dan penuh khidmat. Sadewo Tri Lastiono bertindak sebagai Inspektur Upacara, sementara AKP Susanto, S.H. menjadi Komandan Upacara.

Pengibaran Sang Merah Putih dilaksanakan Paskibraka, pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh Ketua DPRD Kabupaten Banyumas, sedangkan doa dipimpin Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas.

Pasukan upacara terdiri atas unsur TNI/Polri, ASN, Satpol PP, PGRI, SAR BASARNAS, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, pelajar SMP/SMA, Pramuka, hingga SMK Pelayaran. Barisan tersebut menjadi gambaran nyata keberagaman Banyumas yang berhimpun dalam satu semangat, Indonesia Merdeka, Banyumas Guyub, pembangunan terus bergerak.

Dalam amanatnya, Sadewo menegaskan bahwa 81 tahun perjalanan Indonesia telah melewati berbagai tantangan, mulai gejolak ekonomi, ketidakpastian global hingga perubahan zaman.

“Sudah banyak tantangan yang kita lalui bersama. Namun, semua itu tidak pernah sedikit pun merapuhkan semangat kita. Justru, setiap tantangan menjadikan langkah kita semakin mantap, dan genggaman tangan kita semakin erat untuk terus bergerak maju,” tegasnya.

Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, Sadewo mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan sekadar seremoni, melainkan amanah untuk memperkuat kemandirian bangsa sekaligus memastikan pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kita harus terus menjaga kemandirian bangsa di bidang ekonomi, pangan, energi, dan teknologi, di tengah dinamika dan ketidakpastian perekonomian global yang kita hadapi dewasa ini,” katanya.

Di Banyumas, semangat itu diterjemahkan melalui Trilas, 13 program unggulan menuju Banyumas Produktif, Adil, dan Sejahtera atau Banyumas PAS. Program tersebut mencakup kesehatan, pendidikan, keagamaan, pertanian, pelayanan publik, infrastruktur hingga penguatan ekonomi daerah.

Melalui Universal Health Coverage (UHC), masyarakat semakin mudah memperoleh layanan kesehatan. Warga cukup menunjukkan KTP dan KK untuk memperoleh layanan berobat gratis pada rumah sakit yang bermitra dengan BPJS Kesehatan.

Pada sektor pendidikan dan keagamaan, Pemkab Banyumas memperkuat Program Pasti Sekolah sekaligus memberikan dukungan bagi guru ngaji, pondok pesantren, organisasi keagamaan, ketua RT/RW dan BPD.

“Tidak hanya sampai di situ, saya juga bersyukur karena penguatan sektor pertanian di Banyumas membuahkan hasil, dengan diraihnya penghargaan tingkat nasional di bidang ketahanan pangan berbasis pertanian pada tahun 2026 ini,” ungkap Sadewo.

Transformasi pelayanan publik juga terus digenjot melalui inovasi digital Satu Portal Banyumas PAS, sementara pembangunan infrastruktur, revitalisasi pasar tradisional, penyediaan air bersih, investasi dan pengembangan kawasan industri diarahkan untuk memperkuat perekonomian sekaligus membuka lapangan pekerjaan.

“Semua capaian ini adalah bukti nyata dari hasil gotong royong kita bersama. Ibarat seikat lidi, kita akan rapuh jika berjalan sendiri-sendiri, namun akan menjadi kekuatan besar apabila kita bersatu,” tegasnya.

Pesan tersebut kembali ditegaskan Sadewo seusai upacara saat ditemui awak media bersama jajaran Forkopimda.

“Di usia ke-81 kita harus tetap semangat gotong royong, jaga persatuan-kesatuan. Pasti bisa lepas dari kendala perekonomian,” ujarnya.

“Pesannya satu saja, kita harus tetap kompak, guyub, rukun, bareng-bareng bangun Banyumas,” lanjutnya.

Kapolresta: Guyub dan Rukun adalah Kekuatan

Kapolresta Banyumas Kombes. Pol. Petrus Parningotan Silalahi, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan pesan sederhana namun sarat makna. Menurutnya, kekompakan dan kerukunan masyarakat merupakan modal penting dalam membangun Banyumas.

“Sehatlah selalu, kompak, berbahagia selalu. Guyub, rukun itu yang utama bagi kita untuk membangun Kabupaten Banyumas yang lebih baik,” pesannya.

BAZNAS Tasarufkan Rp879 Juta

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Banyumas Khasanatul Mufidah menyampaikan bahwa momentum kemerdekaan juga diwujudkan melalui kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat.

“Dalam rangka HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, kita tasarufkan sebesar Rp879 juta,” jelasnya.

Dana tersebut disalurkan antara lain untuk sarana dan prasarana usaha masyarakat melalui program produktif, Beasiswa Satria bagi mahasiswa, serta Program Santri Preneur.

Sebanyak 42 mahasiswa dari delapan perguruan tinggi di Banyumas dan sekitarnya menerima Beasiswa Satria, yang diperuntukkan mulai semester VI hingga menyelesaikan pendidikan.

Sementara Program Santri Preneur menyasar santri yang telah menyelesaikan pendidikan pesantren dan kembali ke tengah masyarakat untuk mengembangkan usaha.

“Untuk program Santri Preneur, ada 25 pesantren yang mendapatkan bantuan program santri,” jelas Khasanatul Mufidah.

Khusus Zakat Merdeka, sekitar 95 mustahik turut menerima tasaruf pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Trans Banyumas Dipastikan Tak Berhenti

Dalam pelayanan transportasi publik, Sadewo memastikan Trans Banyumas tetap berjalan meskipun terdapat persoalan anggaran dari APBN.

“Saya pastikan bahwa Trans Banyumas tidak akan berhenti di Banyumas meskipun APBN-nya tidak turun,” tegasnya.

Ia telah meminta Sekda dan jajaran pengelola keuangan daerah mencari sumber anggaran lain agar pelayanan masyarakat tetap berjalan.

“Ini terkait dengan pelayanan kepada masyarakat nomor satu. Jadi tidak usah khawatir, tidak usah dipolemikan bahwa Trans Banyumas di hari ulang tahun kemerdekaan yang ke-81 ini saya pastikan bahwa Trans Banyumas itu tetap berjalan,” katanya.

Untuk kebutuhan anggaran hingga akhir tahun, Sadewo menyebut diperlukan sekitar Rp13, sekian miliar atau hampir Rp14 miliar dan anggaran tersebut telah disiapkan.

Zakat ASN, Ibadah Sekaligus Kepedulian

Sadewo juga mengajak ASN Banyumas meningkatkan kepedulian melalui zakat sebagai bagian dari penguatan solidaritas sosial.

“Teman-teman ASN saya harapkan ini masih banyak yang belum zakat. Zakat itu satu manfaatnya hablumminannas, membantu banyak umat manusia yang kekurangan. Hablumminallah kita pasti dapat pahala,” ungkapnya.

Pesan tersebut mengandung makna bahwa mengisi kemerdekaan tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui ibadah, kepedulian, dan keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sampah Diubah Menjadi Nilai Ekonomi

Pada sektor lingkungan, Sadewo menyampaikan Banyumas terus mengembangkan pengelolaan sampah berbasis manfaat ekonomi. Pemkab tidak memaksakan konsep Waste to Energy, tetapi mengarahkan sampah agar dapat diolah menjadi produk bernilai.

“Saya kepenginannya zero waste untuk mendapatkan duit, dan itu sudah bisa kami lakukan meskipun belum seimbang,” ujarnya.

Menurutnya, biaya operasional pengelolaan sampah saat ini kurang dari Rp10 miliar, sementara hasil pengelolaan telah mencapai sekitar Rp2 miliar.

“Misal kita keluarnya Rp8 miliar, minimal masuk Rp8 miliar. Itu harapannya jadi zero waste,” katanya.

Sadewo menjelaskan, pilihan tersebut mempertimbangkan kebutuhan volume sampah dan biaya tipping fee pada konsep Waste to Energy. Banyumas memilih mengembangkan produk seperti RDF dan biomassa agar sampah memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi.

KDKMP, Pemkab Siapkan Dukungan Lahan

Terkait pembangunan KDKMP, Pemkab Banyumas menyatakan siap memberikan dukungan terutama dalam penyediaan lahan sesuai ketentuan dan peruntukannya.

“Kalau KDKMP kita hanya support saja ya di wilayah perkotaan. Lahan kemarin sudah kita diskusikan,” jelas Sadewo.

“Untuk lahan, tentu kami akan memberikan lahan apabila dimintai, kemudian persetujuan lahan yang memang peruntukannya bisa untuk dibangun,” katanya.

Rangkaian pesan seusai upacara tersebut mempertegas makna kemerdekaan di Banyumas: persatuan menjadi kekuatan, gotong royong menjadi jalan, pelayanan publik menjadi pengabdian, zakat menjadi kepedulian, dan kerja nyata menjadi bentuk syukur atas nikmat kemerdekaan.

Menghadapi era globalisasi dan digitalisasi, Sadewo mengajak seluruh masyarakat tetap teguh, adaptif dan berintegritas.

“Saya menyadari, langkah kita ke depan tidak akan lepas dari tantangan. Namun, dengan keteguhan tekad, semangat gotong royong, dan integritas diri, saya yakin kita mampu mengubah setiap tantangan menjadi peluang,” pungkasnya.

Dari kibaran Merah Putih di Alun-Alun Purwokerto, pesan kemerdekaan itu pun menemukan maknanya: bersatu dalam keberagaman, bergerak dalam gotong royong, berbagi melalui kepedulian, dan bekerja dengan ikhlas demi kemaslahatan masyarakat.

Api kemerdekaan bukan untuk dibiarkan padam setelah upacara selesai. Ia harus hidup dalam pelayanan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, ibadah, dan setiap langkah kecil yang menghadirkan manfaat bagi sesama.

Banyumas bersatu, kemerdekaan menyala. Guyub, rukun, gotong royong, bersama membangun Banyumas yang produktif, adil, dan sejahtera.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *