BST Bangkit! Pejuang Kehidupan Banyumas Kobarkan Asa untuk Keluarga

0

RTNews. Purwokerto – Di tengah gemerlap malam yang menyelimuti kawasan Jalan Bung Karno, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, semangat para pejuang kehidupan kembali menyala. Rabu malam (10/06/2026), dalam wawancara eksklusif bersama awak media, jajaran pengurus Paguyuban UMKM BST (Bank Street) menegaskan komitmen mereka untuk terus berjuang mencari nafkah secara halal demi keluarga, sekaligus menjaga denyut ekonomi kerakyatan di Kabupaten Banyumas.

Paguyuban yang berdiri pada 26 Juni 2022 tersebut saat ini dipimpin oleh Ardi Siswanto selaku Ketua, didampingi Waluyo sebagai Sekretaris, Suwatno sebagai Bendahara, dan Dwi Mugiono sebagai Koordinator Lapangan. BST menaungi 98 pedagang kuliner dan jasa serta 12 juru parkir yang setiap hari berikhtiar mencari rezeki demi keberlangsungan hidup keluarga mereka.

Ketua BST, Ardi Siswanto, menegaskan bahwa keberadaan paguyuban bukan semata-mata wadah berkumpul para pedagang, melainkan ruang perjuangan bersama untuk saling menguatkan dalam menghadapi tantangan kehidupan.

“Menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat memang membutuhkan perjuangan dan kesabaran. Kami hadir karena peduli terhadap sesama, khususnya masyarakat Banyumas. Harapan kami sederhana, bagaimana rakyat kecil dapat terus bekerja, berusaha, dan memperoleh kehidupan yang lebih baik,” tegas Ardi.

Menurutnya, para anggota BST adalah pejuang kehidupan yang setiap hari berangkat dengan doa, bekerja dengan keringat, dan pulang membawa harapan untuk anak serta keluarga yang menanti di rumah. Karena itu, BST berkomitmen menjaga kebersamaan, ketertiban, dan semangat gotong royong agar setiap anggota memiliki kesempatan untuk bertahan dan berkembang.

“Pedagang BST bukan mencari kemewahan. Kami berjuang untuk menyambung hidup, memenuhi kebutuhan keluarga, membiayai pendidikan anak, dan menjaga agar dapur tetap mengepul. Bagi kami, itu sudah menjadi nikmat dan anugerah yang patut disyukuri,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ardi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan optimisme, memperkuat persatuan, serta membangun Banyumas melalui kerja keras dan semangat kebersamaan.

“Hidup adalah perjuangan. Setiap langkah mencari nafkah adalah ibadah ketika diniatkan untuk keluarga dan kemaslahatan. Mari bangkit, mari saling menguatkan, dan jangan pernah menyerah pada keadaan. Selama masih ada ikhtiar dan doa, selalu ada harapan yang Allah SWT bukakan,” katanya penuh semangat.

Senada dengan itu, jajaran pengurus BST menyampaikan bahwa paguyuban akan terus menjadi rumah besar bagi para pelaku usaha kecil yang menggantungkan hidup dari sektor informal. Kebersamaan yang terjalin selama ini menjadi bukti bahwa persatuan mampu menghadirkan kekuatan untuk bertahan di tengah berbagai tantangan ekonomi.

Di bawah cahaya lampu malam Purwokerto, para pedagang BST terus melangkah dengan keyakinan yang tak pernah padam. Mereka bukan sekadar pencari nafkah, melainkan pejuang kehidupan yang sedang menulis kisah pengabdian bagi keluarga. Dengan doa sebagai penuntun, kerja keras sebagai jalan perjuangan, dan kebersamaan sebagai kekuatan, mereka terus menatap masa depan Banyumas yang lebih sejahtera, lebih berdaya, dan penuh keberkahan.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan