Doktor UIN SAIZU Purwokerto untuk Akhmad Saefudin

0

RTNews. Banyumas — Langit akademik di kampus Universitas Islam Negeri Prof KH Saifuddin Zuhri Purwokerto kembali memancarkan cahaya ilmu. Akhmad Saefudin, Pengasuh Rumah Tahfidz Ar-Raudhoh Parakan Onje, Karangsalam Kidul, Kedungbanteng, Banyumas, resmi meraih gelar doktor bidang Islamic Studies usai dinyatakan lulus dengan predikat A dalam Sidang Promosi Doktor Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto, Rabu (20/5/2026).

Sidang terbuka berlangsung khidmat dan penuh nuansa intelektual. Prosesi dipimpin langsung Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof Dr H Ridwan MAg, didampingi Sekretaris Sidang Prof Dr H Rohmat MAg MPd. Tim penguji terdiri dari Prof Dr H Syufa’at MAg, Dr H Chandra Warsito MSi, Dr Mursyid SAg MSI CIMMRIFA, Dr H Akhmad Faozan Lc MAg, Prof Dr Ahmad Dahlan MSi, serta Dr Ida Nurlaeli MAg.

Dalam sidang tersebut, Akhmad Saefudin mempertahankan disertasi berjudul “Modal Sosial Perempuan Jawa dalam Membangun Wirausaha Perspektif Ekonomi Islam (Studi di Jawa Tengah Wilayah Barat Daya)”. Penelitian itu menegaskan bahwa keberhasilan usaha perempuan Jawa tidak semata ditentukan modal finansial, melainkan juga kekuatan jaringan sosial, norma budaya, dan kepercayaan yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat.

“Melalui pendekatan kualitatif dengan melibatkan enam perempuan Jawa sebagai subjek penelitian, studi ini menemukan bahwa nilai-nilai budaya dan religius seperti kejujuran, kedisiplinan, kepatuhan, kesopanan, unggah-ungguh, serta birrul walidain menjadi intangible capital yang memperkuat kepercayaan dan menopang keberlanjutan usaha,” tegas Akhmad Saefudin.

Penelitian tersebut juga mengungkap rekonstruksi makna budaya Jawa, khususnya konsep konco wingking dan dadi wong. Perempuan Jawa, menurutnya, kini tidak lagi diposisikan sekadar dalam ruang domestik, tetapi menjadi figur penggerak ekonomi yang tetap berakar pada moralitas dan spiritualitas.

“Konco wingking dimaknai sebagai basis tanggung jawab moral yang mendukung aktivitas produktif, sedangkan dadi wong merupakan integrasi antara keberhasilan ekonomi dengan keteguhan nilai moral dan religius,” ujarnya.

Dari temuan itu, Akhmad Saefudin merumuskan model konseptual integratif yakni nilai, norma, kepercayaan, jaringan, keberlanjutan usaha, hingga kemaslahatan. Model tersebut disebut memperkuat perspektif Ekonomi Islam dalam praktik kewirausahaan perempuan Jawa.

Momentum sidang terbuka itu juga menjadi panggung peluncuran buku biografi berjudul Hj Chamdiyatun: Flowing Like Water (An Inspiring Biography). Buku tersebut mengangkat perjalanan hidup Hj Chamdiyatun, salah satu subjek penelitian yang dinilai merepresentasikan ketekunan, kesederhanaan, kepedulian sosial, dan spiritualitas perempuan Jawa.

Dalam biografi itu dikisahkan perjalanan Hj Chamdiyatun dari seorang bidan sederhana hingga mampu membangun rumah bersalin dan rumah sakit ibu dan anak. Sosoknya dipandang menjadi teladan bahwa kekuatan iman, kerja keras, dan kepedulian sosial mampu melahirkan kemaslahatan luas bagi masyarakat.

Akhmad Saefudin sendiri lahir di Purwokerto pada 12 Mei 1968. Ia menempuh pendidikan S-1 Linguistik di Universitas Sebelas Maret pada 1995 dan meraih gelar Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik di Universitas Indonesia tahun 2006 melalui beasiswa Bappenas.

Selain aktif sebagai ASN Pemkab Banyumas, ia juga dikenal sebagai penulis produktif di berbagai media nasional dan regional sejak 1991. Karya-karyanya banyak mengangkat biografi ulama, sosial keagamaan, hingga pembangunan masyarakat. Dalam perjalanan intelektual dan spiritualnya, ia pernah menimba ilmu di sejumlah pesantren seperti Pesantren Al-Ikhsan Beji, An-Nur Kedungbanteng, dan Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta.

Di ruang sidang itu, tepuk tangan para akademisi dan keluarga pecah mengiringi lahirnya seorang doktor baru. Sebuah perjalanan panjang yang bukan sekadar capaian akademik, melainkan ikhtiar menanamkan nilai ilmu, iman, dan kemaslahatan bagi umat dan peradaban.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan