Duka di Mina, Kloter SOC 76 Tunjukkan Solidaritas Tanpa Batas

0

 

RTNews. MAKKAH – Sebuah kabar duka menyelimuti jamaah haji Kloter SOC 76 di Tanah Suci. Ibu Wasirah (75), jamaah asal Desa Pasir Kidul, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, wafat di Mina pada 28 Mei 2026 setelah menjalani perawatan intensif akibat kondisi kesehatan yang menurun sejak berada di tenda Arafah.

Informasi itu  disampaikan Ketua Kloter SOC 76, Hj. Inung Siti Nur Hidayati, kepada awak media langsung dari Makkah melalui jaringan telpon, Ahad (31/05/2026).

Menurut Hj. Inung, sejak almarhumah mengalami gangguan kesehatan pada 25 Mei 2026, tim dokter dan tenaga kesehatan kloter terus memberikan pemantauan serta pelayanan medis secara maksimal hingga akhirnya dirujuk ke klinik kesehatan di Mina.

“Tim dokter dan tenaga kesehatan telah berupaya maksimal memberikan pelayanan dan pendampingan medis kepada almarhumah. Namun Allah SWT berkehendak lain. Ibu Wasirah wafat di Mina pada 28 Mei 2026,” tegas Hj. Inung.

Sebagai wujud ukhuwah dan kepedulian di tengah perjalanan suci menuju ridha Ilahi, seluruh jamaah dan petugas Kloter SOC 76 menggelar doa bersama serta menghimpun santunan duka. Dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp8,5 juta dan diserahkan kepada suami almarhumah, Yashudi, pada Ahad (31/05/2026) dalam suasana sederhana namun penuh haru dan kekeluargaan.

Mewakili seluruh jamaah dan petugas, Hj. Inung menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya almarhumah.

“Kami segenap keluarga besar Kloter SOC 76 menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah Ibu Wasirah memperoleh husnul khatimah, diampuni segala dosa-dosanya, diterima seluruh amal ibadahnya, serta ditempatkan di sisi Allah SWT dalam sebaik-baik tempat. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan,” ujarnya.

Di tengah suasana duka, semangat kebersamaan Kloter SOC 76 justru semakin terasa. Meski terdiri dari delapan KBIHU dengan latar belakang daerah yang beragam, jamaah tetap menunjukkan kekompakan, persaudaraan, dan harmoni yang kuat selama menjalankan ibadah haji.

“Kloter 76 meskipun terdiri dari delapan KBIHU tetap terasa kompak, selalu bersinergi, semakin kuat, dan harmonis. Sesuai jargon kami, ‘Kloter 76 Kompak, Bersinergi, Harmonis, Mangkat Bareng, Bali Bareng, Mabrur Bareng’,” ungkap Hj. Inung.

Hal senada disampaikan H. Luqman Chandra, jamaah Kloter SOC 76 yang bertugas di Balikpapan dan tergabung melalui KBIHU Al Multazam Cilacap. Menurutnya, keberagaman asal daerah dan latar belakang jamaah justru menjadi kekuatan yang menyatukan hati di bawah naungan ibadah kepada Allah SWT.

“Perbedaan asal daerah, profesi, dan latar belakang tidak menjadi penghalang. Justru di Kloter 76 kami merasakan persaudaraan yang kuat, saling membantu, dan saling menguatkan seperti keluarga sendiri,” katanya.

Sebagai bentuk penghormatan kepada almarhumah, jamaah Kloter SOC 76 juga rutin memanjatkan doa bersama setiap selesai salat Magrib di musala Hotel 511 Syad Al Musafir Rawda 1 dan Rawda 2. Lantunan doa yang mengalun dari Tanah Suci menjadi ikhtiar spiritual memohon rahmat, magfirah, dan tempat terbaik bagi almarhumah di sisi Allah SWT.

Wafatnya Hj.  Wasirah menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan penghambaan yang sarat perjuangan, kesabaran, dan pengorbanan. Di balik duka yang menyelimuti, Kloter SOC 76 memperlihatkan wajah haji yang sesungguhnya: persaudaraan yang tulus, kepedulian yang hidup, dan kebersamaan yang terus menguat hingga meraih harapan menjadi haji yang mabrur bersama.

(Warto Redaksi)

Tinggalkan Balasan