Jamaah Haji SOC 73 Prioritaskan Kesehatan Jelang Puncak Haji
RTNews. Banyumas — Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter SOC 73 Banyumas terus memperkuat perhatian terhadap kondisi jamaah melalui kegiatan visitasi dan pemantauan kesehatan secara langsung, Senin (18/05/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif agar seluruh jamaah mampu menjalankan rangkaian ibadah dengan sehat, tertib, dan penuh kekhusyukan.
Informasi tersebut disampaikan Ketua Kloter SOC 73, Dudiyono, kepada awak media melalui sambungan telepon. Ia menegaskan bahwa kesehatan menjadi kunci utama menghadapi fase puncak haji yang sarat aktivitas fisik dan tantangan cuaca ekstrem di Tanah Suci.
“Jamaah harus benar-benar menjadikan kesehatan sebagai prioritas utama. Jangan memaksakan diri, perbanyak istirahat, jaga pola makan dan minum, serta kurangi aktivitas yang tidak mendesak. Puncak haji membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang kuat,” tegas Dudiyono.
Di tengah lautan manusia yang berlabuh dalam panggilan suci Ilahi, semangat kebersamaan dan kepedulian antarsesama jamaah terus digaungkan. Dudiyono mengingatkan bahwa ibadah haji bukan hanya ujian kekuatan raga, tetapi juga keteguhan hati, kesabaran, dan persaudaraan.
“Kekompakan harus dijaga. Jamaah diminta saling membantu dan saling menguatkan. Di Tanah Suci, persaudaraan menjadi energi besar untuk menghadapi seluruh tahapan ibadah,” ujarnya penuh semangat.
Tim kesehatan Kloter SOC 73 yang terdiri dari dr. Miranti Probosini selaku dokter kloter dan Amin Ghoni Ghofur sebagai perawat kloter terus melakukan edukasi kesehatan kepada jamaah. Mereka mengingatkan pentingnya disiplin menjaga kondisi tubuh di tengah suhu tinggi dan aktivitas yang semakin padat menjelang Armuzna.
“Langkah sederhana seperti cukup istirahat, rutin minum air putih, menjaga asupan makanan, dan tidak memaksakan aktivitas berlebihan sangat menentukan kondisi jamaah saat puncak haji nanti,” ujar Amin Ghoni.
Sementara itu, pembimbing ibadah Sriyanto Rosyid mengingatkan seluruh jamaah agar memastikan pelaksanaan umrah wajib telah ditunaikan dengan baik sehingga jamaah dapat lebih tenang dan fokus memasuki tahapan ibadah berikutnya.
“Ketenangan hati dalam beribadah lahir dari kesiapan lahir dan batin. Karena itu jamaah perlu memastikan seluruh rangkaian ibadah dasar telah dilaksanakan dengan benar,” katanya.
Berdasarkan data Kloter SOC 73, total jamaah dan petugas berjumlah 360 orang, terdiri atas 164 laki-laki dan 196 perempuan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 147 jamaah merupakan lansia usia di atas 60 tahun.
Selain itu, terdapat 64 jamaah kategori risiko tinggi berat, 93 risiko sedang, dan 96 risiko ringan. Penyakit terbanyak yang dialami jamaah didominasi hipertensi, gangguan jantung, kolesterol, diabetes, dan obesitas. Sebanyak 18 jamaah juga membutuhkan bantuan kursi roda serta empat jamaah menggunakan alat bantu tongkat.
Meski demikian, kondisi umum jamaah dilaporkan aman dan terkendali sejak keberangkatan dari Bandara Adi Soemarmo Solo menggunakan penerbangan GA946 pada Jumat (16/05/2026), termasuk saat transit pengisian avtur di Bandara Kualanamu Medan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.
“Alhamdulillah hingga saat ini kondisi jamaah aman terkendali. Tidak ada kegawatdaruratan selama penerbangan dan tidak ada jamaah meninggal dunia,” ungkap Dudiyono.
Kloter SOC 73 saat ini menempati Hotel Durrat Asma di Sektor 9 Makkah dan Hotel Huda Taiba/Manar Aleiman di Sektor 5 Madinah. Dengan sinergi kuat antara petugas kloter, tim kesehatan, dan pembimbing ibadah, jamaah diharapkan mampu menjalani puncak ibadah haji dengan penuh kesehatan, kekuatan, serta meraih haji yang mabrur dan penuh keberkahan.
(Warto//Redaksi)

