Nasihat Gus Lukman, IJTABA Banyumas Bukan Tandingan, Melainkan Ikatan Hati untuk Umat

0

RTNews. PURWOKERTO – Suasana penuh berkah dan kesejukan menyelimuti Pendopo Si Panji, Purwokerto, saat keluarga besar Ikatan Jam’iyyah 17 Anak Cabang Muslimat NU (IJTABA) Kabupaten Banyumas resmi dikukuhkan, Ahad Kliwom (12/07/2026).

Pertemuan ini bukan sekadar seremonial biasa, melainkan momentum bertemunya hati dan tekad untuk bersama-sama merajut khidmah yang tulus bagi kemaslahatan umat.

Dalam petuah indahnya, Gus Lukman mengajak seluruh hadirin untuk merenungi kembali arti mendalam di balik nama IJTABA. 

Mengutip penjelasan yang disampaikan oleh Nyai Ani Solihah Mufarih, beliau mengingatkan bahwa ikatan ini membawa pesan langit yang begitu mulia, yakni disadur dari Surah An-Nahl ayat 121 (Ijtabahu wa hadahu ila siratim mustaqim).

“Mendengar penuturan Nyai Ani, hati kita tergetar. IJTABA bukanlah sekadar sebuah singkatan nama. Nama ini adalah doa, diambil dari kisah Nabi Ibrahim AS yang dipilih oleh Allah SWT karena keluhuran rasa syukurnya, hingga beliau dikasihi oleh Allah (Khalilullah). Atas dasar satu rasa, satu gerakan, dan kesamaan pola pikir nilah ikatan ini lahir, bukan untuk bersaing atau menjadi tandingan, melainkan untuk memperkuat barisan kaum ibu Muslimat agar kehadirannya semakin dirasakan sebagai berkah dan kasih sayang bagi sesama.” Ungkapnya.

Lebih lanjut, sebuah pesan humanis yang menyentuh kalbu disampaikan melalui tamsil Al-Qur’an (Surah An-Nahl ayat 66) tentang keteguhan sikap hidup. Gus Lukman mengibaratkan ketulusan dalam ikatan ini seperti filosofi seekor sapi yang senantiasa mengonsumsi rumput, namun atas kuasa Allah SWT mampu mengalirkan air susu yang murni, bersih, dan menyehatkan bagi siapa saja.

“Di tengah dinamika kehidupan dunia yang kadang melelahkan dan penuh warna ini, mari kita jaga kesucian niat dan kewarasan hati. Di mana pun Ibu-Ibu berada, baik saat mengasuh keluarga di rumah, berdampingan di lingkungan tetangga, hingga berkumpul dalam ikatan IJTABA ini, tetaplah menjadi susu murni.”

“Jadilah pribadi yang murni, yang selalu membawa kesegaran, kedamaian, dan manfaat nyata, tanpa terpengaruh oleh hal-hal keruh di sekitar kita,” harapnya dengan penuh kelembutan.

Melalui momentum pengukuhan yang khidmat ini, IJTABA Banyumas kini siap melangkah bersama. Bukan sebagai sebuah wadah yang kaku, melainkan sebagai sebuah keluarga besar yang saling merangkul, menjaga kewarasan, dan istiqomah menebar kebaikan yang murni dari hati untuk umat.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan