Perisai BPJAMSOSTEK Sosialisasi kepada UMKM BST, Langsung Daftar

0

RTNews. PURWOKERTO -“Semangat perlindungan bagi para pejuang kehidupan menggema dari Sekretariat UMKM BST (Bank Street) Jalan Bung Karno, Purwokerto, Jumat malam (12/06/2026). Ketua, pengurus harian, para koordinator lapangan, serta koordinator pedagang dari Kedungwuluh, Kranji, Pasirmuncang, Tanjung, dan wilayah sekitarnya antusias mengikuti sosialisasi kemanfaatan Program BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) yang disampaikan oleh Perisai BPJS Ketenagakerjaan Purwokerto Barat.

Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan tersebut menjadi ruang edukasi bagi para pedagang, juru parkir, pengamen, relawan, dan pekerja informal yang setiap hari berjuang menjemput rezeki halal demi keluarga. Melalui sosialisasi ini, peserta diajak memahami pentingnya perlindungan sosial ketenagakerjaan sebagai bekal menghadapi risiko yang tidak pernah diketahui kapan datangnya.

Ketua UMKM BST Ardi Siswanto menyambut baik kegiatan tersebut. Berkat hubungan komunikasi dan persahabatan yang telah lama terjalin dengan salah satu Perisai BPJS Ketenagakerjaan Purwokerto Barat, edukasi mengenai manfaat perlindungan sosial akhirnya dapat hadir lebih dekat kepada keluarga besar BST.

“Anggota BST adalah pejuang kehidupan. Mereka bekerja dari pagi hingga malam demi keluarga. Karena itu, kami sangat bersyukur mendapatkan kesempatan memahami manfaat BPJS Ketenagakerjaan agar para anggota bisa bekerja lebih tenang dan memiliki perlindungan untuk dirinya maupun keluarganya,” ujar Ardi.

Suasana diskusi berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan mengalir dari peserta mengenai Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), hingga Jaminan Hari Tua (JHT), termasuk manfaat yang diterima, risiko yang ditanggung, perlindungan bagi ahli waris, serta prosedur klaim. Seluruh pertanyaan dijawab secara lugas dengan contoh-contoh nyata yang mudah dipahami.

Perisai BPJS Ketenagakerjaan menjelaskan bahwa dengan iuran Rp16.800 per bulan, pekerja informal sudah memperoleh perlindungan JKK dan JKM. Perlindungan tersebut mencakup biaya pengobatan akibat kecelakaan kerja sesuai kebutuhan medis, santunan kematian, bantuan biaya pemakaman, hingga beasiswa pendidikan bagi anak sesuai ketentuan yang berlaku. Perlindungan akan semakin lengkap apabila ditambah Program Jaminan Hari Tua (JHT) sebagai tabungan masa depan.

“Ibarat membeli payung, jangan menunggu hujan turun. Ketika hujan datang, payung itulah yang melindungi kita. Begitu pula BPJS Ketenagakerjaan, perlindungan dipersiapkan sebelum musibah datang,” terang Perisai BPJS Ketenagakerjaan.

Sebagai bukti kemudahan pendaftaran, malam itu seorang tokoh muda pelaku UMKM dari Pasirmuncang, Elias Patty, langsung mendaftarkan diri sebagai peserta. Dalam waktu singkat, e-kwitansi pembayaran iuran tiga bulan dan e-kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk Program JKK dan JKM berhasil diterbitkan.

Salah seorang peserta, tokoh muda pelaku UMKM dari Kranji, Soni, mengaku sangat bersyukur atas kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi itu memberikan pemahaman baru bahwa perlindungan ketenagakerjaan bukan hanya untuk pekerja kantoran, tetapi juga sangat penting bagi pelaku UMKM dan pekerja mandiri.

“Malam ini kami mendapatkan pencerahan yang luar biasa. Dengan iuran yang terjangkau ternyata manfaatnya sangat besar. Semangat kerja keras bebas cemas benar-benar terasa. Insyaallah dalam waktu dekat akan kami tindak lanjuti agar semakin banyak anggota UMKM di paguyuban kami menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.

Malam itu para peserta pulang dengan wawasan baru dan keyakinan yang semakin kuat. Mereka menyadari bahwa kerja keras adalah jalan mencari rezeki, sedangkan perlindungan adalah ikhtiar menjaga masa depan. Sebab setiap pejuang kehidupan berhak bekerja dengan tenang, terlindungi dari risiko, dan menatap hari esok dengan penuh harapan bersama keluarga tercinta.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan