Seorang Ibu di Banyuwangi Tewas Dianiaya Anak Kandung, Diduga Pelaku Alami Depresi

0

RTNews. BANYUWANGI – Peristiwa pembunuhan terjadi di wilayah Kabupaten Banyuwangi, tepatnya Lingkungan Kampung Baru Lampon, Dusun Ringinsari, Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, pada Selasa (31/3/2026)

Sekitar pukul 01.00 WIB, seorang wanita lanjut usia bernama Suratun (65) meninggal dunia setelah diduga dianiaya oleh anak kandungnya sendiri, Adi Setiawan (31)

Kepala Polsek Pesanggaran, Polresta Banyuwangi, Kompol Maskur menjelaskan bahwa kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh Dalim, tetangga korban. Saat itu, Dalim mendengar suara keributan disertai teriakan minta tolong dari dalam rumah Suratun. Setelah mendengar teriakan tersebut, Dalim langsung keluar rumah untuk mengecek situasi. Sesampainya di depan rumah korban, ia melihat dua orang penghuni rumah sudah tergeletak bersimbah darah,” ujar Kompol Maskur. Tak lama kemudian, Dalim mendengar suara dari dalam rumah dan melihat seseorang mendekat sambil membawa senjata tajam berupa parang dan pisau. Orang tersebut diketahui adalah Adi Setiawan, anak korban sendiri.

Merasa terancam, Dalim memilih melarikan diri untuk meminta bantuan warga sekitar serta anggota piket jaga Pos Marinir Lampon. Setelah pelaku berhasil diamankan, warga bersama petugas segera memeriksa kondisi para korban. Suratun diketahui telah meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sementara itu, korban lain bernama Dedi mengalami luka parah dan langsung dilarikan ke RS Pesanggaran sebelum akhirnya dirujuk ke RS Al Huda Genteng untuk penanganan lebih lanjut.

Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu bilah parang, satu pisau, dan satu batang kayu. Berdasarkan keterangan sementara, pelaku pembunuhan diduga mengalami depresi sejak bercerai dengan istrinya sekitar tiga hingga empat tahun lalu. Saat ini, Adi Setiawan telah diamankan di Polsek Pesanggaran untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap secara pasti motif di balik peristiwa tragis tersebut.

Ed : Herman Soetiady

Tinggalkan Balasan