Stok Cadangan Beras Pemerintah Melimpah, Bukti Nyata Kontribusi Petani pada Negeri”
Oleh: Hasan Munadi, S.Pd. (Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Cianjur)
RTNews. Cianjur – Tanpa pangan tak ada kemerdekaan dan kedamaian” (Prabowo Subianto), statment demikian tentunya bukan tanpa maksud dan tujuan. tentu presiden menaruh harapan besar terhadap sektor pertanian agar dapat teroptimalisasi semua potensi sumber daya alam yang melimpah di negeri ini untuk sebesar besarnya kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.
Presiden prabowo subianto sangat serius terhadap sektor pangan, pada tanggal 7 januari tahun 2026 secara resmi mengumumkan capaian swasembada pangan saat panen raya di karawang, jawa barat. capaian tersebut bukan dihasilkan dari hal yang mudah tentunya, presiden prabowo melahirkan berbagai kebijakan yang pro terhadap petani, mulai dari pemberian benih berkualitas secara gratis, pupuk bersubsidi, bantuan alat dan mesin pertanian, hingga kebijakan Harga Pembelian Pemerintah Gabah Kering Panen (HPP GKP) padi dan jagung.
Ketahanan pangan bukan hanya menjadi slogan, di era pemerintahan presiden prabowo subianto ketahanan pangan yang melahirkan swasembada pangan itu menjadi keniscayaan. pada tahun 2026 ini presiden prabowo subianto telah menerbitkan inpres Nomor 4 Tahun 2026 Tentang Pengadaan dan Pengelolaan gabah/beras dalam negeri serta penyaluran cadangan beras pemerintah tahun 2026-2029, dalam inpres ini jelas bahwa pemerintah melalui penugasan terhadap lembaga terkait dalam hal ini BULOG menegaskan kepastian harga beli pemerintah dengan harga 6.500 / kg Gabag Kering Panen untuk padi di petani dengan target paling sedikit 4.000.000 ton setara beras, artinya ada kemungkinan lebih.
Kita dapat temui baik dari media maupun secara langsung mendatangi gudang gudang bulog diberbagai wilayah, stok beras sangat melimpah, bahkan sudah lebih dari 5 Juta Ton. Tentunya stok beras yang tersimpan di gudang ini semoga dapat tetap terjaga secara kualitasnya dengan tata kelola dan manajerial yang profesional sehingga ketika beras itu di distribusikan kepada masyarakat baik melalui saluran bantuan pangan, maupun saluran lainnya sesuai peraturan yang berlaku terjamin kualitasnya sehingga tidak mencederai niat baik bapak presiden untuk memenuhi kebutuhan hajat hidup orang banyak melalui asta citanya yang telah ditargetkan.
Produktifitas petani di ladang dan sawah sawah, petani sebagai penyangga tatanan negara indonesia tentu memiliki peranan penting terhadap nasib kehidupan suatu bangsa, semua kebutuhan pangan lahir dari keringat para petani yang tak henti berproduksi mengolah lahan hingga menghasilkan hasil panen untuk dapat memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.
Kini petani tidak perlu khawatir akan benih, pupuk, alat mesin pertanian, akses pasar dan lain sebagainya, dengan dukungan pendampingan sumberdaya manusia penyuluh pertanian dilapangan tentu petani dapat langsung mangakses berbagai program dukungan terhadap peningkatan produktifitas pengolahan lahan sehingga hasil panen meningkat.
Petani sebagai ujung tombak lahirnya swasembada pangan, petani bekerja dengan ikhlas menjadi garda terdepan, mulai dari mengolah tanah, merawat tanaman, memupuk harapan, hingga memastikan hasil panen berkualitas, kini petani semoga tidak dibayangi oleh kerugian.
Tentu dengan sinergitas berbagai pihak dan stakholder terkait agar dapat terus mengawal dan memastikan dukungan terhadap kepastian berjalannya berbagai program yang telah dicanangkan sehingga capaian swasembada pangan yang berkelanjutan dapat tercapai agar dapat memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri dan berbanding lurus dengan meningkatnya kesejahteraan petani.
(Budi //ZL)

