Tarawih Keliling MA Al Falah Jatilawang, Syiar Ramadan Menggema Satukan Iman dan Masa Depan

0

RTNews. Banyumas – MA Al Falah Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah, kembali menggelorakan Syiar Ramadan 1447 H melalui program Tarawih Keliling yang dilaksanakan sebanyak 10 kali selama bulan suci. 

Kegiatan ini digelar setiap malam selepas salat Isya dengan menyambangi sejumlah masjid di wilayah Kecamatan Jatilawang dan Kecamatan Wangon, khususnya Desa Pengadegan. 

Program ini menjadi agenda rutin tahunan sebagai bentuk penguatan peran madrasah di tengah masyarakat sekaligus mempererat hubungan kelembagaan dengan pemerintah, tokoh agama, dan warga setempat.

Para Bapak Guru MA Al Falah Jatilawang hadir secara bergiliran di setiap lokasi, memimpin salat tarawih berjamaah serta menyampaikan tausiyah yang menyejukkan. 

Kehadiran mereka disambut hangat oleh takmir masjid dan masyarakat yang antusias mengikuti rangkaian ibadah. Itu semua yang disampaikan humas Mafala kepada awak media, Kamis siang  (26/02/2026).

Momentum ini menjadi ruang pertemuan spiritual yang sarat makna, memperkokoh ukhuwah Islamiyah dalam suasana Ramadan yang penuh berkah.

Kepala MA Al Falah Jatilawang, H. Amir Mahmud, menegaskan, 

“Melalui Tarawih Keliling ini, kami ingin mempererat tali silaturahmi antara madrasah, pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat. Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperkuat iman dan kebersamaan.”

Ia juga menambahkan dengan penuh harap, “Kami berharap kehadiran Bapak-Bapak Guru di tengah masyarakat dapat membawa manfaat, menambah semangat ibadah, serta menjadi sarana dakwah yang menyejukkan.” 

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen madrasah dalam membangun kolaborasi harmonis berbasis nilai-nilai keislaman.

Selain sebagai sarana ibadah dan silaturahmi, Tarawih Keliling juga dimanfaatkan sebagai momentum sosialisasi program keterampilan unggulan madrasah.

MA Al Falah Jatilawang memiliki program keahlian Teknik Sepeda Motor, Teknik Komputer dan Jaringan, Akuntansi, serta Tata Busana. 

Melalui pengenalan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami potensi dan keunggulan madrasah dalam membekali peserta didik, tidak hanya dengan ilmu agama, tetapi juga keterampilan vokasional yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Dengan demikian, Tarawih Keliling tidak sekadar menjadi agenda seremonial Ramadan, melainkan gerakan nyata yang menyatukan iman, ilmu, dan masa depan. 

Doa-doa yang dipanjatkan, langkah dakwah para guru yang menyapa jamaah dari masjid ke masjid, serta semangat kebersamaan yang terbangun menjadi penegasan harapan, lahirnya generasi berakhlak, terampil, dan siap menatap hari esok dengan keyakinan dan keberkahan.

(Kontributor : Djarmanto-YF2DOI//Redaksi)

Tinggalkan Balasan