SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto Sulap Sampah Jadi Berkah
RTNews. Purwokerto || Di tengah riuh aktivitas sekolah, anggota PMR Wira SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto menorehkan teladan indah tentang kepedulian, kreativitas, dan semangat kemanusiaan. Melalui program pengelolaan sampah plastik yang dimulai sejak awal semester, botol dan gelas bekas minuman disulap menjadi sumber dana bagi kegiatan sosial dan kesehatan PMR. Kamis (06/08/2026).
Program ini tidak sekadar menjaga kebersihan lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan nilai kemandirian dan edukasi daur ulang. Para anggota PMR membuat tempat sampah khusus secara mandiri, lalu menempatkannya di sejumlah titik strategis untuk menampung sampah plastik warga sekolah.
Sampah yang terkumpul dipilah secara teliti menjadi tiga bagian, yaitu tutup botol, label plastik, dan badan botol atau gelas utama. Pemilahan ini dilakukan agar memenuhi standar pengepul sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi. Hasil penjualannya dikelola secara transparan untuk pengadaan perlengkapan medis, subsidi kegiatan sosial, serta pengembangan kapasitas anggota PMR.
Pembina PMR Wira, Darsiti, menyampaikan rasa bangga atas perubahan positif para siswa. “Dari latihan rutin sampai pelayanan kesehatan di sekolah seperti pengukuran tekanan darah dan pembagian tablet tambah darah, saya melihat banyak perubahan. Dari yang awalnya malu-malu, sekarang sudah berani tampil, mampu bekerja sama saat evakuasi korban, dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi,” tegasnya.
Darsiti menilai nilai kesetiakawanan, kepemimpinan, dan jiwa kemanusiaan telah tumbuh kuat dalam diri para anggota PMR. “PMR Wira adalah ujung tombak gerakan kepalangmerahan remaja. Teruslah berlatih, belajar, dan berkontribusi demi masyarakat dan teman sebaya yang lebih baik,” pungkasnya.
Pembina PMR lainnya, Wiedy Prasetyani, menegaskan bahwa program ini mengandung filosofi kehidupan yang mendalam. “Hal-hal kecil yang sering dianggap sampah, jika dikelola dengan ketulusan dan kerja keras, mampu berubah menjadi sesuatu yang bernilai tinggi. Saya bangga menyaksikan proses pendewasaan, kekompakan, dan kepekaan sosial yang mereka tunjukkan,” ujarnya.
Ketua PMR Wira, Rara Adelia Saputri, menekankan bahwa kegiatan bank sampah merupakan implementasi nyata Tri Bakti PMR.
“Kami belajar bahwa kemanusiaan tidak hanya menolong manusia yang terluka, tetapi juga bagaimana menyembuhkan bumi yang menderita akibat ego manusia,” katanya tegas.
Rara juga mengajak seluruh warga sekolah menjaga konsistensi dalam memilah sampah dengan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle.
“Lingkungan yang kotor adalah hulu dari berbagai penyakit. Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi garda terdepan dalam pengelolaan sampah yang bijak demi sekolah yang sehat, bersih, dan hijau,” tutupnya.
Melalui aksi sederhana namun penuh makna ini, PMR SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto kembali membuktikan bahwa generasi muda dapat menjadi cahaya harapan: kreatif dalam berkarya, mandiri dalam bergerak, dan tulus mengabdi untuk sesama serta kelestarian bumi sebagai amanah dari Allah SWT.
(Redaksi)
