Ahad Pon Bergelora Muslimat NU Karanglewas Padati Pasir Lor Demi Agama, Bangsa dan Surga

0
IMG-20260809-WA0109

RTNews. Purwokerto || Lebih dari 3000 jamaah Muslimat Nahdlatul Ulama memadati halaman Madrasah Al-Ittihaad 2 Pasir Lor, Kecamatan Karanglewas, Banyumas, Jawa Tengah, Ahad (09/08/2026), dalam Pengajian Rutin Ahad Pon PAC Muslimat NU Karanglewas yang berlangsung khidmat, semarak, dan penuh nuansa religius.

Kegiatan mengusung tema “Peran Muslimat sebagai Madrasatul Ula untuk Menanamkan Cinta Tanah Air dan Nilai Agama Sejak Dini” serta disiarkan langsung melalui kanal YouTube : https://www.youtube.com/live/Wde6Um2fwtE?si=Dx9Rsezv2PR6dhQ0

Suara hadroh, lantunan Asmaul Husna, tahlil, dan shalawat mengawali majelis yang dihadiri jajaran PAC Muslimat NU, MWC NU Karanglewas, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah desa, serta jamaah dari 20 ranting Muslimat se-Kecamatan Karanglewas dan sebagian jamaah dari Purwokerto Barat.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Muslimat NU Ranting Pasir Lor, Siti Masiroh, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu terselenggaranya acara, khususnya keluarga besar Madrasah Al-Ittihaad 2 Pasir Lor.

“Majelis ini adalah majelis penuh barokah. Semoga Allah membalas semua kebaikan para dermawan, pengurus, dan jamaah yang telah membantu terlaksananya pengajian ini,” tegas Siti Masiroh.

Dalam laporan kegiatan, ia menyebut Muslimat Ranting Pasir Lor memiliki tiga majelis taklim aktif dan berbagai program pendidikan, sosial, serta ekonomi. Pada Muharram 2026, Muslimat Pasir Lor berhasil menyalurkan santunan kepada 138 anak yatim dan 102 dhuafa, dengan penghimpunan dana mencapai Rp75.138.000 dan meraih peringkat pertama se-Kecamatan Karanglewas.

Ketua PAC Muslimat NU Karanglewas, Surtinah, menegaskan bahwa Muslimat bukan sekadar organisasi perempuan, melainkan madrasah pertama bagi lahirnya generasi beriman dan cinta tanah air.

“Muslimat adalah madrasatul ula. Dari tangan ibu-ibu, masa depan bangsa dipertaruhkan. Jangan pernah berhenti mengaji, berkhidmat, dan menanamkan agama serta cinta Indonesia kepada anak-anak sejak dini,” tegas Surtinah.

Ia juga mengajak seluruh ranting memperkuat kapasitas kepemimpinan melalui program upgrading organisasi dan mengumumkan kolaborasi sosial dengan Yayasan Amal Mata Indonesia yang menyediakan pemeriksaan mata gratis bagi 100 jamaah lebih.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Karanglewas, Kiai Nardi Zaenurrohim, mengapresiasi semangat jamaah yang dinilainya semakin semarak dan istiqamah dalam menghadiri pengajian Ahad Pon.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya untuk kebahagiaan dunia, tetapi untuk menyiapkan bekal akhirat. Istiqamah dalam majelis ilmu adalah tanda cinta kepada Allah dan Rasul-NYA,” ujar Kiai Nardi.

Ia juga mengajak jamaah mendukung pembangunan Gedung MWC NU Karanglewas yang kini telah mencapai sekitar 90 persen penyelesaian bagian atas.

Sementara itu, Juli Krisdianto, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah sekaligus keluarga besar Madrasah Al-Ittihaad 2 Pasir Lor, menyoroti tantangan pendidikan anak di era media sosial.

“Di tangan ibu-ibulah masa depan bangsa ini dipertaruhkan. Jangan sampai media sosial lebih banyak mendidik anak-anak kita daripada orang tuanya sendiri,” kata Juli Krisdianto.

Ia mendorong Muslimat memanfaatkan media sosial secara produktif untuk dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi keluarga, bukan sekadar konsumsi dan hiburan.

Pesan paling menyentuh disampaikan Nyai Hj. Tsumanah Hisyam, Pengasuh Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy Lil Huffaz Leler Randegan, Kebasen. Dengan gaya khas yang hangat dan penuh hikmah, ia mengingatkan bahwa menghadiri majelis taklim menghadirkan empat anugerah: ketenangan hati, curahan rahmat, kepungan malaikat, dan kebanggaan di hadapan Allah.

“Jangan pernah berhenti mengaji. Tidak ada kebaikan pada kebaikan yang tidak diteruskan. Muslimat harus santun, tawadhu, lemah lembut, hatinya welas asih, dan tangannya gemar memberi,” pesan Nyai Hj. Tsumanah Hisyam.

Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki peran besar dalam menjaga agama, keluarga, dan peradaban, serta mengajak jamaah meneladani Khadijah, Fatimah, Maryam, dan Asiah sebagai sosok perempuan ahli surga.

Tokoh agama, Tokoh Masyarakat dan Ketua Pengurus Madrasah Al-Ittihaad 2 Pasir Lor, K.H. M. Ali Sodikin (Mbah Sod), mengaitkan semangat pengajian dengan makna kemerdekaan dan perjuangan ulama dalam melahirkan bangsa Indonesia.

“NU bukan penonton sejarah bangsa ini, tetapi bagian dari yang melahirkan dan mengawal kemerdekaan. Mari isi kemerdekaan dengan iman, takwa, ilmu, dan persatuan,” tegas K.H. M. Ali Sodikin.

Pengajian ditutup dengan doa bersama, shalawat, dan harapan agar Muslimat NU Karanglewas terus menjadi cahaya bagi keluarga, masyarakat, agama, dan bangsa. Dari Pasir Lor, gema shalawat dan semangat pengabdian kembali diteguhkan: mengaji, berkhidmat, dan menebar kasih sayang demi keselamatan dunia dan akhirat.

Ketua Panitia Siti Masiroh kepada awak media menyampaikan,” bahwa semangat sedekah jamaah pada Pengajian Ahad Pon di Pasir Lor sangat luar biasa. Dari penggalangan dana melalui sajadah/sorban terkumpul sekitar Rp 4 juta lebih.

Selain itu, kotak infak internal ranting terkumpul Rp2.335.000, sedangkan kotak infak umum terkumpul Rp2.150.000 yang dibagi untuk PAC Muslimat NU Karanglewas Rp1.050.000 dan Muslimat NU Ranting Pasir Lor Rp1.100.000.

“Seluruh dana ini adalah amanah jamaah yang akan dikelola secara terbuka untuk mendukung dakwah, pendidikan, sosial, dan perjuangan NU. Semoga menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi para donatur,” tegas Siti Masiroh.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *