Kadar Garam Sungai Martapura Banjarmasin Capai 1.233 PPM, Warga Mulai Rasakan Air Asin

0
IMG-20260821-WA0038

RTNews. BANJARMASIN – Air Sungai Martapura di Banjarmasin terasa payau hingga asin selama hampir dua pekan terakhir.

Kondisi tersebut terjadi saat debit sungai terus menurun akibat musim kemarau. Akibatnya, air laut masuk ke aliran Sungai Martapura dan meningkatkan kadar garam.

Kondisi air asin juga dirasakan warga di Jalan Teluk Tiram, Kecamatan Banjarmasin Barat. Warga masih menggunakan air sungai untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan kakus.

Salah seorang warga, Irma, mengatakan perubahan rasa air sungai sudah berlangsung hampir dua pekan.

Kondisi serupa juga terdeteksi di Intake Sungai Bilu yang menjadi salah satu sumber air baku PAM Bandarmasih. Pada Jumat (21/8/2026) pagi, kadar garam di lokasi mencapai 1.233 (PPM)

Pada saat yang sama, ketinggian air sungai tercatat sekitar 2 meter 76 sentimeter. Kadar garam tersebut meningkat saat air sungai mulai surut.

Direktur Utama (PAM) Bandarmasih, Zulbadi, mengatakan kadar garam di atas 1.000 (PPM) mulai terdeteksi sejak pukul 03.00 WITA.

Di atas 1.000 (PPM) mulai terdeteksi sejak pukul tiga dini hari, saat air sungai mulai surut,” ujar Zulbadi. Untuk mengatasi kondisi tersebut, (PAM) Bandarmasih mengurangi operasional pompa di (IPA) 1. Saat ini, hanya satu pompa yang beroperasi.

Selain itu, (PAM) Bandarmasih mencampur air dari Sungai Bilu dengan air dari (IPA)1. Langkah tersebut bertujuan menekan kadar garam sebelum air masuk ke sistem produksi.

Zulbadi meminta masyarakat menghemat penggunaan air selama kondisi air baku masih darurat. Warga juga diminta menyiapkan tandon, ember, atau wadah penampungan air.

(Ed : Herman Soetiady)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *