Diduga Tak Sesuai Spek, Pembangunan SDN 84 Krui Rp882 Juta Disorot

0
IMG-20260825-WA0025

RTNews. PESISIR BARAT – Pembangunan SDN 84 Krui, Kabupaten Pesisir Barat,Lampung yang menelan anggaran sekitar Rp882 juta, menjadi sorotan. Proyek yang semestinya menghasilkan bangunan pendidikan berkualitas dan dapat digunakan dalam jangka panjang itu diduga tidak sepenuhnya sesuai dengan spesifikasi pekerjaan.
Pantauan awak media pada Rabu (12/8/2026) di lokasi pembangunan menunjukkan sejumlah kondisi fisik bangunan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius. Pelaksanaan pekerjaan di lapangan bahkan terkesan belum mencerminkan kualitas pembangunan gedung sekolah yang diharapkan dari penggunaan anggaran negara.

 

 

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai standar material yang digunakan dan teknis pelaksanaan pekerjaan yang dalam pembangunan.
Seorang sumber yang meminta identitasnya tidak disebutkan menilai pembangunan sarana pendidikan seharusnya tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan, tetapi juga mengutamakan mutu dan ketahanan bangunan.
“Anggaran pendidikan bersumber dari uang rakyat. Seharusnya pembangunan menghasilkan gedung yang berkualitas dan tahan lama, bukan sekadar mengejar selesainya proyek,” ujarnya.

Sorotan terhadap pembangunan tersebut semakin menjadi perhatian karena SDN 84 Krui diketahui hingga kini belum memiliki kepala sekolah definitif.
“Pak kepala sekolah masih PLT. Beliau mungkin masih mengajar di SMP tempat lain,” kata salah seorang guru di sekolah tersebut.
Kondisi itu dinilai perlu menjadi perhatian, terutama terkait optimalisasi pengawasan terhadap berbagai kegiatan pembangunan yang berlangsung di lingkungan sekolah.
Publik berharap pihak terkait tidak menutup mata terhadap persoalan tersebut. Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat melalui dinas teknis diminta turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap kualitas pekerjaan dan kesesuaian material dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.
Pemeriksaan dinilai penting dilakukan sebelum seluruh proses pembayaran atau pencairan anggaran diselesaikan, sehingga potensi persoalan kualitas maupun ketidaksesuaian pekerjaan dapat diketahui sejak dini.
Sebab, pembangunan sekolah bukan sekadar pekerjaan fisik. Gedung tersebut merupakan bagian dari investasi jangka panjang bagi dunia pendidikan dan akan digunakan oleh para siswa dalam proses belajar.
Jika kualitas bangunan tidak menjadi perhatian utama, maka anggaran besar yang dikucurkan negara dikhawatirkan tidak memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik.

Kepala SDN 84 Krui Tommy Ricardo telah beberapa kali dihubungi awak media untuk memperoleh klarifikasi terkait pembangunan tersebut. Konfirmasi dilakukan melalui pesan WhatsApp dan panggilan telepon pada 12 dan 13 Agustus 2026. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan maupun membalas pesan yang disampaikan.

Demikian pula saat hendak ditemui di SMPN 16 Krui, tempat lain Ia menjalankan tugas sebagai guru. Dari informasi yang didapat ditempat itu Tomy memang mengajar mata pelajaran olahraga dalam satu pekan ada dua hari ia mengajar di sekolah itu. “Kalau sekarang pak Tomy gak ada di sekolah mungkin mengajar di sekolah yang ia pimpin,” kata seorang pegawai di dalam komplek sekolah itu, Senin 24 Agustus 2026.

 

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *