Langit Mengangkasa, UMKM Melaju! Festival Layang-Layang Guncang Rempoah
RTNews. BANYUMAS || Langit Desa Rempoah, Kecamatan Baturraden, Banyumas, bersiap dihiasi warna-warni layang-layang sekaligus denyut geliat ekonomi masyarakat. Festival Layang-Layang Nusantara 2026 akan digelar selama dua hari, Sabtu–Minggu, 29–30 Agustus 2026, di kawasan Aula Balai Desa dan Lapangan Rempoah.
Panitia kegiatan, Edy Ramanto, mengatakan festival tersebut tidak sekadar menghadirkan hiburan dan perlombaan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, kreativitas, kepedulian lingkungan serta promosi bagi pelaku UMKM di wilayah Baturraden dan sekitarnya.
“Festival ini bukan hanya tentang layang-layang. Kami ingin tradisi, kreativitas, kepedulian lingkungan dan UMKM lokal dapat tumbuh bersama dalam suasana guyub dan penuh kegembiraan,” tegas Edy Ramanto kepada awak media, Selasa (25/08/2026).
Salah satu agenda utama adalah Lomba Layangan Aduan, Sabtu (29/08/2026). Pendaftaran dilakukan di Balai Desa Rempoah dengan biaya Rp10.000. Panitia menyediakan senar pertandingan. Juara pertama berhak memperoleh hadiah Rp750.000 plus sertifikat dan trofi, juara kedua Rp500.000 plus sertifikat dan trofi, sedangkan juara ketiga Rp250.000 plus sertifikat dan trofi.
Selain itu, festival menghadirkan Lomba Kreasi Layangan dari Limbah Plastik. Peserta dikenai biaya/tiket Rp5.000 dengan hadiah Rp500.000 untuk juara pertama, Rp350.000 untuk juara kedua dan Rp200.000 untuk juara ketiga. Masing-masing pemenang memperoleh sertifikat dan trofi.
Untuk menjaga pertandingan tetap aman, sportif dan tertib, panitia menetapkan sejumlah aturan. Pertandingan layangan aduan berlangsung maksimal tujuh menit. Setiap joki maksimal bermain lima kali dan tidak diperbolehkan mengganti joki. Layangan wajib berukuran 54–58 sentimeter, menggunakan bahan bambu dan dilarang menggunakan arku fiber.
Peserta juga wajib menjaga keselamatan dan kebersihan. Layangan yang bukan benang menabrak pohon atau jatuh ke tanah dapat menyebabkan diskualifikasi. Peserta yang salah satu kakinya keluar dari kotak pertandingan juga dinyatakan gugur. Benang yang tertangkap atau menempel pada tubuh joki lawan dan berpotensi membahayakan juga menjadi dasar diskualifikasi.
“Kami ingin pertandingan berlangsung seru, tetapi tetap aman, sportif dan tertib. Seluruh peserta wajib menaati aturan yang telah ditetapkan. Keputusan wasit tidak dapat diganggu gugat,” ujar Edy.
Semarak festival juga diarahkan untuk menggerakkan roda ekonomi warga. Panitia membuka kesempatan bagi pelaku UMKM Baturraden dan sekitarnya untuk membuka stan, mempromosikan produk dan menjangkau lebih banyak konsumen. Harga stand mulai Rp50.000 untuk dua hari.
“Mari ramaikan festival, dukung UMKM lokal dan bersama-sama bangun ekonomi masyarakat. Semoga kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, kebahagiaan dan keberkahan bagi semua,” kata Edy.
Festival Layang-Layang Nusantara 2026 di Rempoah pun diharapkan menjadi lebih dari sekadar pesta langit. Di balik layang-layang yang menari di angkasa, ada semangat masyarakat menjaga tradisi, di balik geliat UMKM, ada ikhtiar menumbuhkan ekonomi, dan di balik kebersamaan, ada nilai persaudaraan serta gotong royong yang terus dirawat.
Langit boleh mengangkasa, tetapi manfaat harus membumi. Layang-layang boleh terbang tinggi, namun harapan masyarakat untuk maju harus lebih tinggi lagi.
(Redaksi)
