Santri Bangkit, Jateng Hebat! 420 Mahasantri Dibidik Beasiswa

0
IMG-20260827-WA0011

RTNews.SEMARANG || Jalan ilmu kembali dibentangkan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jateng mensosialisasikan Beasiswa Mahasantri Ma’had Aly dan Santri Penggerak 2026 dalam Diskusi Sinergi Pesantren, Perguruan Tinggi dan Pemprov Jateng di Pondok Pesantren Mahasiswa Kebangsaan, Tembalang, Semarang, Selasa malam (25/08/2026).

Ketua LFSP Jateng Prof. Dr. H. Hasyim Muhammad, M.Ag. menjelaskan, Beasiswa Santri Penggerak diperuntukkan bagi mahasiswa yang sekaligus mondok di pesantren, baik jenjang Sarjana/S1 maupun Diploma IV atau sarjana terapan.

“Beasiswa Santri Penggerak ini diperuntukkan Mahasiswa-Santri, yaitu mahasiswa yang sedang mondok di pesantren,” tegas Prof Hasyim.

Untuk program Beasiswa Mahasantri Ma’had Aly, LFSP Jateng menyiapkan sekitar 420 penerima, dengan bantuan Rp1 juta per semester selama maksimal enam semester, mulai Oktober 2026. Pendaftaran berlangsung daring pada 24 Agustus–24 September 2026 melalui aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni).

Program ini menyasar warga Jawa Tengah yang menempuh pendidikan Marhalah Ula atau setara S1 di Ma’had Aly. Prioritas diberikan kepada masyarakat kurang mampu yang masuk desil 1–4 berdasarkan DTSEN, sekaligus memiliki prestasi akademik.

“Kita akan memprioritaskan mereka yang masuk kategori miskin dan tentu mereka yang berprestasi,” kata Hasyim.

Menurut Hasyim, Jawa Tengah memiliki 25 Ma’had Aly dari sekitar 92 Ma’had Aly di Indonesia. Ia menegaskan, pendidikan Ma’had Aly memiliki kekhasan karena seluruh proses pembelajarannya berbasis pesantren dan kitab kuning.

“Ma’had Aly merupakan pendidikan tinggi yang hanya ada di pesantren. Seluruh perkuliahan dan materi pembelajarannya bersumber dari kitab kuning. Masa kuliahnya juga empat tahun, sama seperti perguruan tinggi lainnya,” jelasnya.

Sementara Beasiswa Santri Penggerak 2026 menyasar mahasiswa minimal semester III dari bidang saintek, humaniora maupun keislaman. Pendaftar wajib kuliah di perguruan tinggi mitra Pemprov Jateng, sedang mondok, aktif dalam organisasi intra atau ekstra kampus, serta memiliki IPK minimal 3,00.

Peserta juga diwajibkan mengirim esai bertema “Peran Santri dalam Pembangunan di Jawa Tengah”. Seleksi meliputi pemeriksaan administrasi dan tulisan, kemudian kemampuan membaca Al-Qur’an, wawasan kebangsaan serta pengetahuan kepesantrenan.

“Dalam program ini kita ingin menjaring aktivis yang berstatus mahasiswa. Mereka bisa berasal dari kedokteran, teknik, hukum, dan program studi lainnya, tetapi juga aktif dalam organisasi intra maupun ekstra kampus,” ujar Hasyim.

Penerima Santri Penggerak juga memperoleh Rp1 juta per semester selama enam semester. Seleksi dijadwalkan 25 September–19 Oktober, pengumuman 20 Oktober, pemberkasan 21 Oktober, serta pelepasan dan pembekalan pada 21–23 Oktober 2026.

Ketua Pansel, Dr. Wahid Abdulrahman, mengatakan kedua program tersebut direncanakan diluncurkan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah pada momentum Hari Santri Nasional 2026.

“Sebagai hadiah untuk Santri, Insyaa Allah program ini kami rencanakan launching di Hari Santri Nasional tahun 2026,” ucap Wahid.

Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Kebangsaan, Dr. KH Mohammad Adnan, M.A., menyambut baik forum tersebut sebagai bentuk nyata kehadiran Pemprov Jateng dalam mempertemukan pesantren dan perguruan tinggi.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip, Prof. Dr. Ir. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T., menegaskan kompleksitas persoalan sosial di sekitar pesantren kampus tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak.

“Persoalan itu tidak bisa diselesaikan Undip sepihak atau pengasuh pondok. Harus bersama-sama dan membutuhkan fasilitasi pemerintah,” tegas Prof Heru.

Program beasiswa tersebut menjadi bagian dari Pesantren Obah, salah satu prioritas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Semangatnya bukan sekadar membantu biaya pendidikan, tetapi menyalakan potensi santri agar ilmu, iman, organisasi dan pengabdian berpadu menjadi energi pembangunan daerah.

Informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN), laman resmi Pemprov Jateng, serta WhatsApp 081180006330. Sosialisasi juga melibatkan perguruan tinggi dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI).

Sebelumnya, Pemprov Jateng juga telah meloloskan 73 dari 942 pendaftar Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026, terdiri atas 15 penerima untuk kuliah luar negeri, 27 santri jenjang dalam negeri, serta 31 pengasuh yang menempuh pendidikan S2 dan S3.

Di tengah ikhtiar membangun Jawa Tengah, beasiswa ini menjadi pesan sederhana namun bermakna: santri tidak hanya disiapkan untuk menjadi pewaris ilmu, tetapi juga penggerak kemajuan dan pelayan masyarakat. Sebab ilmu yang tumbuh bersama iman akan semakin indah ketika kembali menjadi kemanfaatan bagi sesama.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *