KKG MI Tambak Cetak Generasi Berakhlak Dengan Ruh Cinta Pendidikan

0
IMG-20260829-WA0046

RTNews. Banyumas || Cinta, ilmu, dan akhlak menjadi ruh dalam pembinaan guru madrasah ibtidaiyah. Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKM MI) Kecamatan Tambak menggelar Kelompok Kerja Guru (KKG MI) dalam rangka Pembinaan dan Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta, Sabtu (29/08/2026), di Aula Rumah Makan Serut Lik Cipto Tambak.

Kegiatan yang diikuti para guru MI se-Kecamatan Tambak tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman sekaligus kompetensi guru dalam menerapkan pendidikan yang mengedepankan kasih sayang, kepedulian, penghargaan, karakter, dan akhlak mulia.

Pengawas Madrasah Kecamatan Tambak H. Mahdi, M.Pd.I., dalam amanah dan pesannya menekankan pentingnya guru memahami Kurikulum Berbasis Cinta secara utuh dan menerapkannya dalam kehidupan pembelajaran sehari-hari.

“Guru jangan hanya hadir untuk menyampaikan ilmu, tetapi juga harus mampu menghadirkan kasih sayang, keteladanan, kepedulian, dan pembentukan akhlak kepada peserta didik,” menjadi penegasan dalam pembinaan tersebut.

Menurut pesan yang disampaikan, pendidikan berbasis cinta bukan berarti mengurangi kedisiplinan atau ketegasan. Sebaliknya, cinta menjadi landasan agar guru mampu mendidik dengan hati, menghargai peserta didik, memahami perbedaan karakter, sekaligus tetap memberikan arahan dan batasan yang mendidik.

Sementara itu, Ketua KKM Kecamatan Tambak H. Muhsin, S.Pd., M.Pd.I., menyampaikan harapan agar kegiatan KKG tidak berhenti sebagai forum pertemuan, tetapi benar-benar melahirkan perubahan dalam praktik pendidikan di masing-masing madrasah.

“Apa yang diperoleh dalam KKG hendaknya tidak berhenti di ruang pertemuan. Guru harus mampu membawa ilmu, pengalaman, dan semangat Kurikulum Berbasis Cinta untuk diterapkan di madrasah masing-masing,” menjadi pesan yang mengemuka.

H. Muhsin juga menekankan pentingnya kebersamaan dan sinergi antarguru. Menurutnya, peningkatan mutu madrasah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kemauan untuk terus belajar, berbagi pengalaman, dan saling menguatkan.

“Mari bersama-sama meningkatkan kualitas guru dan madrasah. Dengan kebersamaan, insyaallah ikhtiar kita dalam mendidik generasi akan semakin kuat dan memberikan manfaat yang lebih luas,” pesannya.

Ketua KKG Kecamatan Tambak Wahyudi, S.Pd.I., turut menguatkan semangat para guru agar KKG menjadi ruang belajar bersama yang produktif. Forum tersebut diharapkan mampu membuka ruang diskusi, berbagi pengalaman, sekaligus menemukan solusi terhadap berbagai tantangan pembelajaran di madrasah.

“KKG harus menjadi ruang bagi guru untuk terus belajar, berdiskusi, berbagi pengalaman, dan saling menguatkan demi menghadirkan pembelajaran yang lebih baik bagi peserta didik,” menjadi harapan yang disampaikan.

Sementara Yudo Kusworo, S.Pd.I., yang bertugas sebagai moderator, memandu jalannya kegiatan agar pembinaan dan sosialisasi berlangsung interaktif serta memberikan ruang kepada peserta untuk berdiskusi dan memperdalam pemahaman tentang Kurikulum Berbasis Cinta.

Kegiatan berlangsung penuh antusias. Para guru tidak hanya menerima pembinaan, tetapi juga mendapatkan ruang untuk bertukar pengalaman mengenai bagaimana menghadirkan nilai kasih sayang, kepedulian, penghargaan, kedisiplinan, dan akhlak dalam proses pembelajaran.

Pesan besar yang mengemuka dari kegiatan tersebut adalah bahwa pendidikan tidak cukup hanya mengejar kecerdasan akademik. Guru memiliki amanah yang lebih luas, yakni menuntun peserta didik agar tumbuh menjadi manusia berilmu, berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

Kurikulum Berbasis Cinta pun diharapkan menjadi jalan untuk menghadirkan suasana madrasah yang lebih humanis dan penuh keteladanan. Guru menjadi teladan, kelas menjadi ruang tumbuh, dan ilmu menjadi cahaya yang mengantarkan peserta didik menuju masa depan.

KKM MI Kecamatan Tambak berkomitmen terus mendorong pembinaan dan pengembangan profesionalisme guru melalui KKG. Harapannya, semangat tersebut tidak berhenti pada kegiatan hari ini, tetapi terus hidup dalam setiap proses pembelajaran.

Sebab ketika ilmu disampaikan dengan cinta, keteladanan ditanamkan dengan ketulusan, dan pendidikan diarahkan kepada akhlak, insyaallah akan tumbuh generasi yang bukan hanya cerdas pikirannya, tetapi juga lembut hatinya, kuat karakternya, dan luas kepeduliannya.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *