Juara Bukan Akhir! Pengawas PAI Pacu SMK SPM Nasional Naik Kelas
RTNews. Purwokerto || Menjadi juara bukanlah garis akhir, melainkan awal untuk melangkah lebih tinggi. Semangat itulah yang dibawa Pengawas PAI, Siti Nur Hidayati atau akrab disapa Inung, saat melakukan visitasi dan pembinaan di SMK SPM Nasional Purwokerto, Rabu (02/09/2026).
Visitasi tersebut menjadi penguatan bagi Arif Maulana, Guru PAI SMK SPM Nasional Purwokerto, yang sukses meraih Juara I Lomba Pembelajaran Inovatif Guru SMK pada MAPSI SMK Tingkat Kabupaten dan selanjutnya dipercaya mewakili kabupaten di tingkat provinsi.
Inung menegaskan, capaian tersebut harus menjadi starting point untuk melakukan continuous quality improvement. Karya yang telah juara perlu terus dievaluasi, menerima kritik dan saran, serta dikembangkan melalui kreativitas dan inovasi.
“Untuk menjadi juara di tingkat provinsi, tidak cukup hanya mempertahankan karya yang sudah ada. Harus mau menerima kritik dan saran, melakukan evaluasi, kemudian terus berkreasi dan berinovasi,” pesan Inung.
Ia juga mendorong optimalisasi group binaan sebagai ruang belajar dan berbagi informasi, bukan sekadar media penyampaian informasi kedinasan. Berbagai peluang lomba bagi guru dan siswa perlu disebarluaskan agar tidak ada potensi peserta didik yang terhenti hanya karena keterbatasan informasi.
“Jangan sampai guru atau sekolah justru membatasi potensi siswa. Berikan ruang seluas-luasnya kepada mereka untuk mengeksplorasi bakat, minat, dan potensinya,” tegasnya.
Kepala SMK SPM Nasional Purwokerto, Ninik, menyambut baik dorongan tersebut. Menurutnya, sekolah terus memberikan ruang bagi guru maupun siswa untuk mengikuti berbagai kompetisi sebagai wahana mengembangkan kemampuan sekaligus menumbuhkan budaya berprestasi.
Arif Maulana pun mengapresiasi dukungan sekolah dan menyatakan kesiapan untuk terus belajar, berinovasi, serta berkolaborasi dengan Nasrullah selaku guru senior maupun Pengawas PAI. Baginya, lingkungan yang memberi ruang tumbuh menjadi energi penting bagi guru untuk berani menciptakan karya terbaik.
Tak hanya guru, Inung juga memberikan penguatan kepada para siswa agar menjadi pembelajar yang berprestasi sekaligus berkarakter mulia dan taat beribadah.
“Berprestasi itu penting, tetapi karakter mulia dan ketaatan beribadah juga harus menjadi fondasi,” pesannya.
Visitasi itu pun menjadi momentum menanamkan budaya mutu, budaya belajar, dan budaya prestasi. Dari satu karya yang telah mengharumkan nama sekolah di tingkat kabupaten, kini terbuka jalan menuju tingkat provinsi bahkan nasional, dengan evaluasi, inovasi, kolaborasi, doa, dan ikhtiar yang terus dijaga.
Sebab, prestasi yang dirawat dengan ilmu, dibesarkan dengan kolaborasi, dan disandarkan kepada Allah, insyaallah bukan hanya melahirkan juara, tetapi juga menghadirkan insan pembelajar yang membawa manfaat bagi sesama.
(Redaksi)
