BPJS Ketenagakerjaan Purwokerto Gelar Monev Diskusi Solusi Pergerakan Perisai
RTNews. PURWOKERTO || Semangat memperluas perlindungan pekerja informal mengemuka dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta Pertemuan PERISAI BPJS Ketenagakerjaan di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Purwokerto, Kamis (03/09/2026).
Kegiatan dipimpin Rosalina Agustin, Kepala Bidang Kepesertaan, bersama jajaran staf dan dihadiri Wadah Perisai serta Agen Perisai se-Kabupaten Banyumas.

Rosalina menegaskan, penguatan Perisai diarahkan untuk memperluas kepesertaan Bukan Penerima Upah (BPU) hingga pelosok desa.
“Wadah Perisai harus kuat dalam pembinaan, monitoring dan evaluasi, sedangkan Agen Perisai menjadi penggerak di lapangan untuk mengedukasi, mensosialisasikan, mendaftarkan, dan membantu pekerja informal memperoleh perlindungan jaminan sosial,” jelasnya.
Menurut Rosalina, Perisai tidak boleh hanya mengejar jumlah peserta, tetapi harus memastikan kepesertaan berkualitas dan berkelanjutan.
“Akuisisi tidak berhenti pada pendaftaran. Peserta harus memahami manfaat perlindungan dan mampu mempertahankan kepesertaannya, termasuk mendapatkan perlindungan melalui JKK, JKM, dan JHT,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Bayu Aji, Agen Perisai dari Wadah Tri Putra Galug (TPG), memaparkan hasil Pelatihan Wadah Perisai 2026 di Semarang, 20–22 Agustus 2026.
“Pesan utama pelatihan adalah Perisai harus adaptif, produktif dan berkelanjutan, dengan mengutamakan kualitas akuisisi, kelengkapan data, retensi peserta, pemanfaatan teknologi digital, serta pencegahan fraud,” paparnya.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Acara dipandu ARK Pembina Widi selaku moderator. Beragam pertanyaan dan persoalan nyata yang dihadapi Agen Perisai di lapangan disampaikan secara terbuka, antara lain oleh Endah Retno, Romini, Siti Zulaicha, Dwi Rahmawati, serta sejumlah agen lainnya.
Setiap pertanyaan dijawab secara jelas dan rinci oleh Rosalina Agustin, Bayu Aji, Rizky, dan Widi, sehingga diskusi berkembang menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus mencari solusi atas berbagai dinamika keagenan.
“Diskusi ini penting karena persoalan di lapangan sangat beragam. Pengalaman antaragen dapat menjadi pembelajaran bersama agar kita tidak hanya mengetahui aturan, tetapi juga mampu menemukan solusi yang tepat dalam memberikan pelayanan kepada pekerja,” ujar Wati dan Endah perwakilan peserta
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan, tanggapan, dan pengalaman lapangan yang dibagikan. Forum tersebut sekaligus memperkuat silaturahmi dan sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan, Wadah Perisai, dan para Agen Perisai dalam memperluas jangkauan perlindungan pekerja informal di Banyumas.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama, sebagai simbol kebersamaan dan tekad untuk terus bergerak.
“Harapannya, Perisai semakin solid, berintegritas dan peduli, sehingga semakin banyak pekerja informal di Banyumas yang terlindungi dan dapat bekerja dengan lebih tenang demi masa depan keluarganya,” pungkas Rosalina.
(Redaksi)
