LFSP Jateng Buka Jalan Ilmu ke Turki, Santri Menjemput Beasiswa Hadist

0
IMG-20260904-WA0133

RTNews. SEMARANG || Jalan ilmu bagi para santri Jawa Tengah kembali dibentangkan hingga ke Turki. Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jawa Tengah menggandeng Darul Hadist Awwamiyah Turki melalui Awwamah Center Indonesia (ACI) untuk membuka peluang beasiswa pendidikan ilmu hadist bagi santri dan pengasuh pesantren.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan naskah kerja sama oleh Ketua LFSP Jawa Tengah Prof. Dr. Hasyim Muhammad, Pimpinan Darul Hadist Awwamiyah Turki sekaligus pimpinan Awwamah Center Indonesia Prof. Dr. Muhyiddin Awwamah, bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jawa Tengah, Jalan Rinjani, Semarang, Kamis (03/09/2026).

Prof. Dr. Muhyiddin Awwamah mengatakan, Darul Hadist Awwamiyah telah menjalin kerja sama dengan sekitar 40 lembaga pendidikan, termasuk pesantren dan perguruan tinggi. Awwamah Center juga memiliki jaringan di lebih dari 70 negara dengan sekitar 250 pusat pendidikan hadist.

Melalui program tersebut, peserta tidak hanya mempelajari ilmu hadist, tetapi juga dibekali kemampuan penelitian dan pengkajian manuskrip-manuskrip kuno karya para ulama. Peserta yang dinyatakan lulus program pembelajaran akan memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan intensif sekitar satu bulan di Turki dengan fasilitas tempat tinggal dan konsumsi.

“Setelah kembali ke Indonesia, peserta akan mendapat pembinaan lanjutan dan diharapkan dapat mengajarkan ilmu yang diperoleh kepada santri maupun mahasiswa,” ujar Muhyiddin Awwamah.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, program itu sejalan dengan prioritas Pesantren Obah, terlebih Jawa Tengah memiliki sekitar 5.378 pondok pesantren yang menjadi ruang tumbuh generasi santri dan ulama masa depan.

“Program ini sejalan dengan program prioritas Pesantren Obah,” kata Gus Yasin.

Program beasiswa tersebut dirancang melalui pembelajaran ilmu hadist secara daring selama satu tahun. Setelah menyelesaikan pembelajaran dan mengikuti ujian, peserta yang memenuhi kualifikasi berkesempatan mengikuti pendidikan intensif di Turki.

Gus Yasin menyebut, sepanjang 2026 Pemprov Jawa Tengah melalui LFSP telah memberikan beasiswa kepada 73 santri dan pengasuh pesantren, dengan 15 penerima di antaranya melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Kehadiran Prof. Dr. Muhyiddin Awwamah di Jawa Tengah juga merupakan kunjungan kedua setelah 2025 sekaligus bagian dari tindak lanjut kerja sama pendidikan yang telah berjalan.

Menurut Gus Yasin, Syekh Muhyiddin Awwamah merupakan ulama Ahlussunnah wal Jamaah kelahiran Aleppo, Suriah, yang kini mengembangkan pendidikan ilmu hadist di Turki. Karya-karyanya telah menjadi rujukan di berbagai negara, termasuk Malaysia dalam pengembangan dan penyusunan hukum Islam.

Ketua LFSP Jawa Tengah Prof. Dr. Hasyim Muhammad menegaskan, pihaknya akan terus membuka ruang sinergi dengan berbagai lembaga yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan santri dan pondok pesantren.

“Kami akan terus mengembangkan kerja sama dengan berbagai pihak yang mempunyai kepedulian dan konsen dalam memajukan santri dan pondok pesantren di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah,” ujar Hasyim.

Kerja sama LFSP Jateng dan Awwamah Center tersebut bukan sekadar pertukaran program pendidikan, tetapi ikhtiar memperluas mata rantai keilmuan dari pesantren Jawa Tengah hingga pusat-pusat kajian hadist dunia. Dari tanah pesantren, para santri dipersiapkan menjemput ilmu ke Turki, lalu pulang membawa cahaya pengetahuan untuk kembali menerangi generasi berikutnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Jawa Tengah Dr. KH. Ahmad Darodji, M.Si., Sekretaris Umum MUI Jawa Tengah Dr. KH. Moh. Saefuddin, Rektor UIN Walisongo, Wakil Rektor Undip, perwakilan Universitas Wahid Hasyim Semarang, serta jajaran pengurus LFSP Jawa Tengah.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *