17 Kontingen Beradu Prestasi, FKDT Cilongok Ukir Juara Umum PORSADIN IV Banyumas
RTNews. Banyumas || Sebanyak 17 kontingen mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) IV DPC FKDT Kabupaten Banyumas Tahun 2026, Ahad, 6 September 2026, di Desa Pasir Wetan Kecamatan Karanglewas dan halaman MDT Salafiyah Al-Ittihaad & Fathul ‘Ulum Pasir Wetan.
Kegiatan mengusung tema “Jayakan Negeri dengan Budi Pekerti Bersama Madrasah Diniyah yang Berprestasi.”

Pembukaan berlangsung pukul 08.30 WIB di Lapangan Sepak bola Pasir Wetan Karanglewas, ditandai pemukulan gong dan penyematan tanda peserta putra-putri
oleh Arif Triyanto, Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Banyumas, yang kehadiranya mewakili Bupati Banyumas karena bersamaan mengikuti kegiatan Estafet Tunas Kelapa. Hadir pula H. Faisal Reza, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kankemenag Banyumas; Muhammad Saefulloh Al Khafidz, Ketua DPC FKDT Banyumas; H. Wahyono dan KH. Abdul Qodir, Pembina DPC FKDT Banyumas sekaligus Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Banyumas, Forkopimcam, Kepala Desa, jajaran FKDT, unsur NU dan Do’a dipimpin Ketua MWC NU Karanglewas, Muslimat NU, Fatayat NU, Ansor, Banser, IPNU-IPPNU, Pengurus, ketua, pimpinan madrasah diniyah, ketua kontingen, pelatih dan official, Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh Agama, tokoh masyarakat serta tamu undangan lainya.
PORSADIN IV menjadi ruang pengembangan bakat dan minat santri sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah diniyah, sportivitas dan semangat membangun generasi yang sehat serta berprestasi.
Berlandaskan semangat “Al Aqlu Salim fi Jismi Salim”, kegiatan memperlombakan Tahfidz Juz Amma, Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Safinatunnaja, Cerdas Cermat Diniyah (CCD), Pidato Bahasa Indonesia, Pidato Bahasa Arab, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Murotal wal Imla’, Kaligrafi, Puisi Islami, Lari Sprint 100 Meter, Bulu Tangkis Single, Tenis Meja Single, Shalawat, Adzan, Hafalan Nadhom ‘Aqidatul Awam, serta Pidato Bahasa Jawa.
Arif Triyanto menegaskan bahwa pemerintah ingin PORSADIN melahirkan santri yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki mental juang, sportivitas dan kepedulian sosial.
“Harapannya dengan pelaksanaan PORSADIN keempat ini betul-betul bisa menciptakan para santri yang tidak hanya di sisi akademik, tetapi juga melalui olahraga menumbuhkan mental berjuang, mental kesetiakawanan, mental silaturahmi dan mental membangun Banyumas dengan baik. Itu harapan dari kami,” ujar Arif Triyanto.
Muhammad Saefulloh Al Khafidz menekankan bahwa keberhasilan PORSADIN merupakan buah sinergi berbagai unsur masyarakat. Menurutnya, kekuatan utama kegiatan bukan sekadar kompetisi, melainkan ukhuwah.
“PORSADIN ini bukan hanya tentang mencari juara. Ruh utamanya adalah ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah diniyah. Kegiatan ini bisa terlaksana karena adanya sinergi FKDT dengan masyarakat Pasir Wetan, NU Ranting, MWC NU, Muslimat NU dan madrasah diniyah,” ungkap Saefulloh.
Ia menambahkan, pembiayaan kegiatan dihimpun melalui kebersamaan berbagai pihak, termasuk madrasah diniyah, BAZNAS, Kankemenag, tokoh masyarakat dan para pihak yang ikut mendukung.
“Semangat gotong royong inilah yang membuat PORSADIN IV dapat terlaksana. Dukungan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan dan pembinaan santri,” lanjutnya.
Dukungan tersebut antara lain datang dari BAZNAS Kabupaten Banyumas sebesar Rp3 juta untuk operasional PORSADIN IV, sedangkan Kankemenag Banyumas memberikan bantuan Rp10 juta yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan PORSADIN IV sekaligus persiapan menuju PORSADIN tingkat Provinsi Jawa Tengah. Kankemenag juga menyerahkan satu unit laptop kepada FKDT untuk membantu pengelolaan dan pembaruan data madrasah diniyah.
H. Faisal Reza menegaskan dukungan Kankemenag tidak berhenti pada bantuan pembiayaan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat pengelolaan FKDT dan madrasah diniyah.
“Kami membantu pelaksanaan PORSADIN dari tingkat kabupaten menuju tingkat provinsi berupa uang Rp10 juta. Bantuan ini dapat diatur oleh FKDT agar bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kegiatan hari ini maupun persiapan ke tingkat provinsi,” jelas Faisal Reza.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan administrasi dan data madrasah diniyah.
“Kami juga memberikan satu unit laptop kepada FKDT agar dapat membantu pembaruan data madrasah diniyah di Kabupaten Banyumas. FKDT kami harapkan dapat menjadi perpanjangan tangan Kankemenag dalam membantu madrasah yang masih mengalami kendala data dan teknologi informasi,” katanya.
KH. Abdul Qodir, Pembina DPC FKDT Banyumas sekaligus Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Banyumas, menegaskan bahwa PORSADIN memiliki misi lebih luas daripada kompetisi olahraga dan seni.
“Harapan kami para santri menjadi anak-anak yang cerdas, Islami dan sehat, baik jasmani maupun rohani. Mereka juga memiliki keterampilan dalam olahraga, seni maupun penguasaan kitab kuning. Yang paling penting, PORSADIN ikut memperkuat akhlakul karimah sebagai benteng moral dan mental generasi muda,” tutur KH. Abdul Qodir.
Terkait dukungan BAZNAS, ia menegaskan bantuan tersebut merupakan bagian dari kepedulian terhadap penguatan pendidikan dan kegiatan keagamaan.
“BAZNAS Kabupaten Banyumas memberikan dukungan operasional sebesar Rp3 juta untuk PORSADIN IV. Ini merupakan bagian dari komitmen program Banyumas Takwa, termasuk mendukung pemberdayaan madrasah diniyah, majelis taklim dan kegiatan keagamaan,” tegasnya.
Sebagai tuan rumah, Ust. Mokhamad Nukman, Kepala MDT Salafiyah Al-Ittihaad & Fathul ‘Ulum Pasir Wetan, menyampaikan bahwa pihaknya menerima amanah penyelenggaraan dengan semangat memberikan ruang bagi santri untuk berkembang.
“Kami ingin PORSADIN menjadi ruang bagi para santri untuk mengembangkan potensi, baik dalam ilmu pengetahuan, seni maupun olahraga. Persiapan kami lakukan sekitar satu setengah bulan dengan melibatkan pemerintah desa, masyarakat, guru, santri, Muslimat NU dan berbagai unsur pendukung,” jelas Nukman.
Ia menilai pengembangan pendidikan santri harus terus bergerak dan berkelanjutan.
“Tidak ada kebaikan bagi suatu bangsa jika putra-putranya bodoh, dan tidak ada kedamaian kecuali dengan ilmu. Karena itu, kegiatan seperti ini harus terus bergerak dan menjadi bagian dari ikhtiar mencerdaskan generasi,” ujarnya.
Salah seorang duta atlet dari Madrasah Al-Ittihaad 2 Pasir Lor, yang tergabung dalam kontingen Karanglewas dan didampingi Ust. Jamil, menyambut positif pelaksanaan PORSADIN.
“PORSADIN bukan hanya soal menang atau kalah. Bagi kami, ini kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, menambah pengalaman, bertemu teman-teman dari madrasah lain, belajar sportivitas dan membawa nama baik madrasah serta kontingen,” ungkapnya.
Hasil klasemen yang diumumkan panitia menempatkan FKDT Kecamatan Cilongok sebagai juara umum dengan raihan 12 emas, 6 perak dan 3 perunggu atau 81 poin.
Posisi berikutnya ditempati Karanglewas dengan 46 poin dan Kemranjen 40 poin.

Rangkaian kegiatan ditutup sekitar pukul 17.00 WIB di halaman Gedung MDT Al-Ittihaad Pasir Wetan. Para juara selanjutnya dipersiapkan menjadi duta FKDT Kabupaten Banyumas untuk berlaga pada PORSADIN tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026.
Tempat Terpisah, H. Ibnu Asaduddin, Kepala Kankemenag Banyumas, melalui jaringa. Telpon kepada awak media menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan PORSADIN IV Kabupaten Banyumas.
“Selamat dan sukses atas terlaksananya PORSADIN IV Kabupaten Banyumas. Kepada para juara, teruslah berlatih dengan semangat dan penuh kesungguhan untuk menjadi duta terbaik FKDT Kabupaten Banyumas pada ajang PORSADIN tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026. Semoga mampu membawa nama baik Banyumas dan meraih prestasi terbaik,” harap H. Ibnu Asaduddin.
PORSADIN IV akhirnya tidak sekadar menjadi panggung perebutan medali. Di balik kompetisi, tersimpan ikhtiar bersama menanamkan budi pekerti, akhlakul karimah, sportivitas, persaudaraan dan semangat berprestasi, menguatkan madrasah diniyah, mencetak generasi berkarakter, dan mengjayakan negeri melalui pendidikan serta keteladanan.
(Redaksi)
