Religious Culture Menggema, Pengawas PAI Dorong SMK Bunda Satria Wangon Cetak Lulusan Tuntas Al-Qur’an

0
IMG-20260911-WA0328

RTNews. Banyumas || Di tengah semarak Pemilihan Ketua OSIS (PILKETOS) SMK Bunda Satria Wangon, Jumat (11/09/2026), pesan tentang masa depan pendidikan menggema. Pengawas PAI Kemenag Banyumas, Siti Nur Hidayati atau akrab disapa Inung, mendorong sekolah memperkuat Religious Culture dan literasi Al-Qur’an sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik.

Inung menegaskan, pendidikan tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik. Sekolah juga harus melahirkan generasi yang berkarakter, memiliki spiritualitas kuat, dan siap menghadapi kehidupan nyata.

“Program Religious Culture perlu diperkuat dan diformalkan melalui SK program, sehingga memiliki arah, struktur, indikator, serta keberlanjutan yang jelas,” tegas Inung.

Salah satu prioritasnya adalah optimalisasi Basic Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) dengan target terukur. Inung mendorong adanya standar bahwa setiap lulusan SMK Bunda Satria Wangon tuntas membaca Al-Qur’an.

Menurutnya, program yang baik tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Harus ada pengendalian mutu melalui Kartu Kendali atau Jurnal, pemantauan berkala, monitoring dan evaluasi secara konsisten.

Guru PAI Dewi Roipah bersama tim menyatakan kesiapan mengembangkan budaya religius tersebut. Semangat itu diharapkan menjadi gerakan bersama, bukan perjuangan seorang atau segelintir orang.

“Budaya religius harus dibangun bersama seluruh warga sekolah agar tumbuh menjadi kebiasaan, karakter, dan kekuatan lembaga,” pesan Inung.

Di hadapan para siswa, Inung juga menyalakan semangat untuk berani bermimpi besar. Menurutnya, jumlah peserta didik yang besar bukan sekadar angka, melainkan aset strategis sekolah yang harus dikelola secara optimal sesuai kebutuhan masyarakat sebagai pengguna lulusan.

Pesan tersebut mendapat dukungan Kepala SMK Bunda Satria Wangon Aziz Hides Triyanto, Waka Kurikulum Bayu Prasetyo, dan Waka Kesiswaan Dayat Cahyono. Mereka sepakat bahwa penguatan Religious Culture, ketuntasan BTQ, dan pengelolaan potensi siswa harus dibangun secara sistematis, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Berdasarkan informasi lengkap yang diperoleh awak media dari Siti Nur Hidayati (Inung) setelah kegiatan, penguatan budaya religius dan literasi Al-Qur’an di SMK Bunda Satria Wangon diharapkan menjadi ikhtiar bersama untuk menanamkan ilmu, iman, akhlak, dan kesiapan masa depan, agar sekolah bukan hanya mencetak lulusan yang cerdas, tetapi juga generasi yang berkarakter, beriman, dan bermanfaat bagi sesama.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *