Muslimat NU Banyumas Berikhtiar Merajut Persatuan, Kesepakatan Belum Terwujud
RTNews. Banyumas Semangat merajut kembali persaudaraan mengemuka dalam Dialog, Konsolidasi dan Penguatan Organisasi PC Muslimat NU Kabupaten Banyumas bersama Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU dan Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Jawa Tengah, di Gedung Muslimat NU Kabupaten Banyumas, Purwokerto, Senin (14/09/2026).
Mengusung tema “Satu Khidmah Satu Organisasi untuk Muslimat NU yang Solid dan Maslahat”, kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi dan dialog pasca-Konferensi Cabang Muslimat NU Banyumas, Ahad (07/09/2026), sekaligus momentum ikhtiar menyatukan kembali langkah organisasi untuk pengabdian kepada masyarakat.
Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Banyumas, Dra. Hj. Suhartiningsih, menegaskan tiga kata kunci kegiatan tersebut, yakni dialog, konsolidasi dan penguatan. Dialog menjadi ruang mendengar persoalan dari tingkat PAC hingga ranting, konsolidasi untuk merapatkan barisan dan menyamakan visi-misi, sedangkan penguatan diarahkan pada peningkatan kapasitas kader, administrasi serta perluasan kemanfaatan program.
“Muslimat NU bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan wadah perjuangan untuk membentengi akidah Ahlussunah wal Jamaah di tengah keluarga dan masyarakat,” tegas Suhartiningsih.
Ia berharap forum tersebut melahirkan rekomendasi konkret dan solutif di bidang keagamaan, sosial, pendidikan, ekonomi maupun kesehatan.
Ketua PCNU Kabupaten Banyumas, Drs. H. Imam Hidayat, M.Pd.I., mengingatkan bahwa dinamika dan perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan hal yang wajar. Namun, setelah konferensi selesai, seluruh kader diminta kembali membangun ukhuwah, silaturahmi dan loyalitas terhadap aturan organisasi.
“Mari bareng-bareng kita khidmah di Nahdlatul Ulama lewat Muslimat NU Cabang Kabupaten Banyumas.” Ia juga mendorong sinergi program serta percepatan digitalisasi organisasi agar pelayanan administrasi semakin efektif.

Mewakili Bupati Banyumas Drs. H. Sadewo Tri Lastiono, M.M., Wakil Bupati Banyumas Hj. Dwi Asih Lintarti menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya dialog tersebut. Menurutnya, kekuatan Muslimat NU tidak hanya berada pada struktur kepengurusan, tetapi terutama pada kekompakan, komunikasi dan kepercayaan antarkader.
“Mari kita jaga persaudaraan, kita bangun kembali rasa saling percaya dan kita satukan langkah untuk satu tujuan yang lebih besar, yaitu melanjutkan organisasi dan memberikan kemaslahatan sebesar-besarnya bagi masyarakat Banyumas.”
Ia menilai peran Muslimat NU sangat strategis menghadapi persoalan pendidikan, kesehatan, perlindungan perempuan dan anak, ketahanan ekonomi keluarga serta kehidupan sosial masyarakat.
Dari jajaran PW Muslimat NU Jawa Tengah, Prof. Hj. Ismawati Hafieedz, M.Ag., menekankan pentingnya menyamakan persepsi ketika muncul perbedaan.
“Kalau ada perbedaan janganlah menjadi susah, tetapi bagaimana menyampaikan persepsi dan mengembalikan persepsi yang sama untuk bersama-sama melanjutkan pengabdian Muslimat Nahdlatul Ulama untuk kepentingan dan manfaat masyarakat.”
Sementara Wakil Ketua I PP Muslimat NU, Dra. Hj. Tuti Nurbaity, menyampaikan bahwa PP hadir terutama untuk mendampingi PW dan PC dalam menciptakan suasana kondusif pasca-konferensi agar program organisasi dapat kembali berjalan.
“Kami dari PP berharap, PW dan PC melakukan konsolidasi sampai ke bawah, dengan suasana yang kondusif sehingga program dapat dilaksanakan.”
Dalam dialog, jajaran PP Muslimat NU juga menyampaikan penjelasan mengenai hierarki organisasi dan pentingnya berpedoman pada aturan organisasi. PW Muslimat NU Jawa Tengah menegaskan bahwa struktur resmi Muslimat NU berjalan secara berjenjang dari PP, PW, PC, PAC, PR hingga anak ranting.
Ketegasan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga marwah, tertib organisasi dan kesinambungan khidmah, bukan untuk memperpanjang perbedaan.
Usai kegiatan, Rais Syuriyah PCNU Banyumas, Drs. KH. Mughni Labib, M.S.I., berharap dialog tersebut mampu menjadi jembatan untuk merajut kembali tali silaturahmi.
“Kalau dinamika kemarin agak panas di konferensi, harapannya dengan dialog hari ini bisa merajut kembali tali yang putus itu, silaturahim karena itu ajaran kita, kemudian bisa bersatu lagi untuk membangun Banyumas lewat Muslimat yang sejuk dan tetap maju.”
Ia juga mengajak seluruh pihak bersabar dan memahami posisi masing-masing dalam mekanisme organisasi agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara fair sesuai aturan.
Sementara itu, Wakil Bupati Banyumas Hj. Dwi Asih Lintarti kepada awak media menegaskan harapannya agar Muslimat NU Banyumas kembali solid.
“Muslimat Banyumas maju, sukses, bersatu. Ini adalah dinamika perjalanan yang sudah wajar. Insyaallah nanti akan kembali ada dukungan dari pemerintah untuk ikut membantu agar semuanya damai dan kembali baik.”
Berdasarkan pantauan dan wawancara langsung awak media di lokasi, kegiatan dihadiri unsur PP Muslimat NU, PW Muslimat NU Jawa Tengah, PC Muslimat NU Banyumas, PCNU Banyumas serta perwakilan PAC. Berdasarkan daftar hadir yang tersedia, 15 PAC tercatat hadir, sementara sejumlah PAC lainnya belum hadir dalam kegiatan tersebut.
Rangkaian acara diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat, dilanjutkan Indonesia Raya, Mars Muslimat NU dan Shubbanul Wathan, doa, sambutan-sambutan, dialog, konsolidasi serta penguatan organisasi. Acara kemudian ditutup dengan jabat tangan dan ramah tamah.
Di tengah dinamika organisasi khususnya Muslimat NU Kabupaten Banyumas, pesan yang mengemuka terasa sederhana namun dalam, perbedaan tidak semestinya menjadi tembok, melainkan pintu untuk saling memahami. Sebab khidmah akan menemukan maknanya ketika hati kembali teduh, barisan kembali rapat dan langkah diarahkan pada kemaslahatan umat. “Satu Khidmah, Satu Organisasi, Muslimat NU solid, sejuk dan maslahat untuk Banyumas.”
Dalam dialog tersebut, nampak antusias dari PAC Muslimat NU Purwojati dan yang lainnya menyampaikan unek-uneknya biar plonk, dan dari PW Muslimat NU Jawa Tengah menjawan dan menjelaskan, juga menghimbau agar pihak yang masih berada di luar struktur membuat surat pernyataan untuk bergabung kembali ke PC Muslimat NU Banyumas. Namun, apabila tidak membuat pernyataan tersebut, PW Muslimat NU Jawa Tengah menegaskan bahwa tidak ada pemaksaan karena pilihan tersebut merupakan hak masing-masing pihak.
Hingga kegiatan berakhir, berdasarkan pantauan dan wawancara langsung awak media di lokasi, belum terdapat pernyataan bersama atau kesepakatan final untuk bersatu kembali.Forum tersebut lebih merupakan ikhtiar membuka ruang dialog, konsolidasi dan penguatan organisasi, sementara proses komunikasi dan pilihan masing-masing pihak masih berjalan.
((Redaksi)
