Imtihan TPQ Nurul Hikmah Pesan Al-Qur’an Menggema di Pasir Lor Karanglewas
RTNews. Banyumas || Lantunan ayat suci, sholawat dan doa menggema di halaman TPQ Nurul Hikmah, Pasir Lor, Karanglewas, Sabtu (19/09/2026) malam. Pengajian dan sholawatan dalam rangka Imtihan TPQ Nurul Hikmah berlangsung mulai pukul 19.30 WIB hingga selesai, menghadirkan Ust. M. Imam Syarif Hidayatullah dari Semaya, Sunyalangu, dengan iringan Grup Hadroh Arju Syafa’ah.
Rangkaian kegiatan sebelumnya diawali berbagai macam kegiatan keagamaan oleh Guru, wali santri dan masyarakat sekitar TPQ, Malam harinya, santri menampilkan hadroh, dilanjutkan tahlil, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Sholawat Badar, Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathon.
Sebanyak 80 santri tampil bergantian dari Kelas A, B, C, D hingga penampilan seluruh santri. Kegiatan juga dihadiri tokoh agama, unsur pemerintahan, wali santri dan masyarakat.
Dalam tausiyahnya, Ust. M. Imam Syarif Hidayatullah, yang lebih dikenal Dai Ngapak, mengajak orang tua membangun kecintaan anak terhadap TPQ, Madrasah Diniyah dan Al-Qur’an sejak dini.
“Intisari pengajian ini adalah mengajak generasi penerus agar senang belajar di TPQ ataupun Madrasah Diniyah, mengaji sejak kecil dan mudah-mudahan sampai besar,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi juga keluarga.
“Tugas kita adalah memperkenalkan Nabi Muhammad SAW kepada anak-anak, memperkenalkan orang tua dan keluarga, serta mengajarkan Al-Qur’an. Dengan begitu, anak-anak memiliki benteng tauhid dan iman agar menjadi generasi yang selamat dunia dan akhirat,” tuturnya.
Ust. Imam juga mengapresiasi antusiasme warga dan kerja keras panitia.

“Antusias warga luar biasa, semangat anak-anak juga luar biasa. Kepanitiaannya pun luar biasa, mulai dari tempat, penyambutan, bahkan saya dijemput dan diantar pulang. Ini bentuk penghormatan dan kepedulian yang luar biasa,” ungkapnya.
Pesan kerendahan hati turut ditekankan.
“Jangan menjadi sombong. Sepintar apa pun kita, anggap saja kita bukan siapa-siapa. Jangan sampai kita sudah berada di jalan Allah, tetapi justru menghina dan mencaci orang lain yang belum sampai pada tempat yang sama,” pesannya.
Sementara itu, Penasehat TPQ Nurul Hikmah KH. M. Ali Sodikin mengajak seluruh jamaah menjadikan Al-Qur’an sebagai bekal kehidupan. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Tirmidzi).
KH. M. Ali Sodikin juga mengingatkan keutamaan membaca Al-Qur’an, termasuk pahala pada setiap huruf yang dibaca.
“Saya berpesan kepada seluruh wali santri agar terus istiqomah mengarahkan putra-putrinya mencintai Al-Qur’an sebagai bekal dunia dan akhirat. Mari kita istiqomah membaca Al-Qur’an, karena satu huruf yang dibaca memiliki pahala kebaikan yang dilipatgandakan sepuluh kali,” pesannya.
Senada, Kepala KUA Kecamatan Karanglewas Ust. Lukman Hakim berharap kegiatan keagamaan seperti Imtihan TPQ terus dijaga dan dikembangkan.
“Kegiatan positif seperti ini hendaknya terus istiqomah dan berkembang dengan penuh semangat, karena kita membutuhkan generasi penerus yang mampu mengamalkan ilmu Al-Qur’an,” ujarnya.
Kepala TPQ Nurul Hikmah, Ust. Miftahudin, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan lembaga yang terus berkembang.
“Kami bersyukur sejak awal berdirinya TPQ hingga sekarang, para santri terus istiqomah belajar Al-Qur’an dan jumlah santri terus bertambah.”
Ketua Panitia Ikhrami Fatkhurrahman menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, donatur, wali santri dan masyarakat yang telah membantu hingga kegiatan ini terlaksana dengan baik. Kegiatan ini menjadi bentuk rasa syukur sekaligus motivasi bagi pengurus, kepala TPQ, wali santri, santri dan masyarakat untuk terus mempererat tali silaturahmi,” katanya.
TPQ Nurul Hikmah tumbuh dari kepedulian masyarakat. Kegiatan pendidikan Al-Qur’an bermula di masjid pada 2017. Pembangunan gedung dimulai 2019 dan mulai digunakan pada 2020, di atas tanah wakaf H. Dirun, dengan luas sekitar 17 ubin atau 238 meter persegi.
Kini, sekitar 80 santri belajar dan bertumbuh di TPQ tersebut. Dari tempat sederhana itu, ayat-ayat Allah dilantunkan, sholawat dikumandangkan, dan doa dipanjatkan, menyemai harapan agar generasi Pasir Lor tumbuh dalam ilmu, iman, akhlak dan kepedulian.
(Redaksi)
