Menjelang HUT Rohil 2026: Migas Mengalir, Lapangan Kerja Lokal Masih Dipertanyakan
RTNews. ROKAN HILIR — Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) 2026, persoalan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal kembali menjadi perhatian publik.
Rokan Hilir bukan daerah yang miskin potensi. Sektor minyak dan gas bumi (migas) merupakan salah satu sektor penting dalam aktivitas ekonomi daerah. Namun, di tengah aktivitas industri tersebut, muncul pertanyaan yang patut dijawab secara terbuka: sejauh mana peluang kerja di sektor migas dan sektor pendukungnya benar-benar dapat diakses oleh masyarakat Rokan Hilir?
Ketua Umum Himpunan Pemuda Mahasiswa Melayu (HPMM) Rokan Hilir, Muhammad Bakri, S.Ag., C.PS., menilai momentum HUT Rohil seharusnya tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga ruang untuk mengevaluasi berbagai persoalan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, termasuk persoalan ketenagakerjaan.
«“Anak-anak muda Rokan Hilir bukan tidak mau bekerja. Mereka ingin mendapatkan kesempatan yang adil untuk bekerja dan berkembang di tanah kelahirannya sendiri,” ujar Muhammad Bakri.»
Menurutnya, keberadaan industri migas semestinya dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas kepada masyarakat lokal, termasuk melalui penyerapan tenaga kerja, peningkatan kompetensi, pelatihan, sertifikasi serta keterlibatan masyarakat dalam rantai usaha pendukung industri.
Karena itu, menjelang HUT Rohil 2026, Bakri mempertanyakan langkah konkret pemerintah daerah dalam memperluas akses kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal.
“Ke mana Disnaker Rokan Hilir? Ke mana pemerintah daerah? Apa strategi konkretnya untuk membuka dan memperluas lapangan kerja bagi tenaga kerja lokal?” tegasnya.
Ia menilai pemerintah daerah perlu memastikan informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat. Selain itu, program pelatihan dan sertifikasi harus disesuaikan dengan kebutuhan industri sehingga anak-anak muda Rohil memiliki kompetensi yang relevan dan kesempatan yang lebih besar untuk bersaing.
Menurut Bakri, persoalan ini bukan semata-mata mengenai siapa yang mendapatkan pekerjaan, tetapi mengenai bagaimana pemerintah memastikan masyarakat lokal memperoleh akses dan kesempatan yang transparan serta adil.
“Rohil punya sumber daya, Rohil punya anak-anak muda. Yang dibutuhkan adalah kebijakan, keberpihakan, pelatihan, sertifikasi, akses informasi dan kesempatan kerja yang nyata,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa perayaan HUT Kabupaten seharusnya menjadi momentum refleksi terhadap capaian pembangunan, termasuk pertanyaan mengenai sejauh mana kekayaan sumber daya daerah telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“HUT Kabupaten bukan hanya tentang seremoni, spanduk dan panggung perayaan. HUT juga momentum untuk mengevaluasi: sudah sejauh mana pemerintah menghadirkan kesejahteraan bagi anak negeri?” ujarnya.
Bakri berharap pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan sektor migas dapat memperkuat komunikasi dan koordinasi mengenai kebutuhan tenaga kerja, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat lokal untuk memperoleh pekerjaan dan meningkatkan keterampilan.
Baginya, kekayaan sumber daya alam Rokan Hilir harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.
“Kekayaan bumi Rokan Hilir semestinya ikut membuka masa depan bagi masyarakat Rokan Hilir,” tutup Bakri.
Sumber : Muhammad Bakri, S.Ag., C.PS.
Ketua Umum Himpunan Pemuda Mahasiswa Melayu (HPMM) Rokan Hilir.
(Rozi)
