Haul Ke-17 KH. Harun Saifullah Thoha, Gus Anam-Gus Atiq Kobarkan Cinta Ulama dan Rasulullah di Singasari
RTNews. Banyumas || Majelis Dzikir Al-Ma’unah Singasari, Karanglewas, Banyumas, menggelar Haul Syekh Abdul Qodir Al-Jailani dan KH. Harun Saifullah Thoha ke-17, Sabtu malam Ahad (26/09/2026), ba’da Isya, dengan tausiyah KH. Zuhrul Anam Hisyam (Gus Anam Leler) dan KH. Muhammad Atiq Nururrobbani (Gus Atiq Kedunglemah).
Kegiatan yang dihadiri keluarga besar almarhum, habaib, ulama, santri, tokoh masyarakat, jajaran pemerintah desa, Forkopimcam Karanglewas, keluarga besar NU beserta banom dan lembaga, serta masyarakat sekitar ini menjadi momentum mempererat silaturahmi, meneladani perjuangan ulama, dan menyuburkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Gus Anam Leler, Pengasuh dan Mursyid Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia Leler, Kebasen, dalam tausiyahnya menegaskan kemuliaan membaca shalawat Nabi Muhammad SAW dan menyelenggarakan haul sebagai bentuk penghormatan serta kecintaan kepada para ulama.
“Haul bukan sekadar mengenang, tetapi momentum mengambil teladan perjuangan, mendoakan para ulama, dan meneruskan kebaikan yang telah diwariskan. Kemuliaan haul juga terletak pada keikhlasan putra-putri, keluarga, santri, dan masyarakat yang menyelenggarakannya,” demikian intisari tausiyah Gus Anam.
Sementara itu, Gus Atiq Kedunglemah, Pengasuh Pondok Pesantren As-Salafi An-Nur Kedunglemah, Kedungbanteng, menguraikan kemuliaan thariqah, perilaku orang yang menempuh jalan thariqah, serta kenangan perjuangan KH. Harun Saifullah Thoha dalam menuntut ilmu hingga akhir hayat.
Gus Atiq juga menyampaikan nasihat kepada keluarga almarhum, para santri, dan masyarakat agar terus menjaga semangat mengaji, mencintai Al-Qur’an, dan istiqamah dalam menuntut ilmu. Perjuangan KH. Harun dalam belajar membaca dan mengaji Al-Qur’an hingga tutup usia menjadi teladan bahwa mencari ilmu tidak mengenal kata berhenti.
Rangkaian haul diawali tadarus Al-Qur’an pukul 06.00 WIB, dilanjutkan ziarah ke makam KH. Harun Saifullah Thoha Pengempon pukul 13.00 WIB, genjringan Jawa, pembacaan manaqib dan Maulid Simtudduror, serta pengajian oleh Gus Anam.
Panitia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak atas dukungan, bantuan, dan jariyahnya, sekaligus memohon maaf atas segala kekurangan dalam penyelenggaraan acara.
Haul ke-17 itu menjadi pengingat bahwa doa dan cinta kepada ulama tak berhenti oleh waktu.
Dari Singasari, semangat shalawat, ilmu, dan perjuangan diwariskan, agar langkah generasi penerus tetap berpijak pada iman, akhlak, dan keberkahan.
(Redaksi)
