INTEGRASI MANAJEMEN BAGI KETERLIBATAN INTELEKTUAL PEREMPUAN DALAM POLITIK
DR.SIESTA NAPITUPULU (GRACE.D).S.E,M.M
RTNews. JAKARTA – POLITIK DAN MANAJEMEN ( P O A C + ETHICS)
Politik dan Kekuasaan berkaitan dengan pengelolaan kehidupan bersama. Menurut Lasswell politik dapat dirumuskan melalui pertanyaan klasik “who gets what, when, how”. Sementara Easton melihat politik dalam kaitannya dengan alokasi nilai secara otoritatif dalam masyarakat.
Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa politik tidak dapat dilepaskan dari kekuasaan, distribusi sumber daya, proses pengambilan keputusan, dan kepentingan publik yang memerlukan Manajemen, tatakelola yang baik. Proses Manajemen dapat diaplikasikan melalui : Planning, Organizing, Actuating, Controlling, Ethics ( P O A C E ) .
Planning (Perencanaan ) : Apakah perencanaan disusun berdasarkan kebutuhan publik?
Organizing : Menilai pembagian kewenangan,struktur dan tanggung jawab.
Actuating : Apakah pelaksanaan dilakukan dengan efektif ?
Controlling: Apakah dilakukan evaluasi?
Ethics : Apakah benar dan dapat dipertanggungjawabkan? Sesuatu dapat efektif tetapi tidak adil,legal tetapi mempunyai persoalan etis, menguntungkan organisasi tapi merugikan Masyarakat.
POLICY THINKERS DAN POLITICAL LEADERS.
Seorang Intelektual Perempuan yang terjun dalam politik harus dapat mengimplementasikan Manajemen dengan baik untuk dapat berkembang menjadi seorang Pemikir dan Pemimpim Politik
KESIMPULAN :
KEBERHASILAN SEORANG INTELEKTUAL PREMPUAN MENJADI SEORANG PEMIKIR DAN MENJADI SEORANG PEMIMPIN DALAM POLITIK DITENTUKAN SEBERAPA JAUH INTELEKTUAL PEREMPUAN TERSEBUT MENGINTEGRASIKAN MANAJEMEN DALAM KEGIATAN POLITIKNYA.
(Magda)
