Dari Stunting hingga Infrastruktur, Pemdes Tapos II Paparkan Program Prioritas 2027

0
IMG-20261004-WA0014

RTNews. BOGOR – Pemerintah Desa (Pemdes) Tapos II, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, menggelar Rembuk Stunting Tahun 2027 sebagai bagian dari upaya memperkuat pencegahan dan penanganan stunting di tingkat desa. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Tapos II, Jumat (2/10/2026).

 

Kepala Desa Tapos II, Nasrulloh, mengatakan rembuk stunting merupakan bagian dari kewajiban pemerintah desa dalam mendukung program percepatan penurunan stunting sekaligus menyusun langkah penanganan yang lebih terarah sesuai kondisi masyarakat di wilayahnya.

“Terima kasih kepada para wartawan yang tentunya menjadi kontrol anggaran kami. Hari ini Alhamdulillah kita melaksanakan Rembuk Stunting. Ini merupakan bagian dari kewajiban penanganan stunting di Desa Tapos II, sejalan dengan visi dan misi Presiden serta upaya percepatan penurunan stunting,” ujar Nasrulloh.

Menurutnya, Pemerintah Desa Tapos II berkomitmen mendukung berbagai program pencegahan stunting, termasuk melalui program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di tingkat lokal.

“Kami dari desa mendukung penuh, termasuk program stunting tingkat lokal. Mudah-mudahan kasus stunting di Desa Tapos II terus menurun hingga tidak ada lagi,” katanya.

*Bankeu Rp900 Juta untuk Tiga Sektor*

Dalam kesempatan tersebut, Nasrulloh juga menjelaskan penggunaan Bantuan Keuangan (Bankeu) tahap pertama dari Pemerintah Kabupaten Bogor sebesar Rp900 juta.

Anggaran tersebut akan diarahkan untuk tiga kegiatan utama, yakni pengaspalan jalan menggunakan hotmix, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT), serta pembangunan kantor desa.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara swakelola sesuai hasil Musyawarah Desa (Musdes) dan ketentuan yang berlaku.

Nasrulloh menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor atas realisasi bantuan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati yang telah merealisasikan Bankeu tahap pertama ini. Semoga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Desa Tapos II,” ujarnya.

*Program Satu Desa Satu Sarjana*

Selain pembangunan infrastruktur, Pemdes Tapos II juga menyampaikan perkembangan program Satu Desa Satu Sarjana. Menurut Nasrulloh, sasaran program tersebut telah diperluas sehingga tidak hanya terbatas pada satu penerima manfaat dari desa.

Saat ini, terdapat lima sasaran yang telah ditetapkan, termasuk staf desa serta warga dari luar desa yang masuk dalam kriteria penerima. Nasrulloh menyebut kuota program tersebut telah terpenuhi.

Sementara itu, program Dayeuh Pajajaran direncanakan direalisasikan di Kampung Tapos Lebak, yang berada di wilayah berbatasan langsung dengan jalan raya.

Pekerjaan yang direncanakan meliputi pengaspalan jalan dengan hotmix dan pembangunan TPT.

Pelaksanaan pekerjaan dijadwalkan mulai pada Selasa mendatang.
Untuk mendukung program digitalisasi desa dan kepesertaan BPJS masyarakat, proses pendataan juga telah dilakukan oleh para kader. Data tersebut selanjutnya akan dilengkapi sebagai salah satu persyaratan pengajuan anggaran tahap kedua.

Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Desa Tapos II berharap pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta pelayanan dasar masyarakat, termasuk dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting.

(Baeti /Dewi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *