Diduga Kades Losari Ambil Keuntungan,Usai Caplok LSD dan NIB Dicabut Bupati Banyumas PT IKN Kini Bergeser Lahan Sebelah  

0
IMG-20261006-WA0093

RTNews. Banyumas || Cerita panas penyegelan pabrik bata ringan (hebel) milik PT IKN di Desa Losari, Kecamatan Rawalo, Banyumas, makin berbuntut panjang dan bikin dahi berkerut! Pasca-disidak dan dikunci mati oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono lantaran diduga kuat nabrak aturan, hingga kini bangunan pabrik raksasa yang berdiri di perbatasan Banyumas-Cilacap itu bak ‘kuburan’ alias berhenti beroperasi total.
​Hasil pantauan di lapangan pada Senin (5/10/2026), pintu gerbang pabrik tampak terkunci rapat.

Tidak ada suara raungan mesin maupun aktivitas pekerja. Yang tersisa hanyalah dua orang petugas keamanan yang berjaga di pos penjagaan balik pagar tinggi. Pihak manajemen hingga staf kantor mendadak ‘ngacir’ dan meliburkan diri usai dinas terkait mematok gembok penyegelan.

“Sejak disegel memang sudah tidak ada kegiatan sama sekali. Bagian kantor juga diliburkan semua. Yang di sini ya cuma kita-kita dari bagian security aja,” celetuk Gunawan, salah satu satpam PT IKN yang ditemui di lokasi.
​

Namun, di balik sepinya aktivitas pabrik yang lagi mati suri itu, mendadak berembus aroma tak sedap soal transaksi lahan ghaib! Usut punya usut, pada akhir September 2026 kemarin, sempat terjadi gerak-gerik pengukuran tanah di area samping pabrik. Lahan tersebut dikabarkan dibeli langsung oleh PT IKN dan diam-diam langsung balik nama,karena menurut sumber informasi yang diperoleh awak media lahan tersebut sudah diukur oleh pihak BPN.

Anehnya, transaksi dan pengukuran tanah tersebut diselimuti misteri tebal. Kasi Pemerintahan Pemdes Losari, Istanto, membenarkan adanya pengoperan lahan itu namun terkesan ‘cuci tangan’. “Informasinya memang dibeli PT IKN dan langsung balik nama.

“Tapi saya tidak ikut dalam prosesnya, yang turun langsung itu Pak Kades Losari,” seloroh Istanto.
​Setali tiga uang, Kepala Dusun 1 Losari, Edi Rianto, justru mengaku sengaja “ditinggal” dan tidak pernah dianggap ada dalam urusan pembebasan lahan pabrik hebel tersebut.

“Saya sama sekali tidak tahu-menahu, Mas! Sebagai Kepala Dusun di wilayah pabrik PT IKN, saya dari awal sampai detik ini tidak pernah dilibatkan sama sekali dalam urusan jual beli tanah,” tegas Edi dengan nada geram.
​

Bau anyir  “main belakang” makin menyengat saat Kepala Desa Losari, Arsim, hendak ditemui untuk dimintai pertanggungjawaban. Saat disambangi ke kantor desa, sang Kades tidak berada di tempat. Bahkan ketika dikonfirmasi via pesan singkat WhatsApp mengenai kabar transaksi lahan bernilai fantastis itu, Arsim hanya membiarkan alias abai pesan tersebut centang dua biru tanpa berani memberikan sepatah kata pun jawaban atau membalas!!
​

(Warto)

Masyarakat kini makin gusar dan bertanya-tanya: Mengapa di saat pabrik sedang bermasalah dan disegel resmi oleh Pemerintah Kabupaten, justru ada gerilya pembebasan lahan yang tertutup dan terkesan kucing-kucingan dari perangkat wilayah setempat? Ada main apa sebenarnya antara manajemen PT IKN dan oknum pejabat desa?

Ulah nakal Pemangku Wilayah Desa yang seperti ini jelas memancing kecurigaan publik yang mendesak aparat usut tuntas sampai ke akar-akarnya!

(Warto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *