Manasik Haji 2027 Al-Wardah: Bekali Jamaah dengan Akhlak Mulia dan Kesiapan Ibadah

0
IMG-20261011-WA0066

Purwokerto.Radartelusurnews.com ||  Menata niat, meluruskan akhlak, dan mempersiapkan bekal menuju Tanah Suci. KBIHU Al-Wardah menggelar pertemuan manasik haji 2027 pada Ahad (11/10/2026), pukul 08.30–12.00 WIB, di Gedung KBIHU Al-Wardah, Jalan Sepakbola I No. 6, Kompleks GOR Purwokerto.

Kegiatan diawali dengan tadarus Al-Qur’an, dilanjutkan pembukaan dan pembacaan doa Arafah, Muzdalifah, dan Mina yang dipimpin Hj. Hidayaturrohmah, S.Ag., M.Pd. Materi utama meliputi Akhlakul Karimah oleh H. Muslimin Dirdjo, S.E., serta Barang Bawaan dan Panduan Uang Saku Tanah Suci oleh Hj. Naufi Varchach, S.T.

Dalam materi Akhlakul Karimah, H. Muslimin Dirdjo menekankan pengertian akhlak mulia sebagai landasan perilaku seorang Muslim. Intisari materi yang dipaparkan menyebutkan, “Akhlakul karimah adalah tingkah laku, budi pekerti, atau perangai mulia yang bersumber dari ajaran Islam, yakni Al-Qur’an dan As-Sunnah.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan haji bukan semata-mata perjalanan fisik menuju Baitullah, melainkan juga perjalanan hati untuk memperbaiki diri, menjaga adab, dan memperkuat ketakwaan.

Sementara itu, Hj. Naufi Varchach, S.T., membekali jamaah dengan panduan praktis mengenai dokumen, pakaian ihram, kebutuhan pribadi dan regu, obat-obatan, aturan penerbangan, serta perencanaan uang saku. Materi juga mengingatkan pentingnya menyesuaikan barang bawaan dengan kebutuhan dan ketentuan perjalanan.

Intisari materi Naufi menegaskan, “Persiapan haji perlu dilakukan secara terencana, mulai dari kelengkapan dokumen dan barang bawaan hingga pemahaman aturan penerbangan serta kebutuhan biaya selama di Tanah Suci.” Rumusan ini merupakan rangkuman materi presentasi, bukan kutipan langsung narasumber.

Bagi jamaah, bekal pengetahuan tersebut diharapkan menumbuhkan kesiapan lahir dan batin. Sebab, ikhtiar yang tertata, akhlak yang terjaga, dan niat yang ikhlas menjadi bagian penting dalam menyongsong perjalanan ibadah.

 

Seorang peserta yang meminta namanya tidak dipublikasikan menyampaikan ungkapan syukur dan terima kasih atas pembekalan tersebut. Ia bersyukur dapat memperoleh tambahan ilmu dan berharap seluruh jamaah diberi kesehatan, kemudahan, keselamatan, serta kelancaran dalam menjalankan rangkaian ibadah haji hingga kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.

Pertemuan ditutup oleh pembawa acara, H. Kholidin, S.Pd., dengan penyampaian informasi pertemuan berikutnya.

Semoga setiap langkah menuju Baitullah dilandasi keikhlasan, setiap ilmu menjadi tuntunan, dan setiap doa bermuara pada ridha Allah SWT.

Jamaah haji Al-Wardah: berangkat dengan persiapan, beribadah dengan ketulusan, pulang membawa kemabruran.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *