Bupati Banyumas Terima Penghargaan BAZNAS Tingkat Nasional

0
IMG-20261016-WA0129

Jakarta. Radartelusurnews.com || Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menerima penghargaan dalam ajang Grand Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Awards 2026 yang berlangsung di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Penghargaan tersebut diberikan dalam kategori Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia.

Dalam ajang tersebut, Sadewo masuk dalam daftar lima bupati pendukung zakat terbaik tingkat nasional dan menjadi satu-satunya bupati dari Jawa Tengah yang meraih penghargaan tersebut.

Adapun secara keseluruhan, BAZNAS RI memberikan penghargaan kepada 15 daerah yang terdiri atas lima gubernur, lima wali kota, dan lima bupati.

Ketua (BAZNAS) Kabupaten Banyumas, Khasanatul Mufidah, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut diberikan atas komitmen Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam mendukung penguatan pengelolaan zakat.

“Adapun dukungan Pemerintah Kabupaten Banyumas terhadap gerakan zakat diwujudkan melalui penyediaan dana hibah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta sarana operasional bagi pengelola zakat” terangnya.

Selain itu, Khasanah juga menuturkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam membantu penanganan kemiskinan melalui program Rumah Tidak Layak Huni BAZNAS (RTLHB), serta pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah.

“Dan itu semua dilakukan secara akuntabel dan transparan, yang tentunya menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan manfaat zakat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Banyumas menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas yang telah berkontribusi dalam mendukung gerakan zakat.

“Sebetulnya yang mendukung itu teman-teman ASN. Kerja sama mereka luar biasa, sehingga kita mengumpulkan zakat hingga 25 miliar,” ungkapnya.

Sadewo juga menjelaskan bahwa pengelolaan zakat di Banyumas mengikuti arahan BAZNAS Pusat, dengan alokasi 50 persen untuk bantuan langsung dan 50 persen untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Skema tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat.

“Kemudian juga menerapkan yang di pusat, 50% untuk betul-betul murni bantuan, 50%-nya lagi untuk pemberdayaan ekonomi. Mudah-mudahan zakat ke depan makin baik. Teman-teman ASN jangan lupa bayar Zakat olih dunia, olih akherat, tuturnya.

Melalui penghargaan ini, Pemerintah Kabupaten Banyumas berharap sinergi bersama BAZNAS, ASN, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat. Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, khuususnya dalam pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan penanganan kemiskinan di Kabupaten Banyumas.

(warto) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *