Merajut Asa di Dusun Pagung: Ketika Fabianus Suparda dan Oscar Astrayananda Membawa Kabar Baik Pembangunan
NGABANG.LANDAK – Radartelusurnews.com– Semangat penuh harapan menyambut kedatangan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Fabianus Suparda, SH, saat menggelar kegiatan Reses Masa Persidangan Pertama Tahun 2026. Sebagai wakil rakyat dari Komisi III Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan (Dapil) Kalbar V Kabupaten Landak, ia kembali turun ke akar rumput, bukan sekadar untuk formalitas kerja, melainkan untuk mendengar langsung detak nadi kehidupan warganya yang merindukan kemajuan.
Suasana pertemuan berlangsung khidmat , Satu per satu peserta berdiri menyampaikan persoalan di wilaynya. Isu infrastruktur jalan yang rusak, sulitnya akses air bersih, hingga impian anak-anak pedalaman untuk mendapatkan fasilitas pendidikan , mengalir menjadi cerita-cerita yang menggetarkan ruangan.
Pertemuan yang berlangsung menyentuh hati ini dihadiri oleh aparatur desa dan dusun, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta warga Dusun Pagung Desa Amboyo Selatan Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak Kalimantan Barat,yang antusias menyampaikan dinamika kondis sehari-harii di daerahnya . Tokoh agama yang berbicara yaitu Bapak Umar yang menyampaikan aspirasi untuk warga, kemudian juga kepala dusun Padang yaitu Bapak Rusdi dan tokoh masyarakat Dusun Pagung yang juga Ketua Koperasi Sinar Jampana yaitu Herodias Ruslan.
Bagi Fabianus Suparda, setiap keluhan bukanlah sekadar catatan di atas kertas logistik dewan. Tatapan matanya yang teduh mencerminkan komitmen mendalam seorang putra daerah yang ikut merasakan kesulitan konstituennya. Di tengah keterbatasan anggaran daerah yang dihadapi pemerintah provinsi, ia menegaskan tekadnya untuk memperjuangkan aspirasi ini agar masuk ke dalam skala prioritas pembangunan yang paling mendesak.Namun beliau juga menekankan bahwa telah banyak Aspirasi di sekitar Dusun Pagung yang dibantu baik secara pribadi maupun melalui Pokir-pokir hal tersebut mesti disyukuri oleh kita semua dan sekaligus mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat yang luarbiasa dengan kepercayaan yang diberikan.
“Setiap suara aspirasi yang disampaikan hari ini adalah amanah yang berat di pundak saya. Saya hadir di sini adalah untuk menyerap aspirasi dan untuk memastikan bahwa keluh kesah dari pelosok Landak ini tidak akan mandek sebagai cerita, melainkan sampai dan didengar di meja kerja pemerintah provinsi,” ujar Fabianus Suparda dengan nada suara bergetar penuh ketulusan.
Momen reses ini terasa semakin istimewa dan membawa angin segar dengan kehadiran Anggota DPRD Kabupaten Landak Komisi II dari Fraksi Golkar, Oscar Astrayananda, SH. Hadir sebagai narasumber, Oscar menyampaikan berbagai informasi krusial seputar jalannya pemerintahan di Kabupaten Landak.
Acara Sambung Rasa dalam reses ini menjadi sangat hidup dan transparan ketika tokoh agama Kristen Protestan, Bapak Umar, berdiri menyampaikan suara hati warga. Di hadapan para wakil rakyat, Bapak Umar secara lugas mempertanyakan kejelasan serta kepastian informasi mengenai program peningkatan atau pembangunan jalan antara wilayah mereka menuju Dusun Nahaya dari Pal 20 Ladangan sebagaimana didengar dari media lokal bernilai Rp8 Miliar. Pertanyaan kritis ini mencerminkan betapa besarnya harapan masyarakat akan akses jalan yang layak.
Mendengar langsung aspirasi tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Landak Komisi II dari Fraksi Golkar, Oscar Astrayananda, SH, yang hadir sebagai narasumber langsung memberikan jawaban yang clear, rinci, dan menyejukkan. Bapak Oscar memperjelas bahwa proyek tersebut adalah program resmi Pemerintah Daerah Kabupaten Landak untuk peningkatan jalan dari Amboyo Inti menuju Dusun Nahaya, Desa Amboyo Selatan, Kecamatan Ngabang,jadi bukan dari Km 20 Ladangan menuju Nahaya.
Lebih lanjut, Oscar memaparkan bahwa anggaran besar senilai Rp8,7 Miliar tersebut bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan program infrastruktur jalan Pemda ini sudah mulai dilaksanakan pada tahun 2026 ini. Kepastian ini seketika membuahkan kelegaan luar biasa bagi seluruh ruang pertemuan. Hal ini menjadi bentuk nyata dan patut disyukuri bersama sebagai wujud respons cepat serta komitmen penuh dari Pemerintah Daerah Kabupaten Landak dalam memperbaiki jalur urat nadi perekonomian masyarakat.
Tepuk tangan dan rasa haru warga pecah saat Oscar menyampaikan kabar baik tersebut yang telah lama dinantikan: pemerintah daerah berkomitmen melakukan peningkatan Jalan Pemda Landak KM 6 (Desa Amboyo Inti) Ngabang menuju Dusun Nahaya dengan gelontoran nilai fantastis sebesar Rp8,7 Miliar pada tahun 2026 ini. Jalan yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian sekaligus tantangan berat bagi mobilitas warga, akhirnya mendapatkan kepastian perbaikan.
Di tengah gemuruh rasa syukur, kehadiran perwakilan masyarakat dari Dusun Pagung turut memberi warna tersendiri dalam reses kali ini. Dengan penuh ketulusan, mereka menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas geliat pembangunan yang sudah menyentuh wilayah sekitar secara berkelanjutan. Bagi mereka, perhatian dari para wakil rakyat adalah berkah yang sangat disyukuri.
Suasana ruang pertemuan semakin syahdu dan menyentuh hati ketika para perwakilan dari Dusun Pagung turut berdiri menyuarakan isi hati warga mereka. Dibuka oleh tokoh agama, Bapak Umar, untaian rasa terima kasih yang tak terhingga dilayangkan atas realisasi bantuan pembangunan tempat ibadah yang telah berjalan. Di wilayah ini, toleransi tumbuh subur dengan berdirinya dua Gereja Katolik dan dua Gereja Protestan sebagai tiang spiritual masyarakat. Bapak Umar melangitkan harapan agar adanya dukungan lanjutan untuk kelengkapan fasilitas di dalam keempat gereja tersebut agar jemaat bisa beribadah dengan lebih khusyuk.
Namun, harapan tidak berhenti di sana. Di hadapan Fabianus Suparda dan Oscar Astrayananda, warga Dusun Pagung menitipkan bait-bait doa dan permohonan agar dusun mereka juga mendapatkan giliran lanjutan akan pembangunan seperti perbaikan infrastruktur. Mereka merindukan akses jalan yang lebih layak demi memperlancar akses pendidikan,peningkatan SDM serta memperlancar hasil bumi ke pasar kota.
Melanjutkan asa tersebut, Kepala Dusun Padang, Bapak Rusdi, bersama tokoh masyarakat, Bapak Herodes, turut menyambung lidah masyarakat Dusun Pagung. Mereka mempertegas dukungan penuh warga terhadap program pemerintah sekaligus menitipkan harapan besar agar pembangunan infrastruktur dan fasilitas sosial di dusun mereka dapat terus dikawal hingga tuntas.
Sinergi penyampaian aspirasi yang tertata dari para tokoh ini menjadi catatan penting yang menggetarkan nurani kedewanan.
Bagi Fabianus Suparda dan Oscar Astrayananda, sinergi antara DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten adalah jembatan utama demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Landak. Fabianus menegaskan bahwa setiap aspirasi—mulai dari infrastruktur Dusun Pagung, permohonan jalan Dusun Pagung Tembawang,hingga kelengkapan fasilitas gereja dan pembangunan di Dusun Pagung dan desa Amboyo Selatan akan ia kawal ketat di tingkat provinsi agar berjalan selaras dengan pembangunan kabupaten.
“Mendengar langsung suara dari Bapak Umar, Bapak Rusdi, Bapak Herodes, serta seluruh warga dari Dusun Pagung, Pagung Tembawang, dan Wilayah Puahe hari ini mengingatkan saya mengapa saya berdiri di kursi parlemen. Rasa syukur, harapan, dan doa dari rumah ibadah bapak-ibu sekalian adalah amanah yang sangat suci. Kami tidak akan membiarkan perjuangan infrastruktur dan kelengkapan fasilitas empat Gereja Katolik dan Protestan di sini mandek. Kami akan berjuang sekuat tenaga,” tutur Fabianus Suparda dengan penuh ketulusan.
Momen reses ini juga menjadi wadah strategis bagi penyampaian kondisi geografis yang lebih luas. Hadir di tengah-tengah forum, salah satu tokoh masyarakat Binua Nahaya, yaitu Ir. Sudianto, turut mengambil kesempatan untuk memaparkan perkembangan situasi di daerahnya. Beliau menyampaikan gambaran mendalam mengenai dinamika sosial, potensi wilayah, sekaligus tantangan nyata yang dihadapi oleh masyarakat Binua Nahaya saat ini. Penyampaian komprehensif dari Ir. Sudianto ini memberikan sudut pandang penting bagi para wakil rakyat dalam memetakan arah kebijakan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi antardusun di Kecamatan Ngabang.
Berkaitan dengan persoalan PT.Ichtiar Gusti Pudi yang saat ini sudah Pailit,Ir.Sudianto yang juga mantan Ketua KPU Landak 2003-2013,menginformasikan bahwa Forum Perwakilan Masyarakat Pemilik Lahan Eks.PT.IGP(FPMPL-eks.PT.IGP) telah menyampaiakn persoalan ini ke Kementrisn ATR/BPN Pusat serta Komisi IV DPR RI di Jakarta,selanjutnya menunggu RDP DPR RI yang akan diagendakan kemudian.
Acara reses diakhiri dengan dialog interaktif yang penuh keharuan, ditutup dengan foto bersama dan jabat tangan erat antara warga dan kedua wakil rakyat tersebut. Warga pulang membawa senyuman dan secercah harapan baru bahwa daerah mereka kini tidak lagi berjalan sendirian di ambang ketertinggalan.
(NKJRTNews.008).
