Syarif Hidayah Buktikan Inovasi Kelas Digital Mengantarnya ke Juara 3 Jateng

0
IMG-20261024-WA0179

Purbalingga. Radartelusurnews.com || Prestasi membanggakan ditorehkan Ah. Syarif Hidayah, S.Pd.I., guru Al-Qur’an Hadis asal Cilongok, Banyumas, yang bertugas di MTs Negeri 2 Cilacap. Ia meraih Juara 1 Guru Inovatif tingkat Kabupaten Cilacap dan Juara 3 tingkat Provinsi Jawa Tengah dalam ajang Anugerah GTK 2026 Wilayah IV, meliputi Banyumas, Banjarnegara, Cilacap, dan Purbalingga.

Prestasi tersebut diraih melalui inovasi Learning Management System (LMS) untuk mendukung pembelajaran kelas digital di MTs Negeri 2 Cilacap. Grand final tingkat provinsi berlangsung di Owabong, Purbalingga, Sabtu (24/10/2026), setelah rangkaian penilaian sejak 30 September hingga 20 Oktober 2026.

Ketua Panitia, Dr. H. Mujtahid, M.Pd., menyampaikan bahwa Anugerah GTK menjadi ajang apresiasi bagi guru dan tenaga kependidikan yang menginspirasi, berinovasi, serta menghadirkan praktik baik di lingkungan madrasah. Kegiatan ini juga menjadi penyelenggaraan perdana di tingkat Wilayah IV Jawa Tengah sebagai komitmen FKKM MTs dalam meningkatkan prestasi dan kinerja madrasah.

Ketua FKKM MTs Wilayah IV, Suwarno, S.Pd., M.Sc., menegaskan, “Piala hanyalah bonus. Aksi sesungguhnya para finalis dan peserta adalah dapat menjadi inspirator di satker masing-masing dan senantiasa berkontribusi melalui inovasi yang membangun kemajuan madrasah.”

Sementara itu, H. Agus Mahasin, S.Pd.I., M.E.LM., delegasi Kanwil Kemenag Jawa Tengah Bidang Pendidikan Madrasah, mengingatkan pentingnya menjaga nilai kemanusiaan di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI). “Adanya praktik baik dari pegawai Kemenag, baik di madrasah maupun kantor Kemenag, akan menjaga sisi humanis dan fitrah manusia untuk mendidik generasi penerus dan melayani umat,” ujarnya.

Ia juga mendorong insan madrasah agar terus mengembangkan inovasi, termasuk memanfaatkan fasilitas Google Workspace yang disediakan Kemenag untuk mendukung pembelajaran, sekalipun di tengah keterbatasan. Penyerahan piala dan hadiah dilakukan oleh H. Agus Mahasin.

Prestasi Syarif menjadi bukti bahwa kreativitas guru mampu menjembatani teknologi dan pendidikan. Sebab, inovasi sejati bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan menghadirkan pembelajaran yang semakin bermakna demi masa depan generasi bangsa.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *