Batu Pertama Ditancap, Cahaya Keumatan Menyala: MWCNU Gumelar Bangun Gedung Rp2,18 Miliar

0
IMG-20260905-WA0021

RTNews. Banyumas || Dari tanah wakaf, sebuah ikhtiar besar untuk kemaslahatan umat mulai ditanam. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, resmi memulai pembangunan gedung sekretariat sekaligus pusat kegiatan keumatan senilai sekitar Rp2,18 miliar, Jumat (04/09/2026).

Peletakan batu pertama berlangsung di RT 008 RW 001, Desa Gumelar, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, di atas tanah wakaf Badan Hukum NU seluas 252 meter persegi. Gedung dua lantai berukuran 10 x 20 meter tersebut diproyeksikan bukan sekadar menjadi kantor organisasi, melainkan rumah bersama bagi warga Nahdliyin dan masyarakat Gumelar untuk mengembangkan kaderisasi, pendidikan, dakwah, kegiatan sosial, pelayanan masyarakat, serta aktivitas badan otonom NU.

Prosesi peletakan batu pertama dilakukan secara berurutan oleh Camat Gumelar Septian Muhranto, Ketua MWCNU Gumelar H. Warkim, Rois Syuriyah MWCNU Gumelar H. Mujamil, serta perwakilan Forkopimcam Gumelar dari unsur Polsek dan Koramil.

Camat Gumelar Septian Muhranto berharap keberadaan gedung tersebut mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Menurutnya, gedung itu jangan hanya menjadi tempat berkumpulnya pengurus, tetapi harus tumbuh sebagai pusat pelayanan publik, pendidikan, dan simpul kegiatan sosial warga Gumelar.

“Gedung ini tidak boleh berhenti sebagai tempat berkumpulnya pengurus. Manfaatnya harus meluas sebagai pusat pelayanan publik, kegiatan pendidikan, dan simpul kegiatan sosial warga Gumelar,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MWCNU Gumelar H. Warkim mengatakan pembangunan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar memperkuat kelembagaan NU di tingkat kecamatan. Dinamika kegiatan organisasi dan semakin berkembangnya aktivitas badan otonom NU membutuhkan ruang yang representatif untuk konsolidasi, kaderisasi, pelayanan, hingga kegiatan sosial-keagamaan.

“Gedung ini kami harapkan menjadi rumah bersama untuk menghidupkan berbagai kegiatan NU dan Banom. Bukan hanya untuk pengurus, tetapi juga untuk masyarakat,” kata H. Warkim.

Dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp2,18 miliar, pembangunan ditempuh melalui semangat swadaya dan gotong royong. Ketua Panitia Pembangunan Slamet Riyanto membuka kesempatan kepada masyarakat, warga Nahdliyin, pelaku usaha, alumni, tokoh masyarakat, dan para simpatisan untuk mengambil bagian melalui infak, sedekah, maupun dukungan lainnya.

“Konstruksi gedung ini ditarik dari semangat swadaya. Kami mengundang keterlibatan masyarakat luas untuk bersama-sama mewujudkan pusat kegiatan keumatan ini,” tutur Slamet.

Panitia juga mengajak seluruh pihak mengawal proses pembangunan agar berjalan amanah, transparan, dan sesuai perencanaan. Dukungan pembangunan dapat disalurkan melalui BRI 376001011126507 atas nama Panitia Pembangunan Gedung MWC NU.

Kelak, gedung tersebut diharapkan menjadi ruang perjumpaan berbagai elemen masyarakat Gumelar, tempat kaderisasi menumbuhkan generasi, gagasan keumatan dirumuskan, dakwah ditebarkan, kepedulian sosial diwujudkan, dan pelayanan kepada masyarakat terus dikembangkan.

Bagi MWCNU Gumelar, pembangunan ini bukan semata mendirikan bangunan dua lantai. Lebih dari itu, ia adalah ikhtiar menanam amal jariyah: menghidupkan jam’iyah, merawat ukhuwah, dan memperluas kemanfaatan NU bagi umat dan masyarakat Gumelar.Alternatif judul yang lebih “menggigit” dan viral:

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *