Sejarah dan Profil Angklung Taman Panghegar Di Padasuka, Ciomas
RTNews. Bogor – Angklung Taman Panghegar merupakan kelompok seni musik tradisional yang mulai dibentuk dan aktif sejak tahun 2023. Kehadiran kelompok ini berawal dari semangat masyarakat untuk menjaga dan melestarikan kesenian tradisional, khususnya angklung, sekaligus menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan dan silaturahmi antarwarga.

Pada awal pembentukannya, Angklung Taman Panghegar beranggotakan sekitar 21 orang kemudian saat ini berkembang menjadi 31 orang. Seiring berjalannya waktu, kegiatan kelompok semakin berkembang dan melibatkan berbagai unsur masyarakat dari sejumlah kelompok di wilayah Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.
Angklung Taman Panghegar pada dasarnya tidak dibentuk dengan tujuan utama untuk mengikuti perlombaan. Kelompok ini lebih menitikberatkan kegiatan pada Melestarikan Budaya Sunda” Ngamumule Budaya Pasundan”,
penampilan dalam berbagai acara, pelestarian seni dan budaya, hiburan masyarakat, serta membangun kebersamaan melalui seni musik tradisional.
Gabungan Berbagai Kelompok Masyarakat
Salah satu keunikan Angklung Taman Panghegar adalah keanggotaannya yang merupakan gabungan dari berbagai kelompok masyarakat. Di dalamnya terdapat ibu-ibu KRL Taman Panghegar, KWT Panghegar, Bank Sampah Berkah dan Berkah 1, ibu-ibu ProKlim dan PKK RW 09 Kelurahan Padasuka, KRL Baraya, KRL Bincarung, Bank Sampah Duren Ciomas Induk, serta ibu-ibu PKK Desa Laladon.
Dengan keterlibatan berbagai kelompok tersebut, Angklung Taman Panghegar dapat menjadi wadah kolaborasi masyarakat se-Kecamatan Ciomas. Berbagai kegiatan yang sebelumnya bergerak di bidang lingkungan, pemberdayaan masyarakat, pertanian, PKK, pengelolaan sampah, dan kegiatan sosial kini dapat dipadukan dengan kegiatan seni dan budaya.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa seni angklung bukan hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat menjadi media untuk membangun komunikasi, kebersamaan, kreativitas, dan kepedulian masyarakat.
Perjalanan dan Penampilan
Sejak mulai aktif pada 2023, Angklung Taman Panghegar telah dipercaya untuk tampil dalam berbagai kegiatan. Beberapa di antaranya adalah penampilan di Kecamatan Ciomas, Puslitbangnak, Puskesmas Laladon, Balai Sartika, serta kegiatan menyambut kehadiran Ketua TP PKK Kabupaten Bogor dalam acara Bina Daerah.
Berbagai kesempatan tampil tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para anggota. Selain mengasah kemampuan memainkan alat musik angklung, setiap penampilan juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kesenian tradisional kepada masyarakat yang lebih luas.
Tampil di Lawang Gintung
Pada saat tgl 26-09-2026 kemarin, Angklung Taman Panghegar kembali menunjukkan eksistensinya dengan melakukan perform di Gedung Balai Sartika Lawang Gintung. Penampilan tersebut menjadi bagian dari kegiatan kelompok dalam mengisi berbagai acara sekaligus memperkenalkan seni angklung kepada masyarakat.
Kehadiran para anggota dari berbagai kelompok masyarakat membuat penampilan semakin memiliki nilai kebersamaan. Mereka tampil bersama membawa semangat untuk menjaga kesenian tradisional sekaligus mempererat hubungan antarwarga.
Bagi Angklung Taman Panghegar, setiap penampilan bukan sekadar memainkan alat musik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dari semangat gotong royong, kebersamaan, kreativitas, dan pelestarian budaya.
Harapan ke Depan
Ke depan, Angklung Taman Panghegar diharapkan dapat terus berkembang dan semakin aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat, baik di tingkat desa, kelurahan, kecamatan maupun kegiatan lainnya.
Kelompok ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bahwa kegiatan seni dan budaya dapat menyatukan berbagai kelompok masyarakat dengan latar belakang kegiatan yang berbeda. Melalui angklung, masyarakat dapat berkumpul, berlatih, tampil bersama, dan menjaga kekompakan.
Dengan semangat kebersamaan yang telah terbangun sejak 2023, Angklung Taman Panghegar diharapkan terus eksis sebagai wadah seni sekaligus bagian dari gerakan pelestarian budaya Sunda di wilayah Kecamatan Ciomas dan sekitarnya.
Angklung Taman Panghegar bukan sekadar kelompok musik, tetapi juga kelompok Paduan suara dengan tehnik olah vokal. Jadi bukan hanya memainkan angklung, namun dibarengi juga dengan Menyanyikan lagu yang dibawakan merupakan ruang kebersamaan masyarakat, tempat berbagai kelompok bersatu melalui seni, budaya, dan semangat gotong royong.
Mari kita maju kan Budaya Pasundan, cinta lingkungan dan kebudayaan. Angklung Taman Panghegar:” Keren dan Maju! ”
(Herman jampang)
