Perempuan Kristen Di Kancah Politik,
Jakarta – Radar Telusur News
FGD( Focus Group Discussion),bersama Pewarna Indonesia dan Partai Perempuan Setara mengelar diskusi dengan Tema” Perempuan Kristen di Kancah Politik”.Adapun nara sumber terdiri dari: Grace
Dian dari Akademisi, Petty Salomon dari UMKM, Ibu.Numbery dari Tokoh Perempuan Papua, Milya dari Bisnis, Yusuf Mujiono Ketua Umum Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia, Ibu.Dora Lewen Rijoly dari Organisatoris, Ibu.Pdt.Fine dari Rohaniawan Perempuan, Dra.Magdalena Picasaow dari Activis Perempuan.Di pandu oleh moderator saudara Ferry, pengantar Dony Yosef, notulen oleh saudara Luter.Diskusi di mulai pada pukul.14.00 sampe selesai( Jumat) 25 September 2026 bertempat di kantor DPP Partai Setara jalan Tanah Abang II,No 41 A Petojo Selatan Jakarta Pusat.
Bahan diskusi Perempuan Kristen di Kancah Politik yang di bawakan oleh Dra.Magdalena Picasaow sebagai Activis Perempuan menjelaskan bahwa ada 3 sisi bahan diskusi kita antara lain;
1.Perspektif / Nilai Kristen
2.Tantangan/ nyata di lapangan
3.Peluang/ peran unik.
Di mulai dari pembahasan yang pertama yaitu:Perspektif/ nilai kekeristenan,menurut alkitab biah ada dua tokoh wanita penting dizaman itu ” Debora & Ester”.Kisah Debora kita bisa lihat( Hakim – Hakim 4:5),dikatakan Debora seorang pemimpin wanita yang sangat di segani karena Debora punya peran penting dan melindungi pemerintah nya saat itu bahkan kaum Israel datang kepada Debora untuk minta peradilan.Debora wanita hebat dan tangguh.Demikian juga dengan kisah Ester ( baca Ester 4 : 14) seorang tokoh politik saat itu.Ester menjaga istana berserta bangsanya. Kita perempuan Kristen harus bisa belajar dari Debora dan Ester.Intinya yang di pegang oleh perempuan Kristen dalam politik adalah sebagai berikut
A.Pelayanan ,bukan kekuasaan ( Markus 10: 45)
B.Integritas & taat akan Tuhan,sebagai standar moral
C.Suara Kenabian, berani bicara kebenaran, membela yang lemah dan tertindas.
2.Tantangan/ nyata di lapangan yang harus di ketahui adalah Politik Identitas.
Politik identitas ini harus kerja ekstra keras untuk membuktikan bahwa Ia harus memiliki semua golongan bukan hanya kelompok.
Konflik nilai juga harus pintar, punya prinsif Iman yang kuat, kompromi politik yang sehat.
3.Peluang/ peran unik kekuatan bagi perempuan Kristen adanya REKONSILIASI perempuan Kristen harus netral, di percaya menjadi penengah isu lintas Agama dan Suku.
ISU KEMANUSIAAN, di perkuat dengan adanya Pendidikan, Kesehatan, Anti Kekerasan , Perlindungan Anak dan Perempuan.
REPRESENTASI, anak- anak muda perempuan Kristen bisa di arahkan bahwa POLITIK itu juga pelayanan di Ladang Tuhan.Bagi Ibu ibu nanti bisa mengarahkan saja.Demikian diskusi singkat padat dan bermanfaat.Amin.
( Rep: Magda)
