MELUKAT, PROSESI PEMBERSIHAN JIWA RAGA DI PURA CAMPUHAN PANTAI PADANG GALAK SANUR BALI

0
IMG-20260930-WA0023

Oleh; Biyung AR,Bali.

RTNews. BALI – Keberadaan pura campuhan windu segara pantai padang galak sanur masih tergolong baru, didirikannya oleh jro Mangku Gede Alit Adnyana yang sekarang bergelar Maha guru Altreya Narayana pada tanggal 7 juli 2005 dan termasuk dalam pura khayangan jagat dengan konsep pembangunannya itu menggunakan tatanan Tri mandala. Pura ini telah mendapat pengakuan resmi dari Pemerintah Tingkat I Bali dan ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia propinsi Bali pada tanggal 9 september 2016.

Campuhan dalam Weda dikatakan perpaduan air sungai dan air laut itu termasuk “air yang disucikan”.
Dipura ini juga dilakukan beberapa upacara unik seperti mesakapan pasih untuk merayakan pertemuannya air laut dan air sungai juga ada upacara metatah selain pujawali dan piodalan.
Setiap orang yang melukat disini ada pemandu nya dan ada pemangku yang turut mendoakan prosesi penyucian.
Persiapannya bisa beli dua pejati, canang sari, sesari dan kelapa gading.
Jika semua sarana telah disiapkan, selanjutnya seorang Pemedek atau kita dapat melakukan piuning di pelinggih sang Hyang Baruna untuk meminta izin melakukan penglukatan

MAKNA TERSIRAT DAN TERSURAT

Makna sakral air campuhan di Bali adalah bertemunya kekuatan. Bertemunya air sungai dan air laut, bertemunya air tawar dan air asin, bertemunya sekala dan niskala.

Pura Campuhan Pantai Padang Galak Sanur ini unik dan diperuntukan bukan hanya umat hindu saja melainkan juga buat penganut aliran kepercayaan dan agama lainnya.
Proses pembersihannya itu total dan berbeda dari campuhan lain di Bali. Lebih tertata, pelan, tenang, dan meresap di setiap pori-pori. Kita diajak memaknai setiap perpindahan tempat.

Tahapannya terasa seperti proses pembersihan bertingkat:

Pertama di air suci yang terasa keruh atau kotor di campuhan, untuk meluruhkan kotoran batin, kekotoran pikiran, dan beban mental dari yang ringan sampai berat.

Lalu diselaraskan kembali di sumber mata air jernih yang mengandung berbagai jenis energi.

Kemudian pindah prosesi penyucian diri ketitik air hangat. Di sini semangat dihidupkan kembali. Ada unsur api di airnya yang membakar energi negatif, membakar trauma, dan mengurangi beban hidup.

Setelah itu dibimbing ke prosesi titik air sejuk. Energinya membawa ketenangan, menjadi penyejuk hati.

Terakhir, pemangku adat memimpin doa bersama dan memberikan air suci dari kelapa sebagai simbol kesucian. Siap untuk memulai kehidupan baru dengan laku sehat lahir batin, menyatunya kekuatan ilahi, diri kita, dan alam semesta.

Damai sekala niskala. Rahayu.

Di pura ini juga ada tempat pemujaan atau pelinggihan para Dewa Dewi pelindung manusia dan alam semesta. Taksunya cepat naik, dari kotornya campuhan menjadi bersih lahir batin.

Secara sains, air campuhan pantai memang punya mineral dan ion pantai yang tinggi, sehingga secara psikologis membuat rileks.
Biyung AR dan kawan kawan khusus dari surabaya datang ke bali hanya untuk melukat. Kami senang dapat berbincang dengan Maha guru, sungguh berarti dapat wejangan,berkah dari beliaunya.
Semoga tetap sehat Rahayu Niskala sekala, suksma.

( penulis Biyung AR, pemerhati budaya supranatural.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *