Pemulangan Tengkorak Kepala Demang Lehman dari Belanda, Ketua Umum GEPPAK Nasional Mendukung Penuh
RTNews. BANJARMASIN, — Wacana pemulangan tengkorak kepala Pahlawan Nasional asal Banjar, Kiai Demang Lehman (Idis) dari Belanda kembali menguat dan mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat Kalimantan.
Ketua Umum GEPPAK Nasional (Gerakan Putra-Putri Asli Kalimantan), *H. Saipulrahman (Ipul Gambut)*, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang sedang memperjuangkan repatriasi tengkorak kepala Demang Lehman dari Museum Leiden, Belanda.
> “Kami Ketua Umum GEPPAK Nasional mendukung penuh pemulangan tengkorak kepala Demang Lehman. Beliau adalah simbol perjuangan _Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing_ bagi urang Banjar. Sudah seharusnya jasad pahlawan kita dimakamkan secara utuh di tanah Banua,” tegas H. Saipulrahman kepada PWDPI, Rabu (8/10/2026).
*Gubernur Kalsel Sudah Surati Kedubes Belanda*
Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin pada Senin (5/10/2026) menerima kunjungan Wakil Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen di Rumah Dinas Gubernur Banjarmasin.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Muhidin secara resmi meminta penjelasan dan pengembalian tengkorak kepala Demang Lehman yang masih berada di Museum Leiden, Belanda, serta beberapa benda bersejarah lain termasuk intan milik Sultan Adam yang disimpan di Rijksmuseum Amsterdam sejak 1875.
Pemintaan tersebut merupakan aspirasi tokoh dan masyarakat Kalsel yang sejak lama menginginkan warisan pahlawan kembali ke tanah air.
Pihak Kedutaan Belanda mempersilakan Pemprov Kalsel untuk melayangkan surat resmi melalui Kedutaan dan melalui Menteri Kebudayaan RI yang akan berkunjung ke Belanda dalam waktu dekat.
*Sejarah Tragis Demang Lehman*
Demang Lehman yang memiliki nama asli Idis, lahir di Martapura 1832, merupakan panglima perang Kerajaan Banjar yang setia kepada Pangeran Hidayatullah II dalam Perang Banjar melawan kolonial Belanda.
Ia ditangkap setelah dikhianati karena iming-iming hadiah gulden Belanda, kemudian dijatuhi hukuman gantung sampai mati di Martapura pada 27 Februari 1864.
Setelah digantung, kepalanya dipotong oleh Belanda dan dibawa oleh Konservator Rijksmuseum van Volkenkunde Leiden ke Belanda. Kepala Demang Lehman kemudian disimpan di Museum Leiden, sehingga jasadnya dimakamkan tanpa kepala.
Baru pada tahun 1930 terungkap melalui jurnal penelitian di Museum Anatomi Belanda yang memuat tentang 3 tengkorak orang Banjar, salah satunya adalah Demang Lehman.
*Seruan GEPPAK Nasional*
Menurut Ketua Umum GEPPAK Nasional, pemulangan ini bukan sekadar soal tulang belulang, tapi soal martabat dan identitas urang Banua.
“Kepala Demang Lehman adalah bukti kekejaman kolonialisme. Mengembalikannya adalah memulihkan harkat dan martabat pahlawan kita. GEPPAK Nasional akan terus kawal sampai tuntas,” pungkasnya.
GEPPAK Nasional juga mengajak seluruh pengurus DPW,DPC,PAC , untuk bersatu menyuarakan repatriasi ini sebagai bagian dari pendidikan sejarah bagi generasi muda.
*Haram Manyarah, Waja Sampai Kaputing!*
(Jurnalis Magda)
