Progres Bakti TNI AD Terus Meningkat, Rabat Beton Banyumas Tembus 70 Persen dan RTLH Kebumen Mulai Dikerjakan 40 Persen

0
IMG-20261019-WA0018

Banyumas – Kebumen, Radartelusurnews.com|| Program Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun Anggaran 2026 terus berjalan di Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Kebumen dan menunjukkan peningkatan progres yang signifikan. Berdasarkan perkembangan hari sebelumnya pada hari Minggu (18/10/2026), progres pembangunan jalan rabat beton di Desa Gumelar Lor, Kecamatan Tambak, Banyumas, mencapai 70 persen, sedangkan di Desa Sawangan, Kecamatan Ajibarang, mencapai 58 persen. Di kabupaten Kebumen, pembangunan jalan di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Poncowarno, mencapai 55 persen, sementara satu sasaran rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) mulai mencatat progres 40 persen.

Perkembangan tersebut merupakan bagian dari program “Bakti TNI AD untuk Rakyat” yang secara resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol. (Purn.) Drs. Ahmad Luthfi, S.H.,S.St.M.K., pada Jumat (16/10/2026), di Alun-Alun Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas.

Kegiatan pembukaan dihadiri Pangdam IV/Diponegoro yang diwakili Irdam IV/Diponegoro, Brigjen TNI Denny Marantika, M.Han. Program yang berlangsung hingga 16 Desember 2026 mendatang ini menyasar pembangunan infrastruktur, penyediaan air bersih, perbaikan hunian, peningkatan sanitasi, revitalisasi fasilitas umum, serta pelayanan sosial.

  #Progres Pembangunan Jalan Rabat Beton Terus Bertambah

Di Desa Sawangan, Kecamatan Ajibarang, pembangunan jalan rabat beton sepanjang 815 meter dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 15 sentimeter telah mencapai 473 meter atau 58 persen. Pada laporan Minggu, pengecoran harian tercatat sepanjang 42 meter. Angka ini meningkat dari hari dan tanggal sebelumnya pada 17 Oktober yang masih dengan capaian 53 persen atau 431 meter. Pembangunan jalan tersebut didukung pekerjaan talud, plat beton, dan drainase. Talud pertama sepanjang 125 meter mencapai progres 83 persen, meningkat dari 67 persen, sedangkan talud kedua sepanjang 25 meter telah selesai 100 persen. Dari lima titik pembangunan plat beton, dua titik telah selesai 100 persen, satu titik mencapai 63 persen, sementara dua titik lainnya belum mencatat progres. Pembangunan drainase sepanjang 80 meter mencapai 51 persen, naik dari 31 persen pada laporan sebelumnya.

Sementara itu, pembangunan jalan rabat beton di Desa Gumelar Lor, Kecamatan Tambak, dengan target panjang 120 meter, lebar 2,5 meter, dan ketebalan 15 sentimeter telah mencapai 84 meter atau 70 persen. Pengecoran harian dilaporkan sepanjang 11 meter. Capaian ini meningkat dari laporan 17 Oktober yang masih 78 meter atau 65 persen. Pekerjaan tersebut didukung anggaran pemerintah daerah sebesar Rp284 juta.

  # Kabupaten Kebumen Catat Progres Jalan dan RTLH

Di wilayah Kodim 0709/Kebumen, pembangunan jalan rabat beton di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Poncowarno, mencapai 55 persen dari target sepanjang 700 meter, dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 12cm, naik dari 52 persen. Dua sasaran jalan lainnya, yakni di Desa Jemur, Kecamatan Kebumen, sepanjang 220 meter, serta Desa Pekuncen, Kecamatan Sempor, sepanjang 400 meter, belum mencatat progres dalam laporan 18 Oktober 2026.

Perkembangan juga terlihat pada sasaran rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Fatkhulloh warga Desa Sikayun, Kecamatan Buayan, mencapai progres 40 persen. Ini menjadi RTLH pertama yang mulai dikerjakan di Kebumen, sementara sasaran RTLH lainnya dalam laporan tersebut belum mencatat capaian fisik. Di Banyumas, program menargetkan rehabilitasi 105 unit RTLH, melalui dukungan Sterad sebanyak 21 unit, CSR sebanyak 25 unit, serta Pemerintah Kabupaten Banyumas sebanyak 59 unit. Kebumen menargetkan 45 unit RTLH.

# Puluhan Jembatan dan Sumur Bor Masih Menjadi Sasaran

Di Kabupaten Banyumas, program ini mencakup pembangunan 10 titik jembatan dan 30 titik sumur bor. Seluruh sasaran jembatan serta sumur bor belum mencatat progres fisik dalam laporan 18 Oktober. Di Kabupaten Kebumen, pembangunan ditargetkan meliputi 12 titik jembatan dan 50 titik sumur bor. Seluruh sasaran jembatan belum mencatat progres. Pada sasaran sumur bor, lokasi di Desa Triwarno, Kecamatan Kutowinangun, tercatat mencapai 24 persen, sedangkan lokasi lainnya belum mencatat progres. Selain itu, program di Banyumas menargetkan pembangunan 31 unit jambanisasi, revitalisasi empat sekolah, enam tempat ibadah, empat panti asuhan, serta satu makam Mbah Kalibening di Desa Dawuhan. Di Kebumen sasaran lainnya mencakup 20 titik MCK, empat sekolah, empat tempat ibadah, satu panti asuhan, serta penataan area parkir makam leluhur di Desa Pekuncen.

# Pelayanan Sosial dan Kesehatan Turut Berjalan

Selain pembangunan fisik, Bakti TNI AD untuk Rakyat juga mencakup sejumlah layanan sosial. Di Banyumas, laporan mencatat capaian 100 persen untuk operasi bibir sumbing, donor darah, sunatan massal, nikah massal, bantuan kursi roda, alat bantu jalan berupa kruk dan walker, serta bazar murah. Penyaluran paket sembako mencapai 50 persen, sedangkan operasi katarak belum mencatat capaian. Di Kebumen, pengobatan gratis ditargetkan menjangkau 1.000 orang dengan progres 20 persen. Operasi bibir sumbing untuk satu orang, bantuan lima kaki palsu , serta bantuan satu kursi roda masing-masing kepada penyandang Disabilitas telah mencapai 100 persen.

Pelaksanaan “Bakti TNI AD untuk Rakyat” di wilayah Kodim 0701/Banyumas melibatkan 450 personel gabungan, terdiri atas unsur TNI, Polri, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, pelajar, dan mahasiswa. Sementara itu, Kodim 0709/Kebumen melaporkan keterlibatan 103 personel. Seluruh kegiatan dijadwalkan berlanjut hingga 16 Desember 2026.

(warto) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *