Hadapi Musim Pancaroba dan Potensi Bencana, Pemkab Banyumas Gelar Apel Pasukan dan Peralatan Kesiapsiagaan

0
IMG-20261024-WA0164

Banyumas. Radartelusurnews.com || Pemerintah Kabupaten Banyumas menggelar Apel Gelar Pasukan dan Peralatan.

Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026 di Bendung Gerak Serayu, Sabtu (24/10/2026). Langkah strategis ini dilakukan guna memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman bencana kekeringan, karhutla, hingga persiapan transisi menuju musim penghujan. Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono didampingi

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Dhovan Oktavianton dan Dandim 0701 Banyumas Letkol Inf Edward Samosir memimpin secara langsung jalannya apel.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Deputi Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, Plh. Sekda Banyumas Dedy Noerhasan, jajaran Forkopimda Kabupaten Banyumas, para pimpinan instansi vertikal, organisasi masyarakat, serta relawan kebencanaan.

Dalam amanatnya, Bupati Sadewo menyampaikan bahwa hingga 21 Oktober 2026, Kabupaten Banyumas mencatat sebanyak 112 desa/kelurahan di 25 kecamatan terdampak kekeringan. Selain itu, terjadi 65 kejadian kebakaran hutan dan lahan di 19 kecamatan dengan luas wilayah terdampak mencapai 59,5 hektare.

“Data ini menjadi pengingat bahwa ancaman bencana ada di sekitar kita dan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, penanganan kekeringan, pemenuhan kebutuhan air bersih, serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan harus terus kita perkuat,” jelasnya.

Untuk itu, Sadewo menekankan pentingnya penanganan komprehensif mulai dari tahap prabencana, tanggap darurat, hingga pascabencana. Ia menginstruksikan seluruh jajaran Perangkat Daerah, Camat, hingga Kepala Desa/Lurah untuk meningkatkan pemantauan kawasan rawan dan memastikan respon cepat bagi masyarakat.

Ia juga menyoroti pentingnya penerapan pendekatan Hexahelix yang melibatkan dukungan dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, lembaga non-pemerintah, media, dan seluruh masyarakat.

“Bencana adalah urusan bersama dan keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab kita semua. Saya meminta seluruh unsur memastikan kesiapan personel, logistik, sarana evakuasi, hingga komunikasi antar-lini jangan menunggu dampak baru bertindak, tegasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Deputi Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menyampaikan apresiasi atas kesiapsiagaan yang dilakukan Kabupaten Banyumas dalam menghadapi potensi bencana.

“Prinsip kita adalah Salus Populi Suprema Lex Esto—keselamatan masyarakat adalah hukum yang tertinggi.

Kita siapkan bersama, gelar pasukan ini benar-benar supaya koordinasi dan kolaborasi di lapangan bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.

Dengan melihat karakteristik potensi bencana yang cukup dominan di Banyumas adalah tanah longsor dan banjir, oleh karena itu Ia memberikan arahan untuk melakukan susur sungai dan pembersihan hulu untuk memastikan tidak ada material atau sumbatan yang berpotensi memicu banjir bandang serta melakukan penanaman pohon secara massal di lereng-lereng rawan longsor.

“Saya minta tolong pada jajaran TNI Polri, lakukan susur sungai sampai ke daerah hulu. Pastikan tidak ada sumbatan-sumbatan atau material-material yang bisa berpotensi menyebabkan banjir bandang. Dari data BNPB kejadian bencana yang paling dominan di Bajumas adalah longsor kemudian banjir baru cuaca ekstrim,” tuturnya.

Abdul Muhari juga mengungkapkan bahwa BNPB siap mendukung pemerintah Kabupaten Banyumas dalam melengkapi kebutuhan alat, perangkat, personil hingga dukungan anggaran pada saat terjadi kedaruratan.

Ia menjelaskan hal tersebut dilakukan dalam upaya mengurangi dampak bencana yang mungkin terjadi.

“Kami siap mendukung pemerintah Kabupaten Banyumas melengkapi kebutuhan alat, perangkat, personil dan tentu saja dukungan anggaran nanti pada saat terjadi kedaruratan supaya harapan Pak Bupati tadi dalam amanatnya untuk mengurangi dampak bencana benar-benar bisa kita wujudkan,” pungkasnya.

Apel gelar pasukan ditutup secara resmi dengan peninjauan kesiapan personel dan kelayakan armada serta peralatan kebencanaan dari berbagai unsur gabungan.

(warto) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *