Harlah 43 MI Ma’arif NU 01 Pangebatan, Menapak Doa Menjemput Cahaya Para Pendiri

0
IMG-20260801-WA0041

RTNews. Purwokerto || Langkah-langkah kecil penuh cinta dan doa mengiringi peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-43 MI Ma’arif NU 01 Pangebatan pada Jumat pagi, 31 Juli 2026.

Berdasarkan informasi yang awak media peroleh dari Kepala Madrasah, kegiatan ziarah dan doa bersama ke makam para pendiri serta leluhur madrasah digelar sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa mereka dalam merintis dan membesarkan madrasah yang kini menjadi cahaya pendidikan masyarakat Pangebatan.

Dengan berjalan kaki bersama dari lingkungan madrasah menuju makam desa Pangebatan, seluruh stakeholder madrasah hadir dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Dewan guru, tenaga kependidikan, peserta didik, komite madrasah, hingga pengurus yayasan menyatu dalam langkah yang tertib, ceria, dan sarat nilai kekeluargaan.

Sesampainya di lokasi, lantunan tahlil dan doa dipanjatkan dengan khusyuk. Wajah-wajah yang menengadah seakan menitipkan rasa syukur atas perjalanan panjang 43 tahun pengabdian MI Ma’arif NU 01 Pangebatan dalam mendidik generasi bangsa.

Suasana haru dan religius begitu terasa ketika para peserta mengenang perjuangan para pendiri yang telah meletakkan pondasi ilmu dan akhlak bagi masyarakat.

Kepala MI Ma’arif NU 01 Pangebatan menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar tradisi, melainkan pendidikan karakter dan spiritual bagi generasi muda.

“Ziarah ini adalah ikhtiar untuk mengenang perjuangan para pendahulu, meneladani keikhlasan mereka, serta menanamkan rasa memiliki terhadap madrasah. Kami ingin anak-anak tumbuh tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlakul karimah dan berhaluan Ahlussunah wal Jamaah,” ujar Kepala Madrasah dengan tegas.

Beliau juga menambahkan bahwa selama 43 tahun berkarya, MI Ma’arif NU 01 Pangebatan terus berkomitmen mencetak generasi yang beriman, berilmu, berprestasi, dan berakhlak mulia. Berbagai capaian pendidikan yang diraih menjadi buah dari doa, kerja keras, dan kebersamaan seluruh keluarga besar madrasah.

Salah satu perwakilan siswa Fahrul menyampaikan kesan mendalam setelah mengikuti ziarah tersebut.

“Kami merasa bangga menjadi bagian dari MI Ma’arif NU 01 Pangebatan. Semoga para pendiri mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan kami bisa melanjutkan perjuangan mereka dengan belajar sungguh-sungguh dan menjaga akhlak,” ungkapnya penuh haru.

Dari kalangan wali murid Supriyatin doa dan harapan juga mengalir tulus. “Madrasah ini telah menjadi rumah pendidikan bagi anak-anak kami. Semoga semakin maju, semakin berkah, para guru selalu diberi kesehatan dan keikhlasan, serta lahir generasi yang membanggakan agama, bangsa, dan orang tua,” tuturnya.

Evi salah satu Masyarakat sekitar madrasah pun menyampaikan dukungan dan harapan agar MI Ma’arif NU 01 Pangebatan terus menjadi lentera ilmu dan akhlak di tengah zaman yang terus berubah.

“Semoga madrasah ini tetap istiqamah menjaga nilai-nilai ke-NU-an, menjadi tempat tumbuhnya anak-anak yang santun, cerdas, dan bermanfaat bagi sesama,” ujar tokoh masyarakat setempat.

Peringatan Harlah ke-43 ini bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi juga meneguhkan arah masa depan. Di antara doa-doa yang melangit dan langkah-langkah yang menapak bumi, MI Ma’arif NU 01 Pangebatan kembali menyalakan semangat perjuangan, menjaga warisan para pendiri, memperkuat iman dan ilmu, serta menebar manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.

Semoga madrasah ini senantiasa dilimpahi keberkahan, kesuksesan, dan kemuliaan hingga generasi-generasi yang akan datang. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

(**)

Tinggalkan Balasan